TARI SAMAN DARI ACEH TAMPIL MEMPESONA PADA FESTIVAL BUNGA DALAT 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bangsa besar dalam proses pembentukan, suatu pekerjaan besar sedang dipertunjukkan kepada dunia. Festival Bunga Dalat 2010 menyedot ratusan ribu turis mancanegara dan lokal untuk menyaksikan keindahan aneka bunga dan berbagai tampilan budaya dan produk-produk Vietnam bagian selatan, yang juga diperuntukkan dalam rangka memperingati 1000 tahun Kota Ha Noi. Suatu terobosan baru bagi kerjasama dan persahabatan Indonesia, budaya Indonesia, tari Pendet dan Saman turut mewarnai germerlapnya acara pembukaan Festival pada tanggal 1 Januari 2009. Sejak festival dilaksanakan enam tahun lalu, maka inilah pertama kalinya tari-tarian Indonesia tampil secara menggairahkan musim dingin kota pegunungan ini.
 
Seluruh hadirin berpesta, berkumpul di sekitar danau Xuan Huong tempat Festival Bunga Dalat, Propinsi Lam Dong, semua pelosok kota telah dihiasi oleh berbagai kreasi dan rangkaian dengan dasar bunga. Danau ini dikelingi oleh manusia yang tak terhitung jumlahnya. Hanya satu kata “luar biasa”, dan sapaan President Nguyen Minh Triet terhadap tamu corps diplomatik dan pejabat Pemerintah pusat dan Daerah Prop. Lam Dong serta ratusan ribu pengunjung menghangatkan suasana kota dengan suhu dingin antara 16 – 20 derajat.
 
Dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat tahun baru, membuka Festival Bunga, President Triet juga mengumumkan secara resmi kota Dalat sebagai “the City of Flower Festival”. Presiden Triet menyatakan bahwa festival tidak hanya sebagai ajang pertunjukan kecantikan berbagai jenis bunga tapi juga merupakan event ekonomi, budaya dan pariwisata, baik dari segi industri bunga, perdagangan bunga, juga menarik turis mancanegara, mempromosikan budaya dan pembangunan ekonomi.
 
Sebelum acara Pembukaan, Presiden Triet menyapa para tamu termasuk Acting Konjen RI pada acara resepsi di Istana Dinh 2, berfoto bersama. “I am very happy to see you here. How long have you been in Vietnam?”.
Toast dan saling membagi makanan sebagai gaya khas Vietnam, memberi kesan yang baik kepada tamu, khususnya dari mancanegara. Bangsa yang menuju kohesifitas, persatuan dan kemajuan bersama melalui pekerjaan besar yang memerlukan usaha, koordinasi dari seluruh event organiser yaitu pemerintah prop. Lam Dong, Pemerintah Pusat dan Hanoi serta kalangan usaha. Penampilan tari dan budaya Vietnam di Dalat terlihat unik dan nyambung dengan budaya-budaya di Nusantara, dari nada lagu-lagunya yang terasa langsung menunjukkan kehangatan.
 
Pemerintah Vietnam mengeluarkan banyak dana sehingga tontonan spektakuler ini terbuka dan gratis bagi semua orang. Festival Bunga telah meningkatkan pamor kota Dalat sebagai Kota seribu bunga. Hotel-hotel penuh, sebulan lalu pun sudah tidak ada. Penari KJRI yang tampil atas undangan Pemerintah Prop. Lam Dong dan merupakan satu-satunya tampilan asing yang hadir pada pembukaan tanggal 1 Januari mendapat sambutan tepuk tangan yang bergemuruh.
 
Tampilan Indonesia memang kecil atau secuil karena pesta ini besar sekali. Tapi Indonesia tampil secara mengesankan, apik dan penuh semangat persahabatan, terlebih lagi dari 9 (sembilan) orang penari Saman hanya satu orang warga Indonesia, dan selebihnya adalah mahasiswa Vietnam yang sedang kuliah pada jurusan budaya dan bahasa Indonesia di Ho Chi Minh City.