Tiongkok

HONG KONG S.A.R.

 

Hong Kong memiliki nama resmi Hong Kong Special Administrative Region (Hong Kong SAR), atau dalam bahasa Mandarin disebut Xianggang Tebie Xingzhengqu.

 

Pemerintahan

Hong Kong adalah sebuah Wilayah Administrasi Khusus (Special Administrative Region/SAR) di bawah pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT/People’s Republic of China).

 

Di bawah prinsip "Satu Negara, Dua Sistem" Hong Kong SAR dipimpin oleh seorang Chief Executive (saat ini adalah Honourable C Y Leung) dan memiliki kedaulatan penuh dalam menjalankan roda pemerintahan, kecuali di bidang politik luar negeri dan keamanan negara. Hong Kong memiliki mata uang dan bendera sendiri serta menerapkan peraturan yang ditentukan oleh pemerintah dan rakyat Hong Kong sendiri

 

Sistem pemerintahan ala Presidensial dengan Dewan Eksekutif (Executive Council-ExCo) sebagai kabinetnya yang beranggotakan 16 anggota non-official dan 15 anggota official. Dalam kabinet Hong Kong tidak dikenal posisi Menteri Luar Negeri karena kebijakan luar negeri menjadi tanggung jawab dan wilayah kerja Pemerintah Pusat RRT.


Di samping ExCo terdapat juga Dewan Legislatif (Legislative Council-LegCo) yang menjadi parlemen negara bagian dengan sistem satu kamar, beranggotakan 70 orang dengan masa tugas 4 tahun.

 

Hong Kong SAR berada di bawah pemerintahan Inggris mulai tahun 1842 sampai 1997. Sejak 1 Juli 1997, Hong Kong menjadi bagian dari RRT dan tanggal tersebut dirayakan sebagai Hari Pendirian Hong Kong SAR. Hari nasional lainnya adalah Hari Nasional RRT yang jatuh pada tanggal 1 Oktober.

 

Bahasa

Bahasa Kanton, Mandarin dan Inggris adalah bahasa yang digunakan di Hong Kong. Bahasa Mandarin dan Inggris sangat umum digunakan di kalangan pemerintah, praktisi hukum, profesional dan sektor usaha.

 

Demografi/Kependudukan
Hong Kong merupakan salah satu tempat terpadat di dunia di mana tingkat kepadatannya mencapai 6540 jiwa/km persegi. Hingga pertengahan 2011 penduduk Hong Kong tercatat berjumlah 7.108.100 jiwa, dengan 92% etnis Tionghoa.

 

Berdasarkan data yang dirilis oleh situs resmi pemerintah Hong Kong, warga Indonesia adalah warga asing terbanyak di Hong Kong, mencapai 156.319 jiwa. Warga asing terbanyak lainnya adalah Filipina (144.463) dan Thailand (28.067).

 

Mayoritas penduduk Hong Kong mengaku sebagai Buddhis atau pengikut Taoisme. Sebagian besar penduduk Hong Kong juga menjalankan ritual pemujaan nenek moyang sebagai akibat kuatnya pengaruh Konfusianisme. Sekitar 500.000 penduduk memeluk agama Kristen dan Katolik. Selain itu masih terdapat kelompok pemeluk agama Islam, Hindu, Sikh, Yahudi, dan lainnya dengan jumlah antara 2000 – 20.000 orang.

 

Perekonomian

Hong Kong menganut sistem perdagangan bebas, dengan menjadikan dirinya sebagai pusat keuangan internasional, 90% perekonomian Hong Kong ditopang oleh sektor jasa.


Ekspor Utama:

Pakaian dan aksesori pakaian; mesin listrik, alat-alat listrik, dan komponen listriknya; perhiasan, peralatan emas dan perak, dan benda berlogam mulia dan setengah-mulia; serat tekstil, kain, produk turunannya, dan produk terkait; dan barang cetakan.


Komoditi Utama re-ekspor:

Barang konsumsi; bahan mentah dan setengah jadi; bahan bakar; dan barang modal.


Impor Utama:

Barang konsumsi; bahan mentah dan setengah jadi; bahan bakar; dan barang modal.

 

GDP Total: US$ 177.13 miliar
Per kapita: US$ 25,622.22
GNP Total: US$ 169.07 miliar
Per kapita: US$ 24,564.85

 

Perdagangan Bilateral RI - Hong Kong SAR

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik RI yang diolah oleh Pusat Data Kementerian Perdagangan, total perdagangan antara Indonesia dengan Hong Kong pada tahun 2009 mengalami penurunan sekitar 9,6%, menjadi US$3,81 milyar.

 

Penurunan ini diperkirakan dipengaruhi oleh krisis perekonomian global yang bermula pada akhir tahun 2008. Dari sisi neraca perdagangan, pada tahun 2009 Indonesia masih mengalami surplus sebesar US$413 juta. Sebagai perbandingan, pada tahun 2008 Indonesia masih mengalami defisit perdagangan sebesar US$558 juta.

 

 

 

NERACA PERDAGANGAN
INDONESIA
& HONGKONG

2005 - 2010

(Nilai: Ribu US$)


 

 

URAIAN

2006

2007

2008

2009

TREND(%)
2005-2009

Jan-Feb

PERUB(%)
2010/2009

2009

2010

TOTAL PERDAGANGAN

2.049.629,9

2.130.010,4

4.176.396,4

3.809.974,5

24,98

543.710,0

557.650,8

2,56

MIGAS

185,1

875,8

2.507,9

924,1

-15,13

207,2

35,04

-83,08

NON MIGAS

2.049.444,9

2.129.134,6

4.173.888,6

3.809.050,4

25,08

543.502,9

557.615,7

2,60

EKSPOR

1.703.229,0

1.687.454,0

1.808.777,1

2.111.839,0

7,84

292.279,6

332.941,3

13,91

MIGAS

4,7

2,7

24,4

0,4

-83,04

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

1.703.224,3

1.687.451,3

1.808.752,7

2.111.838,6

7,94

292.279,6

332.941,3

13,91

IMPOR

346.401,0

442.556,4

2.367.619,3

1.698.135,5

72,45

251.430,4

224.709,5

-10,63

MIGAS

180,4

873,1

2.483,4

923,6

52,63

207,2

35,0

-83,08

NON MIGAS

346.220,5

441.683,3

2.365.135,9

1.697.211,9

72,47

251.223,2

224.674,5

-10,57

NERACA PERDAGANGAN

1.356.828,0

1.244.897,6

-558.842,2

413.703,5

0,00

40.849,2

108.231,7

164,95

 

Sumber: Badan Pusat Statistik (diolah Pusdata Kementerian Perdagangan)

 

Impor Indonesia dari Hong Kong pada tahun 2009 mencapai nilai US$1,67 miliar, sementara ekspor Indonesia ke Hong Kong pada tahun 2009 mencapai nilai US$2,11 miliar, menjadikan Hong Kong sebagai tujuan ekspor terbesar Indonesia ke-13. Sebagian besar produk yang diperdagangkan antara Indonesia dan Hong Kong adalah produk non-migas.