“Solidaritas Diaspora Indonesia Untuk Keluarga Prajurit TNI Yang Gugur di Papua”

3/6/2013

 

?Duta Besar RI Untuk AS, Dr. Dino Patti Djalal Memprakarsai
“Solidaritas Diaspora Untuk Keluarga Prajurit TNI Yang Gugur di Papua”
 
Duta Besar RI untuk AS, Dr. Dino Patti Djalal menghimbau diaspora Indonesia di AS untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan bagi keluarga prajurit TNI yang gugur dalam tragedi penembakan di Papua pada akhir Februari 2013, dengan memberikan sumbangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Diaspora yang ingin menyumbang dapat menyalurkan melalui rekening Indonesian Diaspora Foundation (IDF). Sebagai informasi, Indonesian Diaspora Foundation (IDF) merupakan organisasi advokasi dan philanthropy, yang didirikan oleh diaspora Indonesia (awalnya di Amerika Serikat) yang salah satu kegiatannya antara lain memberikan bantuan kemanusiaan.


Prakarsa ini merupakan dukungan kemanusiaan nyata dari diaspora Indonesia di AS bagi keluarga prajurit TNI yang gugur menjalankan tugas negara. Dalam kaitan ini, Duta Besar Dino Djalal telah mengawali memberikan sumbangan sebesar $ 500,- (lima ratus US dollar). Sebagaimana diketahui, pada akhir Februari 2013 yang lalu telah terjadi penghadangan dan penyerangan oleh kelompok bersenjata di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, terhadap 10 anggota Koramil Sinak, Kodim 1714/ Puncak Jaya, yang sedang menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio kiriman dari Nabire. Tragedi tersebut menewaskan 8 prajurit TNI yaitu Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik, Pratu Mustofa dan Pratu Wahyu Prabowo. Selain anggota TNI, tercatat 4 masyarakat sipil juga menjadi korban pada tragedi penembakan tersebut.


Tragedi penembakan tersebut telah mendapat tanggapan luas, tidak saja dari wakil-wakil negara sahabat, namun juga dari unsur Papua sendiri. Pemerintah AS melalui Kedutaannya di Jakarta telah mengecam serangan tersebut serta menyampaikan duka cita kepada keluarga korban TNI yang gugur dalam tragedi tersebut. Pemerintah AS juga mendukung upaya-upaya Pemerintah RI dalam menuntut dan membawa pelaku aksi tersebut sesuai hukum yang berlaku. Pendeta Wanma dari Papua juga telah menyesalkan terjadinya penembakan oleh kelompok sipil bersenjata yang mengakibatkan gugurnya 8 (delapan) anggota TNI yang dapat merusak situasi keamanan yang sudah kondusif dan menghambat upaya-upaya pembangunan di Papua.


Pemerintah RI, melalui Kementerian Pertahanan telah memberikan santunan dan penghormatan terhadap anggota dan keluarga TNI yang menjadi korban tragedy tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.


Duta Besar Dino Djalal menyatakan “melalui inisiatif ini, saya ingin mencapai 2 hal; Pertama, untuk menunjukkan kepedulian diaspora Indonesia di luar negeri terhadap keluarga prajurit TNI yang gugur. Kita semua merasakan rasa kehilangan yang mereka alami. Kedua, kami ingin apabila ada prajurit TNI yang gugur dalam melaksanakan tugas negara, tidak sekedar dianggap sebagai hal yang biasa, namun diaspresiasi sebagai hal yang luar biasa,  sebagai bentuk pengorbanan yang tertinggi dan pengabdian yang mulia”.


Bagi diaspora Indonesia di AS yang ingin menyampaikan sumbangan sukarela dapat melalui rekening Indonesian Diaspora Foundation (IDF) sebagai berikut:
 
 
Indonesian Diaspora Foundation Bank of America – Rockville, MD
Account    No. 446028003452
(Routing No. 052001633)

 
Sumbangan solidaritas bersifat sukarela dan dibuka terhitung mulai tanggal 6 Maret 2013 untuk selama 1 (satu) bulan. Hasil dari sumbangan ini sepenuhnya akan disampaikan kepada keluarga prajurit TNI yang meninggal tersebut, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Indonesia.


PR-SolidaritasDiasporaUntukTNI-Mar2013.pdf