Sate Ayam dan Tari Pendet Semarakkan World Taste Festival 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dua booth bertajuk “Original Taste of Indonesia” menyajikan aneka makanan seperti sate ayam, sup buntut dan iga, serta makanan kecil lainnya menyedot animo luar biasa para pengunjung World Taste Festival 2009 diselenggarakan oleh Departemen Olahraga, Budaya dan Pariwisata Ho Chi Minh City tanggal 3 – 6 Desember 2009. Sajian khas Indonesia di lapangan tebuka 23/9 park, distrik1 ini dihadiri oleh sekitar 80.000 orang pengunjung dan telah diliput oleh berbagai media cetak dan elektronik HCMC. Booth yang secara khusus didesain KJRI Ho Chi Minh City ini pada akhirnya juga dianugerahi ketiga terbaik untuk kategori booth terindah.
 
Keikutsertaan KJRI adalah untuk mempromosikan masakan Indonesia mengingat belum ada restauran atau masakan Indonesia di HCMC. Selain menampilkan berbagai jenis makanan, KJRI juga berpartisipasi pada acara hiburan pada upacara pembukaan tanggal 3 Desember dengan menampilkan Tari Pendet dan Tari Piring. Kedua tarian ini dibawakan oleh penari binaan KJRI. Penampilan ini menjadi luar biasa karena disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi utama Vietnam secara nasional, yaitu Vietnam Television (VTV) dan Ho Chi Minh City Television (HTV). Dari 24 negara yang mencalonkan tampilan tarian untuk pembukaan yang disiarkan secara langsung tersebut, hanya 3 negara yang lolos yaitu Indonesia (tari Pendet), India dan Korea Selatan, selain tuan rumah Vietnam.
 
Booth KJRI juga dihiasi oleh berbagai ornamen budaya Indonesia sehingga menarik bagi pengunjung untuk lebih memahami budaya Indonesia, sambil menikmati makanan-makanan yang unik. Pada sela-sela acara, KJRI juga mengadakan pengajaran musik tradisional dengan penggunaan centing yang disediakan selama acara. Centing ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Vietnam maupun mancanegara, beberapa pengunjung terlihat datang kembali membawa anak-anaknya memainkan musik partitur “Kebo Giro”. 
 
Antusiasme pengunjung booth KJRI dan kecantikan dekorasi, penggunaan pakaian tradisional selama berjualan dan pertunjukan aktivitas tradisional selama Festival merupakan unsur penilaian bagi keberhasilan KJRI dalam mendapatkan booth terindah pada Festival tersebut. Dalam soal makanan, beberapa pengunjung bahkan bertanya mengenai alamat restoran yang menyajikan masakan ini, walau kenyataannya hanya disiapkan oleh tangan-tangan terampil ibu-ibu Dharma Wanita dengan dukungan beberapa masyarakat Indonesia. Festival diikuti oleh sekitar 24 negara dan puluhan peserta dari dalam negeri Vietnam, termasuk restoran ternama di HCMC.