'Indonesia Update' Kunjungi Muaro Jambi, Komplek Candi Terluas

Jambi – Para peserta Indonesia Update melakukan kunjungan selama satu hari di kota Jambi (10/8). Peserta bertemu dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, mengunjungi Museum Siginjai dan Komplek Candi Muaro Jambi, yang merupakan komplek candi Budha terluas di Asia Tenggara.  

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Irwan Malik, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki kedekatan historis dan emosional dengan RRT yang telah terjalin sejak lama. Hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan bersejarah dari era perdanganan kuno yang masih tersimpan di Museum Siginjai yang salah satunya adalah gong yang merupakan hadiah dari Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Delegasi dari RRT, Yao Wen, merasa senang dapat mengunjungi kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata dan investasi. Ia menyampaikan bahwa sektor migas, energi, dan tenaga listrik merupakan tiga sector investasi terbesar investor Tiongkok di Jambi. Ia menyatakan akan mendorong lebih banyak lagi investasi dari Tiongkok di masa mendatang.

Para peserta kemudian mengunjungi komplek Candi Muaro Jambi. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Ujang Hariadi, menyampaikan bahwa luas komplek candi tersebut adalah 12 kilometer persegi. Komplek Candi Muaro Jambi juga disebut sebagai situs kota kuno di Sumatera. Hingga saat ini, Pemprov Jambi masih berupaya agar kompleks candi tersebut diakui oleh UNESCO sebagai salah satu World Heritage. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak lagi wisatawan asal Tiongkok yang dating ke Provinsi Jambi.

Kegiatan Indonesia Update berlangsung pada 6-10 Agustus 2017. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan bagi kalangan diplomat senior asal RRT dan merupakan salah satu implementasi Strategic Comprehensive Partnership khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong bilateral engagement yang sustainable antara dua negara. (sumber: Pusdiklat)