Kesenian Minahasa Memukau Warga Hongkong

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai salah satu upaya berkesinambungan mempromosikan sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan khasanah seni dan budaya Indonesia, pada Jumat (8/10) Konsulat Jenderal RI di Hong Kong menampilkan rangkaian kesenian khas Minahasa. Bertempat di Indonesian Promotion Center & Art Gallery KJRI Hong Kong yang baru diresmikan akhir Agustus lalu, KJRI Hong Kong bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara menggelar pertunjukan kesenian berupa tarian, nyanyian serta peragaan busana daerah.

 

Membuka secara resmi penampilan kesenian tersebut Konsul Jenderal Teguh Wardoyo sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap tim kesenian dari Minahasa tersebut. Di hadapan para tamu yang terdiri dari pengurus dan anggota Hong Kong Overseas Chinese General Association (HOCGA), Hong Kong Society for Indonesian Studies (HKSIS), perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa,home staff serta pengurus Dharma Wanita KJRI Hong Kong,  Konsul Jenderal menyampaikan dalam sambutan pembukaannya bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari kebebasan berekspresi yang dijunjung tinggi di indonesia. Sebagai negara yang demokratis, Indonesia senantiasa menghargai berbagai hak para warganya di manapun mereka berada. Selain itu penampilan kesenian tradisional Indonesia di manca negara juga merupakan bentuk kontribusi putra-putra bangsa dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kalangan warga asing. Kegiatan semacam ini juga merupakan sumbangsih kita bersama untuk memperkaya khasanah kehidupan bersama dalam suasana yang harmonis dan demokratis. Selanjutnya Konsul Jenderal Teguh Wardoyo juga menyampaikan harapan agar penampilan kesenian khas Minahasa tersebut dapat menimbulkan ketertarikan warga Hong Kong untuk berwisata ke Indonesia, khususnya ke wilayah Minahasa, Sulawesi Utara.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Minahasa, Fransiscus Maindoka, juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KJRI Hong Kong serta mengharapkan kegiatan ini dapat semakin memperkenalkan Minahasa di luar negeri. Disebutkan bahwa para penari yang tergabung ke dalam tim kesenian Ikatan Waraney Wulan Minahasa tersebut adalah para pemenang ajang pemilihan duta pariwisata Minahasa (semacam Abang None Jakarta). Mereka juga telah beberapa kali tampil di sejumlah negara di Eropa, di antaranya di Belanda dan Perancis. Selain untuk mempromosikan kebudayaan Minahasa, melalui kegiatan tersebut para pemuda dan pemudi berbakat tersebut juga dapat menimba ilmu dan pengalaman dari negara-negara yang dikunjungi.

 

Pada acara tersebut, ditampilkan Tari Maengket, salah satu tarian ternama dari Minahasa, yang terdiri atas dua bagian yaitu menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan YME di musim panen serta menceritakan tentang bagaimana kaum muda-mudi mencari jodoh mereka. Tarian yang ditampilkan berikutnya adalah Tari Coelacanth yang menceritakan tentang ikan Coelacanth, yang merupakan “raja ikan” yang terdapat di wilayah Sulawesi Utara yang mulai mengalami kepunahan karena banyak diburu manusia. Selanjutnya tim kesenian juga membawakan Tari Katrili yang menggambarkan tentang pergaulan remaja dan muda-mudi suku Minahasa. Berdasarkan legenda rakyat Minahasa, Tari Katrili merupakan tarian yang diwariskan/mendapatkan pengaruh dari bangsa Spanyol dan Portugis yang tiba di kawasan tersebut pada abad ke-16. Pada tarian penutup, para penari juga mengajak para hadirin untuk ikut berpartisipasi dalam tarian yang langsung menambah kemeriahan suasana. Selain tarian, tim kesenian juga menampilkan lagu “Aki Tembo-temboan”, lagu “Unggenang” serta peragaan busana Bentenan.Minahasa. KJRI Hong Kong mengharapkan di masa mendatang kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan dalam skala yang lebih besar serta mengundang lebih banyak warga Hong Kong, sehingga semakin menggemakan promosi kebudayaan Indonesia di luar negeri, khususnya di Hong Kong, sebagai salah satu bentuk soft diplomacy Indonesia.