Peristiwa Kebakaran Quba Islamic Institute di Houston

Pada hari Jumat pagi hari tanggal 13 Februari 2015 telah terjadi peristiwa kebakaran pada pusat komunitas dan pendidikan Islam, Quba Islamic Institute, yang terletak di Houston bagian tenggara.  Houston Fire Department (HFD) menyampaikan bahwa api mulai melalap seluruh bagian belakang bangunan pada pukul 5 pagi dan dapat dikendalikan pukul 6.15 pagi. Bangunan mesjid dan sekolah yang terletak pada bagian depan dapat diselamatkan. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini.

Dalam penyelidikannya polisi menduga terdapat unsur kesengajaan karena telah ditemukan sisa bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menyulut kebakaran.  Terkait dugaan adanya unsur kesengajaan, pada hari Senin tanggal 16 Februari 2015, polisi telah berhasil menangkap tersangka pelaku pembakaran, seorang pria berusia 55 tahun bernama Darryl Ferguson. Ferguson dikenai tuduhan tingkat pertama atas tindakan pembakaran property. Pihak berwenang mengatakan bahwa Darryl Ferguson memiliki sejarah kejahatan yakni penyalahgunaan kartu kredit, memasuki property orang secara illegal (trespassing charges), kepemilikan narkoba dan prostitusi,Tersangka mengakui perbuatannya setelah diinterogasi polisi yang menemukannya berada di dekat lokasi setelah terjadi kebakaran. Sampai sejauh ini masih dilakukan pendalaman motif sebenarnya dari tindakan tersebut. Pejabat FBI mengatakan bahwa mereka akan terus memonitor proses investigasi kasus ini secara dekat.

Perkembangan terakhir aksi-aksi terorisme dengan mengkaitkan agama tertentu membuat peristiwa kebakaran Islamic Centre tersebut oleh sebagian pihak dikaitkan dengan berkembangnya sikap Islamfobia di AS. Sebelumnya peristiwa penembakan 3 warga muslim di Chapel Hill, North Carolina juga telah menimbulkan kekhawatiran akan munculnya “hate crime” yang ditujukan kepada kelompok agama tertentu. 

Meskipun motif tindakan pembakaran Islamic Centre tersebut masih pada taraf penyelidikan dan belum dapat dipastikan sebagai bentuk “hate crime”, namun KJRI Houston senantiasa mengingatkan masyarakat Indonesia di wilayah kerja untuk selalu berhati-hati, menjaga keamanan lingkungan masing-masing, tidak melakukan hal-hal yang demonstratif serta selalu menunjukkan sikap yang baik sebagai warga yang taat pada peraturan setempat.