LAGU “SI JANTUNG HATI” BERDENGUNG SAAT KULIAH UMUM TENTANG INDONESIA DI CAN THO UNIVERSITY, VIETNAM

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Badan ku kurus bukan lah kurang makan….. sakit hatiku karena si Jantung Hati… ooo… si Jantung Hati”, demikian suara salah satu mahasiswa Vietnam diikuti oleh sekitar 150 orang mahasiswa yang mengikuti kuliah umum tentang Indonesia oleh Acting Konjen, Dalton Sembiring di Can Tho University, 5 Maret 2010 lalu. Dalam kesempatan sebelum pelaksanaan kuliah umum, Rektor Can Tho University – Vietnam, Nguyen Anh Tuan, Ph.D juga telah mengajak mahasiswanya untuk mempelajari Bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dimengerti oleh sebagian besar penduduk Asia Tenggara.

 

Kuliah umum dihadiri oleh 150 orang mahasiswa dari 3 (tiga) Fakultas: Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pariwisata. Selain itu, wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humanoria, Dr. Le Ngoc Thach dan wakil Direktur Departemen Hubungan Internasional, Pham Xuan Binh  juga turut hadir selama kuliah berlangsung. Dalam kuliahnya Acting Konjen menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan berbagai suku bangsa dan budaya serta jumlah penduduk terpadat ke-4 di dunia memiliki potensi besar baik dalam sumber daya alam dan manusia (SDA dan SDM). Dia juga memberikan gambaran mengenai hubungan ekonomi dengan Vietnam yang terus meningkat dan menyampaikan aspek-aspek kerjasama kedua negara yang potensial seperti perikanan, pertanian dan kehutanan serta pengembangan SDM. Pada akhir presentasi, disampaikan pula mengenai budaya dan pariwisata Indonesia serta kerjasama pendidikan dengan Vietnam.

  Acting Konjen saat memberikan pemaparan tentang Indonesia

 

Pada sesi tanya jawab, mahasiswa Vietnam banyak menanyakan syarat-syarat mendapatkan beasiswa di Indonesia dan pandangan mengenai masa depan Vietnam. Mahasiswa nampak sangat antusias menerima pengetahuan tentang Indonesia terutama tentang budaya dan bahasa. Pada bagian akhir kuliah umum, salah satu peserta meminta diajarkan sedikit tentang bahasa Indonesia dan keinginan untuk menyanyikan lagu “si Jantung Hati” yang sangat terkenal di antara kalangan muda dan mahasiswa Vietnam.

  Salah satu mahasiswa saat menyanyikan lagu “Si Jantung Hati”

 

Dalam jamuan makan malam oleh pihak manajemen Universitas Can Tho, wakil Direktur Departemen Hubungan Internasional menyatakan harapan agar kerjasama dibidang pendidikan, pengajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia termasuk juga kerjasama U to U dalam beasiswa pertukaran guru dan murid dapat direalisasikan setelah kunjungan ini. Selain itu disampaikan pula bahwa Universitas Can Tho akan sangat terbuka dalam kerjasama di bidang pertanian, perikanan dan penanggulangan dampak perubahan iklim.

  Acting Konjen dan Rektor Can Tho Univeristy

  Acting Konjen dan Rektor Can Tho University didampingi  oleh Ibu Mia Sembiring (kiri) dan Kepala Fungsi Pensosbud KJRI, Ibu Wuri Handayani (kanan)

 

Kuliah umum kali ini merupakan pertama di tahun 2010 yang dilakukan oleh KJRI dalam rangka mempromosikan dan lebih mengenalkan budaya, pariwisata serta perkembangan ekonomi Indonesia kepada kaum intelektual Vietnam. Can Tho University merupakan universitas terbesar dan ternama di kawasan Delta Mekong yang telah menyumbangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan penelitian ilmiah bagi pembangunan ekonomi dan sosial Vietnam. Can Tho University terletak di Can Tho City, kota no. 4 terbesar di Vietnam, dan memiliki luas tanah lebih dari 200 hektar, dengan sekitar 40.000 mahasiswa. Kendati telah menyelenggarakan berbagai bentuk kerjasama dengan beberapa perwakilan asing di Ho Chi Minh City, Can Tho University baru pertama kali mendapatkan perkuliahan langsung dari perwakilan asing. Karena itu tidak heran  para mahasiswa menyambut dengan baik kuliah yang berlangsung lebih dari 2 jam tersebut. Hingga usai juga masih ada yang menyempatkan diri bertanya dan berfoto atau sekadar bersalaman.

   Foto bersama dengan sebagian mahasiswa di depan pusat studi Can Tho University

 

Para pemerintah propinsi di kawasan Mekong mendukung pengembangan Can Tho University dengan berbagai cara, antara lain menyumbang pembangunan gedung asrama berikut prasarananya. Sementara itu, pihak universitas juga banyak membantu pemerintah dalam penelitian pertanian, peternakan dan perikanan serta membantu menyelenggarakan administrasi pemerintahan termasuk perencanaan dan evaluasi penyelenggaraan. Karena itu, Universitas memegang posisi cukup penting dalam pembangunan daerah. Perlu diketahui bahwa wilayah Mekong adalah sentra pertanian padi, buah-buahan serta aquaculture seluruh Vietnam.

 

Sumber: KJRI Ho Chi Minh City, 8 Maret 2010