Vietnam Golden Cashew Festival, Usaha Menggapai Ekspor 1 Miliar Dollar Amerika pada Tahun 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Vietnam merupakan eksportir biji kacang mete terbesar dunia sejak tahun 2006, memenuhi 50% dari kebutuhan pasar dunia. Pada tahun 2009 telah diekspor 177,000 ton biji kacang mete senilai US$850 juta ke 50 negara. Target ekspor tahun 2010 sebesar 180,000 ton senilai US$1 miliar. Industri budidaya kacang mete ini tidak lagi dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan, namun sudah berubah menjadi penyumbang devisa negara. Tanaman jambu mete merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar Vietnam. Luas perkebunan jambu mete Vietnam mencapai 450,000 ha dengan total produksi sebesar 350,000 ton.

 

Dari kondisi dan capaian di atas, maka pemerintah Vietnam pada tanggal 20 Maret 2010, untuk pertama kalinya menggelar Festival Nasional Jambu Mete (Cashew) yang diselenggarakan oleh People’s Committee di kota Dong Xoai, Provinsi Binh Phuoc. Festival yang berskala nasional ini dibuka secara langsung oleh Presiden Nguyen Minh Triet.  Ikut menghadiri Deputy Perdana Menteri, Mr. Truong Vinh Trong, Mantan Wakil Presiden Vietnam, Mrs Truong My Hoa, Deputy Perdana Menteri Kamboja, Mrs. Men-Sam-On, Permanent Deputy Perdana Menteri PDR Laos, Mr. Somsavat Lengsavath, perwakilan negara asing, produsen cashew di Asia maupun Afrika, pejabat provinsi dan eksportir maupun importir dari beberapa negara di dunia. Atas undangan Pemda Binh Phuoc, ACG (Acting Consul General) KJRI HCMC, Dalton Sembiring turut menghadiri acara pembukaan Vietnam Golden Cashew Festival.

Intro

ACG beserta Ibu Mia Sembiring melakukan kunjungan ke Deplu Provinsi Binh Phuoc, diterima oleh Vice Director, Mr Truong Thanh Tuyet (kedua dari kiri)

 

Dalam sambutannya, Presiden Triet menyatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, tanaman jambu mete telah banyak membantu petani Vietnam dalam menghapuskan kelaparan, mengurangi kemiskinan dan stabilisasi pendapatan penduduk di kawasan pedalaman, pedesaan dan perbatasan. Banyak keluarga yang tergantung pada perkebunan jambu mete, banyak pekerja yang bekerja di pabrik pengolahan jambu mede, dan terdapat ribuan pengusaha dan peneliti tergantung pada produksi, pengolahan dan penelitian jambu mete.

Toast01

Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet (sebelah kiri lensa, membelakangi kamera) menyambut undangan diplomatik dengan toast.

Dari kanan ke kiri; Vice director VINACAS, ACG-Dalton Sembiring, CG Konsulat India-Dr. Jitendra Nath Misra.

 
Toast02

Dari kanan ke kiri; ACG-Dalton Sembitng, Mrs.Misra Istri CG India, CG India-Dr. Jitendra Nath Misra, Permanent Deputy PM PDR Laos, Mr. Somsavat Lengsavath, Ibu Mia Sembiring

 

Selama berlangsungnya festival, diadakan 2 buah seminar dengan tema ‘Strategies to develop the cashew business in Vietnam’ dan ‘Building and developing local and national trademarks for the cashew industry’. Juga diselenggarkan konferensi antar penghasil kacang mete terbesar dunia yaitu, Vietnam, Brazil dan India, yang berencana mendirikan International Cashew Association. Turut memeriahkan acara ini, adalah pameran dengan 400 booth yang menampilkan bibit dan produk olahan jambu mete, teknologi dan mesin pengolahan kacang mede oleh perusahaan domestik dan internasional. Capaian penting lainnya adalah diresmikannya Cashew Transaction Floor pertama di Vietnam, pusat perdagangan kacang mete yang beroperasi secara elektronik dan didukung oleh Sacombank, dimaksudkan untuk mencegah adanya fluktuasi harga dan telah dilengkapi dengan sistem perdagangan modern, akses kredit mudah, dan adanya jaminan harga. Pada kesempatan ini Deputy PM Vietnam, Mr. Truong Vinh Trong menyerahkan secara simbolik 200,000 bibit jambu mete kepada wakil pemerintah Laos dan Kamboja. Juga dilakukan pemberian penghargaan berupa Golden Cashew Award kepada 20 individu dan kelompok yang telah berjasa dalam mengembangkan industri jambu mete Vietnam.

 

Provinsi Binh Phuoc, tempat dilangsungkannya Festival Nasional Jambu Mete, merupakan sentra kacang mete di Vietnam, dengan luas lahan 169.526 ha atau 37% dari total lahan, dengan  produksi kotor rata-rata sebesar 200.000 – 250.000 ton atau 57-71% total produksi Vietnam. Produk yang dihasilkan dari jambu mete antara lain permen, selai dan jelly, jus, minuman beralkohol, minyak untuk industri serta 30 jenis makanan olahan lainnya. Selain itu, kayu dari pohon yang telah tua (lebih dari 25 tahun) dapat digunakan sebagai bahan baku industri furniture. Tanaman tersebut mulai berbuah pada usia 3 tahun, dan mencapai hasil maksimal antara 7-15 tahun, dan dapat berbuah hingga 25 tahun. Namun demikian, hanya terdapat 1 kali musim panen dalam 1 tahun. Terdapat lebih dari 100 perusahaan di provinsi Binh Phuoc yang memproduksi dan mengolah jambu mete dan telah menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.

Show

ACG mencicipi kacang mete pada kunjungan ke booth peserta pameran


     Selain sebagai produsen kacang mete terbesar, provinsi Binh Phuoc juga merupakan penghasil lada dan karet terbesar di Vietnam. Terdapat 4 (empat) perusahaan karet tebesar di Vietnam berada di provinsi tersebut. Perkebunan jambu mete lebih menguntungkan dibanding dengan karet. Seorang petani jambu mete mampu memperoleh pendapatan VND100-200 juta (US$5,434-10,869) per ha, lebih tinggi dibanding perkebunan karet yang hanya memperolah VND80 juta (US$4,350) pada lahan yang sama. Provinsi tersebut terus berupaya mengembangkan ketiga komoditi utama dengan mengembangkan bibit, teknologi, peralatan dan menerapkan Vietnam Good Agriculture Practice (VietGAP). (sumber: KJRI HCMC)