6/15/2016

PRESS RELEASE
THE CONSULATE OF THE REPUBLIC INDONESIA- HONG KONG SAR
127-129 Leighton Road, Causeway Bay-Hong Kong

Tel: (+852)36510200 Fax: (+852)28950139

email: info@cgrihk.com​

PERTEMUAN MENLU RI DAN MENKUMHAM RI DENGAN CHIEF EXECUTIVE PERKUAT KOMITMEN KERJA SAMA 

RI - HONG KONG 

​            ​Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno L.P Marsudi dan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI, Bapak Yassona H Laoly melakukan kunjungan resmi ke Hong Kong dari tanggal 15-16 Juni 2016 untuk bertemu dengan pemangku kebijakan tertinggi  Hong Kong, yang dalam kesempatan ini diterima oleh Secretary of Finance/Act. Chief Executive, Mr. John Tsang. Pertemuan antara pejabat tinggi kedua negara ini mempertegas komitmen kerja sama antara RI dan Hong Kong yang selama ini telah terjalin dengan erat. Dalam kesempatan pertemuan di tanggal 15 Juni 2016, kedua belah pihak menyambut baik kerja sama antar kedua negara yang telah berlangsung selama ini. Menlu dan Menkumham RI juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas nama pemerintah Indonesia kepada CE Hong Kong atas kebijakan dan aturan yang dimiliki oleh Hong Kong sehingga membuat Hong Kong menjadi sebuah destinasi pekerja yang aman bagi tak kurang 150 ribu pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong. Beberapa pokok kerja sama yang dibicarakan antara lain kerja sama di sektor ekonomi yang ditandai dengan pembukaan kantor HKETO di Jakarta per 13 Juni 2016 yang lalu, kerja sama sektor pendidikan dimana Hong Kong saat ini berkomitmen memberikan beasiswa melalui skema One Belt One Roads,  dan kerja sama di sektor investasi serta kerja sama peningkatan kapasitas antar penegak hukum, khususnya di bidang pemberantasan korupsi.

             Menlu dan Menkumham RI juga berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan Secretary of Security Hong Kong, Mr. Lai Tung Kwok di hari yang sama. Dalam kesempatan audiensi ini, kedua Menteri dan pihak Hong Kong membicarakan tentang upaya kerja sama untuk membangun kesepahaman antar RI-Hong Kong di bidang kebijakan tenag kerja dan keimigrasian. Sebagai tindak lanjutnya, kedua belah pihak berkomitmen untuk mewujudkan langka nyata lebih lanjut dalam bentuk inisiasi MoU/Nota Kesepahaman d bidang keimigrasian serta pertemuan koordinasi teknis lanjutan (working group) antara RI-Hong Kong secara berkesinambungan.

            Selanjutnya di kesempatan hari yang sama, Menlu dan Menkumham RI juga berkesempatan melakukan audiensi dengan perwakilan organisasi Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong serta pihak media berbahasa Indonesia di Hong Kong. Dalam audiensi tersebut, Menlu dan Menkumham menyampaikan komitmen dari Pemerintah Indonesia untuk tetap mengupayakan solusi optimal bagi perlindungan WNI di Hong Kong, khususnya perihal kebijakan imigrasi dengan Pemerintah Hong Kong. Kedua Menteri menyampaikan bahwa isu koreksi data paspor yang saat ini tengah menyita perhatian publik Indonesia di Hong Kong pun tetap menjadi prioritas komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan semangat perlindungan yang selama ini menjadi salah satu prioritas kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Jokowi. Selain menyampaikan bahwa saat ini upaya dan kebijakan solutif terus diinisiasi antar RI-Hong Kong, kedua Menteri juga menyampaikan bahwa untuk menunjang efektifitas pelayanan publik terkait pembuatan paspor di KJRI Hong Kong, kebijakan yang telah diambil adalah:

  1. Pengiriman dokumen paspor yang telah selesai dibuat akan dikirim kepada subjek pemilik paspor melalui mekanisme pengiriman pos surat tercatat. Hal ini akan berimplikasi bahwa pemohon paspor hanya perlu datang satu kali di KJRI Hong Kong;
  2. Penambahan sambungan telepon khusus bagi penerimaan layanan pengaduan paspor serta upaya inisiasi pembuatan program booking paspor berbasis android;
  3. Untuk lebih meningkatkan mutu kualitas layanan pembuatan paspor, saat ini pemerintah pusat telah berkomitmen untuk menambah piranti infrastruktur mesin pembuatan paspor sekaligus menambah tenaga perbantuan dari pusat untuk membantu operasional layanan pembuatan paspor di KJRI Hong Kong.     ​