Rumah Gadang dan Tari Piriang Raih Peringkat Pertama Pada Festival Budaya Ketimuran USSH

Rumah Gadang dan Tari Piriang berhasil meraih peringkat pertama pada kompetisi yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Festival Budaya Ketimuran di University of Social Sciences and Humanities (USSH), 4-5 Desember 2015 di kampus USSH di pusat kota HCMC. Rumah Gadang dan Tari Piriang, dibuat dan ditarikan oleh mahasiswa Jurusan Studi Indonesia berhasil memperoleh penilaian tertinggi dewan juri mengungguli karya dari 5 (lima) jurusan studi lainnya.
Festival Budaya Ketimuran diselenggarakan oleh Faculty of Oriental Studies (FoS) USSH serta diikuti oleh enam jurusan studi yaitu: Arab, Australia, India, Indonesia, Thailand dan Tiongkok. Festival dimaksudkan sebagai ajang unjuk kreativitas serta pemahaman mahasiswa masing-masing jurusan studi mengenai negara-negara yang menjadi topik pembelajaran dengan menampilkan keunikan budaya negara tersebut.
Festival Budaya Ketimuran merupakan kegiatan tahunan yang sudah 18 (depalan belas kali) diselenggarakan sejak diresmikannya Faculty of Oriental Studies pada 1994. Dalam sambutannya, Wakil Rektor USSH menyampaikan Festival Budaya Ketimuran telah menjadi platform kerjasama yang menarik antar berbagai departemen di USSH, maupun dengan berbagai instansi lainnya termasuk dengan sejumlah Konsulat Jenderal di HCMC. Disampaikan bahwa dukungan sejumlah Konsulat Jenderal tidak hanya dalam konteks penyelenggaraan ataupun partisipasi jurusan studi dalam berbagai kegiatan namun terlebih pada capaian substansi jurusan studi, “enabling the achievements of Cultural Studies due to Consulates support”.
Selain kompetisi pemahaman budaya, pada Festival Budaya Ketimuran 2015, untuk pertama kalinya diselenggarakan kompetisi Miss Oriental guna mempromosikan mahasiswa yang berpenampilan menarik serta memiliki bakat dan intelijensi. Pada kompetisi tersebut mahasiswa Jurusan Studi Indonesia berhasil meraih gelar Miss Oriental USSH 2015.
Pula untuk pertama kalinya pada Festival Budaya Ketimuran 2015 ditampilkan pemandu acara dengan menggunakan tiga bahasa dalam memberikan informasi mengenai pertunjukkan yang akan ditampilkan, yaitu bahasa Vietnam, Inggris dan bahasa negara yang penampilan budaya akan dipertunjukkan. Melalui kondisi tersebut mahasiswa didorong untuk menjadi penutur yang cakap dari bahasa asing yang sedang dipelajari, serta diberikan wadah untuk mengaktualisasikannya.
Beragamnya kebudayaan Indonesia serta antusiasme mahasiswa Jurusan Studi Indonesia memungkinkan penampilan seni yang beragam dipertunjukkan para mahasiswa tersebut, dimana pada acara pembukaan ditampilan Tari Saman. Tarian berhasil ditampilkan dengan begitu indah memukau serta memberi hiburan yang menarik bagi mahasiswa dari berbagai jurusan termasuk studi negara-negara lainnya.
Sementara pada sesi Oriental Night mahasiswa Jurusan Studi Indonesia menampilkan tari Indang, Pencak Silat Minang, modern dance diiringi lagu Agnes Monica berjudul Tak Ada Logika, serta tari Piriang lengkap dengan menari, melompat-lompat diatas pecahan keramik.
Sumber: KJRI Ho Chi Minh City.