2-WNI-yang-Terlibat-Narkotika-Dihukum-13-Tahun-dan-20-Tahun

4/20/2016

5473679174_93cfc889b8_b.jpg


Persidangan lanjutan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa NN (Kelahiran Malang, 33 tahun) dan SGY (Kelahiran Banyuwangi, 35 tahun) digelar pada hari Rabu, tanggal 20 April 2016 dengan nomor kasus HCCC 35/2015 di High Court.
Bahwa Terdakwa SGY pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010, dan mulai overstay pada tahun 2014. Yang bersangkutan mempunyai kekasih warga negara India bernama Tanvir dan selama overstay terdakwa bekerja di salon di daerah Jordan. Setelah Tanvir pulang ke negaranya, teman Tanvir yang bernama Philip (orang Pakistan) menghubungi Terdakwa SGY dan menjanjikan sebuah pekerjaan untuknya dengan upah sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus dollar Hong Kong).
Sedangkan Terdakwa NN pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2002 dan bekerja sebagai Domestic Helper sampai tahun 2009 selanjutnya yang bersangkutan overstay selama 5 (lima) tahun sampai ditangkap di Hong Kong saat bekerja di restaurant Thailand. Terdakwa NN juga mengenal Philip di bar dan Philip juga menjanjikan sebuah pekerjaan untuknya dengan upah sebesar HKD 1.000 (seribu dollar Hong Kong).
Pada tanggal 17 Juli 2014, Terdakwa SGY diminta oleh Philip untuk menghubungi Terdakwa NN dan menjemputnya di MTR Jordan untuk selanjutnya dibawa ke rumah Philip guna bertemu dengan seorang warga negara Bangladesh bernama Tapa untuk mengambil barang yang akan diserahkan kepada seseorang di Mong Kok.
Selanjutnya pada saat kedua Terdakwa akan memasuki MTR Jordan, keduanya ditangkap oleh polisi dengan sebuah kantong hitam yang berada di tangan Terdakwa SGY. Kedua Terdakwa kemudian dibawa ke kantor polisi Yau Ma Tei dan kantong plastik hitam tersebut setelah dibuka ternyata berisi 2 (dua) kg kokain dan setelah dicuci menjadi 725 (tujuh ratus dua puluh lima) gram kokain.
Agenda persidangan tersebut adalah Putusan Hakim terhadap kedua Terdakwa. Pada saat jalannya persidangan, Tim Penasehat Hukum dari kedua Terdakwa memberikan penjelasan terkait hal-hal yang meringankan kedua Terdakwa. 

Terdakwa SGY:
  1. Terdakwa tidak memiliki catatan kriminal selama berada di Hong Kong;
  2. Terdakwa telah menikah dan memiliki seorang anak berusia 7 (tujuh) tahun, yang sekarang ini diasuh oleh orang tua terdakwa. Adapun status pernikahan Terdakwa sekarang adalah sudah bercerai;
  3. Terdakwa pertama kali datang ke Hong Kong bertujuan untuk memenuhi kebutuhan finansial anak dan orang tuanya dengan bekerja sebagai Domestic Helper;
  4. Terdakwa telah mengaku bersalah atas tuntutan yang telah dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Terdakwa NN:
  1. Terdakwa tidak memiliki catatan kriminal selama berada di Hong Kong;
  2. Terdakwa merupakan seorang pribadi yang naif (lugu) karena muda dan kurang berpengalaman.
  3. Pada saat melakukan tindak pidana tersebut, terdakwa masih berusia 23 (dua puluh tiga) tahun dan tidak memiliki pekerjaan sejak tahun 2011. Untuk dapat bertahan hidup, Terdakwa bekerja serabutan dan akhirnya menerima tawaran pekerjaan dari Phillip tersebut;
  4. Terdakwa NN pertama kali datang ke Hong Kong ketika terdakwa berusia 19 (sembilan belas) tahun bertujuan untuk mencari pekerjaan, dan telah bekerja sebagai Domestic Helper;
  5. Terdakwa mengaku sangat menyesal karena telah melakukan tindak pidana tersebut.

Dengan melihat fakta, alat bukti, barang bukti, dan uraian pembelaan dari Tim Penasehat Hukum, Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SGY dan Terdakwa NN terbukti bersalah dan selanjutnya menjatuhkan hukuman penjara untuk Terdakwa SGY selama 13 (tiga belas) tahun dan 8 (delapan) bulan, sedangkan untuk Terdakwa NN dipidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun penjara.