Layanan Kekonsuleran

​​​​

PELAYANAN UNTUK WARGA NEGARA INDONESIA:
 
A. Paspor Indonesia
 
Paspor merupakan Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) yang diberikan kepada kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melakukan perjalanan ke luar dan masuk ke wilayah negara Republik Indonesia. Ada 3 (tiga) jenis paspor Indonesia yaitu Paspor Biasa, Paspor Dinas, dan Paspor Diplomatik. Permintaan Paspor Biasa dilakukan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Masa berlaku Paspor Biasa adalah 5 (lima) tahun sejak tanggal dikeluarkan.
 
 1. PASPOR BIASA
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengurus pembuatan paspor baru:
 
a. Proses penggantian paspor dapat dilakukan bila pemohon telah menyerahkan SEMUA dokumen yang diwajibkan dan mengisi formulir permohonan secara LENGKAP.
b. Ketidaklengkapan dokumen akan berakibat pada durasi waktu proses pembuatan paspor baru.
c. Proses pembuatan paspor baru adalah 2 (dua) hari kerja terhitung sejak aplikasi diterima dan dinyatakan lengkap oleh Petugas Konsuler.
d. Paspor Baru harus ditandatangani di depan petugas perwakilan RI.
 
PENGGANTIAN PASPOR KARENA HABIS MASA BERLAKU
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor Baru bagi WNI yang menetap di wilayah kerja KJRI Ho Chi Minh City :
a.    Memiliki nomor registrasi diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Paspor lama asli, dengan masa berlaku maksimal 6 (enam) bulan,
c.    Formulir Permohonan Paspor Baru (Perdim 14) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon,
d.    Fotokopi izin tinggal di Vietnam yang masih berlaku (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas),
e.    2 (dua) lembar pasfoto biometrik berwana terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) dengan latar belakang merah,
f.     Biaya pembuatan paspor sebesar US$. 23
 
Bila terdapat perubahan data pada paspor, harap sertakan juga dokumen- dokumen terkait Amandemen/Perubahan Data tersebut.
 
PENGGANTIAN PASPOR KARENA HILANG ATAU RUSAK
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor Baru karena hilang bagi WNI yang menetap di wilayah kerja KJRI Ho Chi Minh City:
a.    Memiliki nomor registrasi diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Permohonan Paspor Baru (Perdim 14) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon,
c.    Paspor asli yang rusak (bagi yang paspornya rusak)
d.    Surat kehilangan paspor dari Kepolisian atau instansi yang berwenang (bagi yang kehilangan paspor),
e.    Fotokopi paspor yang lama,
f.     Fotokopi izin tinggal di Vietnam yang masih berlaku (harap perlihatkan izin tinggal yang asli kepada petugas konsuler),
g.    2 (dua) lembar pasfoto biometrik berwana terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) dengan latar belakang merah,
h.    Fotokopi KTP, SIM atau surat lainnya yang membuktikan kewarganegaraan Indonesia (bila ada),
i.      Biaya pembuatan paspor sebesar US$.23
Bila terdapat perubahan data pada paspor, harap sertakan juga dokumen-dokumen terkait Amandemen/Perubahan Data tersebut.
 
 PEMBUATAN PASPOR BARU BAGI ANAK BUKAN SUBJEK KEWARGANEGARAAN GANDA
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI adalah:
 
a.    Formulir Lapor/Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua,
b.    Formulir Permohonan Paspor Baru (Perdim 14) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua,
c.    Fotokopi Akta Kelahiran anak di Vietnam,
d.    Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari pemerintah Vietnam (bagi anak yang lahir di luar wilayah Vietnam)
e.    Fotokopi Akta Perkawinan/Buku Nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Indonesia atau dari Pemerintah Vietnam/negara lain (jika perkawinan dilangsungkan di Vietnam/negara lain),
f.     Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku,
g.    Fotokopi izin tinggal orang tua yang masih berlaku,
h.    2 (dua) lembar pasfoto biometrik berwana terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) dengan latar belakang merah,
i.      Biaya pembuatan paspor sebesar US$.23
 
PEMBUATAN PASPOR BARU BAGI ANAK SUBJEK KEWARGANEGARAAN GANDA
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI subjek warga negara ganda adalah:
a.    Formulir Fasilitas Keimigrasian Indonesia (bagi anak yang lahir setelah 01 Agustus 2006) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua,
b.    Formulir Lapor/Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua,
c.    Formulir Permohonan Paspor Baru (Perdim 14) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua,
d.    Fotokopi Akta Kelahiran anak di Vietnam,
e.    Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari pemerintah Vietnam atau surat keterangan kelahiran dari Negara yang mengeluarkan di tempat anak tersebut dilahirkan
f.     Fotokopi paspor asing anak,
g.    Fotokopi Akta Perkawinan/Buku Nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Vietnam,
h.    Fotokopi akta perceraian dan/atau surat registrasi perceraian orang tua dari pemerintah Vietnam (bila orang tua telah bercerai) dan/atau surat pengakuan anak (bila orang tua tidak kawin),
i.      Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku,
j.     Fotokopi izin tinggal orang tua WNI yang masih berlaku,
k.    Fotokopi kartu identitas atau izin tinggal orang tua WNA yang masih berlaku,
l.      2 (dua) lembar pasfoto biometrik berwana terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) dengan latar belakang putih atau abu-abu muda,
m.  Biaya pembuatan paspor sebesar US$.23.
 
KETERANGAN PASFOTO
Ketentuan pasfoto untuk pembuatan Paspor Indonesia baru:
a.    Ukuran pasfoto biometris adalah minimum 3,5 x 4,5 cm tanpa pinggiran dan maksimum 4 x 6 cm bila berpinggiran.
b.    Badan dan wajah menghadap lurus ke depan dengan mata melihat kamera, mulut tertutup serta nampak kedua telinga.
c.    Apabila menggunakan kacamata, maka kacamata tidak boleh gelap atau berbayang dan tidak dikenakan merosot menghalangi pupil mata.
d.    Tidak diperkenakan menggunakan tutup kepala, namun jika menggunakan jilbab maka harus nampak seluruh wajah dari dagu hingga kening.
e.    Untuk anak-anak dan bayi tidak diperkenankan nampak orang lain, mainan atau benda lain di foto.
f.     Pasfoto langsung ditempelkan di formulir yang telah diisi.
 
2.    PASPOR DINAS
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang Paspor Dinas:
a.    Pembuatan Paspor Dinas hanya dapat dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pada bagian Direktorat Konsuler dengan permohonan dari instansi asal pemohon.
b.    KJRI Ho Chi Minh City tidak dapat membuat Paspor Dinas baru dan hanya dapat memperpanjang masa berlaku Paspor Dinas tersebut.
c.    Masa berlaku Paspor Dinas hanya dapat diperpanjang hingga 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan dan disarankan dilakukan 6 (enam) bulan sebelum masa berlakunya habis.
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk memperpanjang masa berlaku Paspor Dinas bagi WNI yang menetap di wilayah kerja KJRI Ho Chi Minh City:
a.    Memiliki nomor registrasi diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Paspor Dinas asli,
c.    Surat permohonan perpanjangan masa berlaku dari pemohon,
d.    Formulir Permohonan Paspor Baru (Perdim 14) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon,
e.    Fotokopi izin tinggal di Vietnam yang masih berlaku (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas),
f.     Surat Rekomendasi perpanjangan paspor dinas dari Instansi terkait yang menugaskan/asal,
g.    Surat keterangan tugas terbaru dari Kementerian Sekretariat Negara RI, 1 (satu) lembar pasfoto biometrik berwarna dengan latar belakang bebas,
 
Bila terdapat perubahan data pada paspor, harap sertakan juga dokumen-dokumen terkaitAmandemen/Perubahan Data tersebut.
 
B.   LAPOR DIRI/REGISTRASI
 
Warga Negara Indonesia (WNI) yang pindah dari wilayah Indonesia untuk menetap di luar negeri wajib melaporkan rencana kepindahannya kepada Kecamatan tempat tinggalnya. Setibanya di negara tujuan, WNI tersebut wajib mendaftarkan diri kepada Perwakilan Indonesia yang meliputi tempat tinggalnya dalam 30 hari sejak kedatangan. WNI yang berada di luar negeri wajib melaporkan keberadaan, kepindahan, perubahan alamat, status izin tinggal, dan kejadian penting lainnya (seperti kelahiran, perkawinan, perceraian, maupun kematian) kepada Perwakilan Republik Indonesia di negara setempat.
 
Hal ini berarti setiap WNI yang berada di Vietnam, baik itu untuk tujuan menetap, bekerja, belajar, kuliah, diharapkan memiliki kesadaran untuk segera mencatatkan dirinya ke Perwakilan Indonesia terdekat. Melalui registrasi diri ini, Perwakilan Indonesia dapat memberikan pelayanan dokumen konsuler/imigrasi atau bantuan kepada Anda apabila dibutuhkan. Informasikan pula kepada Perwakilan tempat Anda terdaftar bila Anda pindah alamat, pindah ke negara lain, atau pindah ke Indonesia.
 
REGISTRASI DIRI BAGI PEMEGANG PASPOR BIASA
 
Dokumen yang dibutuhkan untuk melaporkan diri di KJRI Ho Chi Minh City :
1.    Paspor asli
2.    Formulir Lapor Diri yang telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon,
3.    2 (dua) lembar pasfoto terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) ukuran 3x4 dengan latar belakang bebas,
4.    Fotokopi visa dan/atau izin tinggal di Vietnam yang masih berlaku (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas),
5.    Fotokopi halaman-halaman Paspor yang berisi data diri, tanda tangan pejabat dan halaman lain yang telah digunakan,
6.    Fotokopi surat registrasi tempat tinggal
7.    Fotokopi Akta Kelahiran
8.    Fotokopi Akta Perkawinan atau Buku Nikah bagi yang telah menikah,
9.    Fotokopi surat/akta perceraian bagi yang telah bercerai,
10. Fotokopi surat keterangan/kartu pelajar/mahasiswa dari Universitas/Sekolah bagi mahasiswa/pelajar yang belajar,
11. Fotokopi Surat Keterangan Bekerja bagi yang bekerja,
12. Fotokopi Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (bila ada)
13. Bila registrasi diri yang telah jadi akan dikirimkan kembali melalui jasa pos, harap sertakan amplop balasan beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).
 
C.    LEGALISASI
 
LEGALISASI DOKUMEN ASLI
 
Legalisasi adalah pengesahan tanda tangan pejabat atau otoritas yang berwenang yang tertera pada suatu dokumen.
1.    Dokumen yang dibuat atau diterbitkan di Indonesia dan akan dipergunakan di negara lain harus dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Beberapa negara juga mewajibkan dokumen tersebut kemudian dilegalisasi oleh perwakilan negara dimaksud di Indonesia.
2.    Dokumen yang dibuat atau diterbitkan di luar negeri dan akan dipergunakan di Indonesia harus dilegalisasi oleh pejabat atau otoritas negara setempat dan Perwakilan Republik Indonesia di negara setempat.
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengurus legalisasi dokumen/surat adalah:
1.    Proses legalisasi dokumen/surat dapat dilakukan bila pemohon telah menyerahkan SEMUA dokumen yang diwajibkan. Ketidaklengkapan dokumen akan berakibat pada durasi waktu pemrosesan legalisasi.
2.    Proses legalisasi adalah 5 (lima) hari kerja terhitung sejak aplikasi diterima dan dinyatakan lengkap oleh Petugas Konsuler.
 
Beberapa jenis Dokumen lainnya yang dapat dilakukan legalisasi di KJRI Ho Chi Minh City, sebagai berikut :
 
1.    DOKUMEN DAGANG/KOMERSIAL/PERUSAHAAN
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Surat pengantar dari pemohon,
b.    Dokumen asli yang telah dilegalisasi oleh pejabat pengadilan, pejabat kota, atau pejabat kamar dagang di Vietnam,
c.    Fotokopi dokumen yang akan dilegalisasi,
d.    Map plastik,
e.    Bukti pembayaran legalisasi sebesar USD 20 per dokumen,
 
2.    SURAT KUASA WARGA NEGARA INDONESIA
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengurus surat kuasa adalah:
a.    Penandatanganan Surat Kuasa harus dilakukan di depan Pejabat KJRI Ho Chi Minh City dan tidak dapat diwakilkan.
b.    Isi Surat Kuasa minimal harus mencantumkan data-data sebagai berikut:
1)      Data Pemberi Kuasa :
a)      Nama sesuai dengan yang tertera di Paspor
b)      Tempat dan Tanggal lahir
c)      Nomor Paspor
d)      Alamat di Vietnam
 
2)      Data Yang Diberi Kuasa :
a)    Nama
b)    Tempat dan Tanggal Lahir
c)    Nomor Paspor/KTP/SIM/Paspor/tanda pengenal
d)    Alamat di Indonesia
3)      Dokumen yang dibutuhkan adalah :
a)    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b)    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon,
c)    Surat Kuasa asli bermaterai Rp. 6.000 yang ditandatangani di depan Pejabat KJRI Ho Chi Minh City,
d)    Fotokopi halaman paspor/KTP/tanda pengenal (data pemberi kuasa dan yang diberi kuasa),
e)    Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh instansi terkait/kelurahan perihal menyatakan domisili bagi yang diberi kuasa,
f)    Paspor dan izin tinggal asli pemberi kuasa diperlihatkan kepada petugas,
g)    Bukti pembayaran legalisasi sebesar USD 20 per dokumen.
 
3.    SURAT KUASA WARGA NEGARA/PERUSAHAAN ASING
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Surat pengantar dari pemohon,
b.    Surat Kuasa asli yang telah dilegalisasi oleh pejabat pengadilan, pejabat pemerintah kota, atau pejabat kamar dagang di Vietnam.
c.    Bukti pembayaran legalisasi sebesar USD 20 per dokumen.
 
D.   SURAT KETERANGAN
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Surat Keterangan adalah:
1.    Proses pembuatan Surat Keterangan dapat dilakukan bila pemohon telah menyerahkan SEMUA dokumen yang diwajibkan dan mengisi formulir permohonan secara LENGKAP. Ketidaklengkapan dokumen akan berakibat pada durasi waktu pemrosesan legalisasi.
2.    Proses legalisasi adalah 5 (lima) hari kerja terhitung sejak aplikasi diterima dan dinyatakan lengkap oleh Petugas Konsuler.
 
Beberapa jenis Surat Keterangan yang dapat dilakukan di KJRI Ho Chi Minh City, sebagai berikut :
 
1.    SURAT KETERANGAN KELAHIRAN
 
Surat Keterangan Kelahiran adalah bukti pencatatan kelahiran WNI di luar negeri yang dikeluarkan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat peristiwa kelahiran terjadi.
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua WNI,
c.    1 (satu) lembar pasfoto berwarna yang dibuat tidak lebih dari 3 (tiga) bulan dengan latar belakang bebas,
d.    Akta Kelahiran asli diperlihatkan kepada petugas KJRI Ho Chi Minh City,
e.    Fotokopi Akta Kelahiran di Vietnam,
f.     Fotokopi Akta/Buku Perkawinan orang tua,
g.    Bukti pembayaran Surat Keterangan Kelahiran sebesar USD 10 per dokumen.
 
2.    SURAT KETERANGAN STATUS PERKAWINAN
 
Surat Keterangan Status Perkawinan adalah surat yang menyatakan status perkawinan seseorang misalnya belum menikah atau telah bercerai.
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh CIty (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon,
c.    Surat Keterangan Status Pernikahan yang dikeluarkan oleh KUA atau Catatan Sipil di Indonesia tidak lebih dari 6 (enam) bulan dan telah dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI dan Kementerian Luar Negeri RI )*,
d.    Membuat Surat Pernyataan Akan Menikah (halaman 1) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yang akan menikah,
e.    Membuat Surat Pernyataan Akan Menikah (halaman 2) yang ditandatangani oleh pemohon WNI dan 2 (dua) orang saksi WNI,
f.     Fotokopi paspor pemohon,
g.    Fotokopi visa/izin tinggal pemohon,
h.    Fotokopi paspor dan/atau kartu identitas pasangan,
i.      Fotokopi paspor dan visa/izin tinggal saksi,
j.     Fotokopi Akta/Surat Peceraian bagi yang telah bercerai,
k.    Fotokopi Akta/Surat Kematian pasangan apabila pasangan sebelumnya telah meninggal,
l.      Bukti pembayaran Surat Keterangan Status Perkawinan sebesar USD 20 per dokumen.
 
Catatan:
*Apabila Surat Keterangan Status Perkawinan dari KUA/Catatan Sipil Indonesia tidak dapat diperoleh karena alasan domisili di Vietnam, maka surat tersebut dapat diganti dengan Akta/Surat Pernyataan yang dibuat di depan notaris di Vietnam dan kemudian dilegalisasi oleh Deplu HCMC.
 
3.    SURAT KETERANGAN PERKAWINAN
 
Surat Keterangan Perkawinan adalah bukti pencatatan perkawinan WNI di luar negeri yang dikeluarkan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat peristiwa perkawinan berlangsung.
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon,
c.    Fotokopi Akta Perkawinan di Vietnam,
d.    Akta Perkawinan asli diperlihatkan kepada petugas KJRI Ho Chi Minh City,
e.    Fotokopi Paspor masing-masing istri dan suami,
f.     Fotokopi visa/izin tinggal/tanda pengenal masing-masing istri dan suami,
g.    Bukti pembayaran Surat Keterangan Perkawinan sebesar USD 20 per dokumen.
4.    SURAT KETERANGAN PULANG HABIS (dapat dilampiri DAFTAR BARANG PINDAHAN WARGA NEGARA INDONESIA)
 
Ketentuan yang mengatur mengenai "Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang Pindahan". Silahkan click disini
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon,
c.    Fotokopi surat keterangan pindah tempat tinggal
d.    Fotokopi Paspor (halaman data pemohon),
e.    Fotokopi izin tinggal,
f.     Fotokopi tiket pulang ke Indonesia,
g.    Daftar Barang Pindahan yang ditandatangani pemohon (bila membawa barang pindahan),
h.    Bukti pembayaran Surat Keterangan Pulang Habis WNI sebesar USD 15 per dokumen.
 
5.    SURAT KETERANGAN SIM INDONESIA
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Memiliki nomor Registrasi Diri di KJRI Ho Chi Minh City (telah terdaftar di KJRI Ho Chi Minh City),
b.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon,
c.    Fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia yang masih berlaku,
d.    Fotokopi Paspor (halaman data pemohon),
e.    Fotokopi izin tinggal,
f.     Bukti pembayaran Surat Keterangan SIM Indonesia sebesar USD 15 per dokumen.
 
6.    SURAT KETERANGAN KEMATIAN
 
Surat Keterangan Kematian adalah bukti pencatatan kematian WNI di luar negeri yang dikeluarkan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat peristiwa kematian terjadi.
 
Dokumen yang dibutuhkan adalah:
a.    Formulir Legalisasi/Surat Keterangan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon (pihak keluarga/saudara/kerabat),
b.    Akta/Surat Kematian asli diperlihatkan kepada petugas KJRI Ho Chi Minh City,
c.    Fotokopi Akta/Surat Kematian dari kantor polisi Vietnam,
d.    Fotokopi Paspor yang meninggal dunia,
e.    Fotokopi visa/izin tinggal/tanda pengenal yang meninggal dunia,
f.     Surat Keterangan Kematian tidak dikenakan biaya.
 
 More|
​​