Laporan sidang

12/28/2016

layanan pengaduan copy-50.jpg
-------------------------
28 Desember 2016

HAR Dituduh Memberikan Informasi Palsu​​​

​Persidangan dengan nomor kasus STCC 3577/2016 atas nama Terdakwa berinisial HAR  (22 tahun asal Magetan) telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Desember 2016 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1;
Terdakwa HAR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010 dan bekerja hanya selama 1 bulan  pada majikan yang berlokasi di South Horizon  kemudian di-terminate  oleh  majikan  ; ( baca selajutnya )



-------------------------
23 Desember 2016

PMI Diadili Akibat Bekerja di Restoran Milik Majikan

Persidangan dengan nomor kasus STCC 3656/2016 atas nama Terdakwa berinisial SE  (26 tahun asalBanjarnegara)  telah dilaksanakan pada hari  Jumat   tanggal  23 Desember 2016 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1.
Terdakwa SE pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan November 2008, kemudian Terdakwabreak kontrak dan meninggalkan Hong Kong menuju ke Cina untuk menunggu visa dari majikan baru yang diproses melalui sebuah Agen di Yuen Long.


--------------------------

22 Desember 2016

​​Lupa Bayar Saat Belanja, PMI Diadili​

Persidangan dengan nomor kasus STCC 4862/2016  atas nama Terdakwa berinisial SZ (43 tahun asalSemarang), telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 bertempat di Shatin Court lantai  6 court 7 ;
Terdakwa SZ datang ke Hong Kong pada tahun  2010  dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang berlokasi di daerah Shatin hingga saat ini ; ( baca selengkapnya )
​------------------------

5 Desember 2016​

Seorang PMI Dilaporkan Nenek atas Tuduhan Penganiayaan​

Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus KTCC 3444/2016  atas nama Terdakwa berinisial THA (46 tahun asal Cilacap) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 Desember 2016 bertempat di Kowloon City Court  lantai  5 court 1.
Terdakwa THA   diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan penganiayaan terhadap majikan yang di jaganya.
Adapun kronologis perkara dari Terdakwa THA  pada pokoknya sebagai berikut. baca selanjutnya )

-------------------

22 April 2016

SNM akhirnya di vonis

baca selengkapnya​​​​Persidangan lanjutan WNI atas Terdakwa SNM dengan nomor kasus DCCC 138/2016  telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 22 April 2016 bertempat di District Court.

Terdakwa SNM didakwa telah melakukan pencurian dan penipuan kartu kredit Visa Card milik majikannya serta melakukan transaksi berulang kali dalam satu hari dengan jumlah total keseluruhan sebesar HKD 967,80 (sembilan ratus enam puluh tujuh delapan puluh sen Hong Kong dollar).  baca selengkapnya​​  


Lagi-Lagi WNI Terjerat Jaringan Narkotik sehingga harus Mendekam di Penjara

​Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa FT (Kelahiran Wonosobo, 28 tahun) pada hari Jum’at, tanggal 22 April 2016 dengan nomor kasus TWCC 2453/2015 di Eastern Court. Terdakwa FT pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan Juli 2013. Setelah.. baca selengkapnya​

------------------

19 April 2016

OVERSTAY = Penjara​

​​​Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa MNY dengan nomor perkara  STCC 1032/2016 telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 April 2016 bertempat di Shatin Court.
Terdakwa MNY diajukan ke persidangan dengan tuduhan telah melakukan pelanggaran keimigrasian yaitu telah overstay di Hong Kong selama 6 (enam) bulan.
Terdakwa pada saat ini telah mengajukan paper dan masih dalam proses pemeriksaan Imigrasi Hong Kong.
Dalam persidangan tersebut, terdakwa telah mengajukan jaminan (bail out) tetapi ditolak oleh Hakim dengan alasan tertentu.
Karena pengajuan bail out  ditolak oleh Hakim maka Terdakwa MNY masih tetap ditahan di Penjara Tai Lam Centre for Woman dan persidangan ditunda sampai dengan tanggal 17 Mei 2016.​​​


2 WNI yang Terlibat Narkotika Dihukum 13 Tahun dan 20 Tahun​

Persidangan lanjutan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa NN (Kelahiran Malang, 33 tahun) dan SGY (Kelahiran Banyuwangi, 35 tahun) digelar pada hari Rabu, tanggal 20 April 2016 dengan nomor kasus HCCC 35/2015 di High Court. Bahwa Terdakwa SGY pertama...baca selengkapnya​


------------------

14 April 2016

WNI Ditangkap karena Overstay​

Pada hari Kamis tanggal 14 April 2016 bertempat di Sha Tin Court telah dilaksanakan persidangan WNI atas Terdakwa berinisial PM (48 tahun) nomor kasus STCC 1307/2015. Pada persidangannya telah dibacakan dakwaan bahwa Terdakwa PM  didakwa telah melakukan pelanggaran keimigrasian yaitu telah overstay (melewati batas izin tinggal) selama 5,5 bulan dimana kontrak kerjanya seharusnya berakhir pada tanggal 16 Oktober 2015, tetapi Terdakwa masih terus bekerja di rumah majikan sampai hari ditangkapnya tanpa melakukan perpanjangan kontrak kerja.
Disamping itu PM  juga didakwa telah melakukan pelanggaran keimigrasian dimana Terdakwa hanya diperbolehkan untuk bekerja sebagai Domestic Helper tetapi Terdakwa telah bekerja di sebuah toko milik majikan di daerah Yuen Long.
Terungkap dipersidangan juga bahwa pada tanggal 12 April 2016 sekira pukul 07.40 pagi hari Terdakwa PM  ditangkap di daerah Yuen Long pada saat sedang membereskan barang-barang di toko milik majikannya.
Pada persidangan tersebut, Terdakwa PM  mengakui seluruh kesalahannya dan Hakim mengizinkan kepada yang bersangkutan untuk bail out dimana pihak Pengadilan meminta kepada KJRI untuk dapat kiranya memfasilitasi tempat tinggal (shelter) bagi Terdakwa PM  sebelum tanggal 18 April 2016. Selanjutnya Hakim memutuskan untuk menunda persidangan Terdakwa PM  tersebut sampai dengan tanggal 9 Mei 2016.


------------------

13 April 2016

WNI Pengedar Narkoba di Vonis Hukuman Penjara 11 tahun 8 bulan​
Persidangan lanjutan WNI atas Terdakwa SNA (33 tahun) perempuan kelahiran Medan dengan nomor kasus HCCC 202/2015  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 April 2016 bertempat di High Court.
Pada tanggal 18 Desember 2014 Terdakwa SNA membawa paket narkoba dari Malaysia menuju Hong Kong dimana pada saat menuju ke wilayah China dengan menggunakan transportasi bus, di perbatasan Shenzhen Bay Terdakwa SNA telah ditangkap beserta barang bawaannya yaitu satu kantong plastik yang setelah diperiksa ternyata berisi 650 gram narkoba yang terdiri dari 281 gram heroin dan 186 gram maferin yang apabila di perhitungkan nilainya sebesar HK$ 523.000  (Lima ratus dua puluh tiga ribu hongkong dollar) ;
Diakui oleh Terdakwa SNA bahwa dirinya membawa paket narkoba tersebut karena bujuk rayu dari pacarnya yang berkewarganegaraan Africa yang bernama Syarief yang dikenal setahun sebelumnya melalui media sosial di internet ;
Hasil persidangan pada hari ini Terdakwa SNA telah mengakui perbuatannya bahwa yang bersangkutan telah berusaha untuk mengedarkan Narkoba sehingga Hakim kemudian menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama 11 tahun 8 bulan.​