Menelusuri Relokasi Industri, Himpunan Kawasan Industri Indonesia Mengadakan Kunjungan Perbandingan ke HCMC

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Hengkangnya penanam modal asing dari Indonesia ke Vietnam beberapa tahun lalu, tentu membawa dampak negatif bagi perusahaan pengelola kawasan industri di Indonesia. Ada banyak hal terkait yang memungkinkan hal tersebut terjadi. Kendati belakangan diketahui diantara beberapa perusahaan yang hengkang tersebut telah kembali ke Indonesia, khususnya produsen sepatu dan televisi. Untuk mengetahui langsung dari lapangan dan sumber pertama itulah organisasi Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melakukan kunjungan perbandingan ke kota Ho Chi Minh serta ke propinsi Binh Duong.

 

Rombongan HKI yang berjumlah kurang lebih 30 orang melakukan kunjungan ke KJRI HCMC pada tanggal 31 Maret 2010 diterima Dalton Sembiring sebagai acting consul general (ACG) didampingi kepala fungsi Protkons, Alimudin Pohan dan kepala fungsi Pensosbud, Wuri Handayani, BPKRT HCMC Oyon Cahyono, serta staff bidang Ekonomi, Taufiqul Hidayah.

pix1

Rombongan HKI berfoto bersama ACG HCMC didepan kantor KJRI HCMC

Dalam sambutannya ACG menyatakan KJRI merasa senang dengan kehadiran rombongan HKI untuk mempelajari capaian bisnis di HCMC yang telah berkembang pesat, khususnya dalam pengelolaan kawasan industri. Selain itu ACG sangat tergugah dengan penampilan rombongan yang kesemuanya menggunakan batik, kekayaan budaya Indonesia yang telah dinyatakan sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. KJRI HCMC dalam kapasitasnya sebagai perwakilan Indonesia di bagian selatan Vietnam siap membantu HKI, dan selalu siap memfasilitasi kepentingan dan kegiatan Indonesia di Vietnam.

 

Menyikapi sambutan ACG, Ketua HKI, Hendra Lesmana sangat berterima kasih atas motivasi KJRI HCMC dalam menjalankan perannya, terlebih yang secara khusus diarahkan ke HKI. Selain menjelaskan tujuan kunjungan HKI ke kota Ho Chi Minh, Ketua HKI menyatakan saat ini beranggotakan sebanyak 57 kawasan industri, tempat bermukimnya 6200 industri yang menyerap 1,5 juta tenaga kerja. Jumlah yang akan terus bertambah, mengingat PP No 24 tahun 2009 mengatur bahwa kegiatan industri harus dilakukan didalam kawasan industri.

 

Sesi tanya jawab disi dengan tukar informasi mengenai pembangunan kawasan industri dan peran pemerintah Vietnam dalam mendorong kemajuan kawasan industri khususnya, perekonomian secara umum. Selain itu terdapat pula usulan agar perwakilan RI diluar negeri (khususnya KJRI HCMC) dapat bersikap lebih praktis jika memiliki informasi dan kesempatan, dengan langsung menyampaikan informasi kepada pengusaha yang terkait, mengingat selama ini diplomasi G to G terasa belum maksimal dampaknya kepada dunia usaha.

 

Pada kesempatan tersebut ACG menyampaikan informasi antara lain mengenai tidak adanya premanisme, produk hukum yang terus diadakan untuk mengimbangi dinamika pasar, dan bagaimana Vietnam secara cepat dapat mengubah orientasi ekspor menjadi pemaksimalan penyerapan pasar lokal ketika ekonomi dunia terpuruk.

 

pix2

Ketua HKI, Hendra Lesmana memperlihatkan cendera mata yang baru diterima dari ACG HCMC, Dalton Sembiring

 

Acara di KJRI HCMC selesai seusai pertukaran cindera mata, dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Ho Chi Minh City Export Processing And Industrial Zones Authority (HEPZA), setelah itu rombongan menuju ke propinsi Binh Duong lokasi Vietnam Singapore Industrial Park (VSIP) dan Dong An Industrial Park II, untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai hal-hal teknis pembangunan kawasan industri di Vietnam. KJRI HCMC juga menjadwalkan agar rombongan HKI dapat mengunjungi PT Dynaplast dan Alkana Vietnam, perusahaan Indonesia yang berlokasi di kawasan industri tersebut. (Sumber: KJRI HCMC)

 

pix3

Rombongan dikantor Ho Chi Minh City Export Processing And Industrial Zones Authority (HEPZA)