Pengusaha Hong Kong Antusias Menyimak Paparan tentang Indonesia dalam “Country Briefing on Indonesia” di Kamar Dagang Hong

​​​​​

Lebih dari 60 orang pengusaha terkemuka Hong Kong mengikuti acara “Country Briefing – Indonesia di  Hong Kong, Rabu (15/3). Acara ini dilaksanakan oleh Kamar Dagang Hong Kong (Hong Kong General Chamber of Commerce - HKGCC) dan menjadi bagian dari seminar berkala dalam program Belt and Road Series.

Disampaikan oleh Ketua Komite Asia Afrika HKGCC, Andrew Wells, acara ini merupakan upaya untuk memperbarui dan memperkaya informasi bagi para anggota HKGCC, khususnya mengenai negara-negara yang memiliki potensi untuk pengembangan usaha dan investasi. 

Konsul Jenderal RI, Bapak Tri Tharyat dalam pengantarnya mengatakan bahwa KJRI menyambut baik kegiatan ini. Menurut Konjen, ini adalah kesempatan yang baik untuk mengetahui prospek dan potensi usaha dan investasi di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia saat in sangat menaruh perhatian pada upaya untuk meningkatkan kemudahan usaha di Indonesia” kata Konjen RI. Hal ini terlihat dari 14 paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah yang intinya adalah deregulasi dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk memudahkan iklim usaha dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dua pembicara utama hadir dan memberikan paparanya yaitu Bapak Reza Anglingkusumo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tokyo dan Andy Wong, Director Executive LC Technology, perusahaan yang memiliki usaha pabrik mainan di Indonesia.

Kepala BI Tokyo menyampaikan paparan tentang perkembangan pereonomian Indonesia terkini, yang ditandai pertumbuhan ekonomi, sektor eksternal yang kuat dan kondisi lingkungan keuangan yang stabil. 

Sejalan dengan Konjen RI, Kepala BI Tokyo juga menyampaikan bahwa agenda utama pemerintah saat ini adalah mereformasi dan meningkatan kemudahan melaksanakan usaha. “Ini misalnya terlihat dari kebijakan penyelesaian dokumen usaha kurang dari 3 jam, ijin konstruksi langsung (KLIK) dan kemudahan mendapatkan lahan untuk industri”, jelas Reza.

Sementara itu, Director Executive LC Technology, Andy Wong membagikan pengalamannya menjalankan usaha pabrik mainan di Indonesia yang telah berjalan lebih dari 25 tahun. 

Dijelaskan Andy, pada saat pertama kali perusahaannya membuka pabrik di Indonesia, kondisi lingkungan usaha di Indonesia tidak sebaik sekarang. “Dulu masih banyak persepsi negatif terhadap Indonesia,” kata Andy. 

Namun bemikian, Andy mengakui bahwa saat in telah banyak perubahan positif, mulai dari dukungan dan perhatian pemerintah yang tinggi, berkurangnya korupsi, serta terbukanya pasar baru di berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Asia Tenggara dan Amerika Selatan

Selanjutnya, Andy menyampaikan beberapa saran bagi para pengusaha yang akan membuka usaha di Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuka usaha dengan skema yang jelas dan berkelanjutan. “Dan yang paling penting, ikuti segala peraturan yang berlaku di Indonesia”, kata Andy. 

Para peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kondisi dan iklim usaha di Indonesia saat ini.