Pertunjukan Perdana Tari Barong, Musik Indie dan Tarian Tradisionla Indonesia Meriahkan World Village Festival 2013 Helsinki

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

1.     Pertunjukan tari Barong Bali untuk pertamakalinya ditampilkan di World Village Festival (WVF) 2013 pada tanggal 25 Mei 2013 di Helsinki bersama penampilan band indie Indonesia yang tengah populer saat ini  ”White Shoes and the Couples Company” dan tari-tarian tradisional Indonesia seperti tari topeng Bali, tari Saman, Gaba-gaba, Poco-poco dan Lenggang Nyai. Pertunjukan-pertunjukan budaya Indonesia tersebut ditampilkan di tiga panggung berbeda di area pertunjukkan WVF 2013 di Kaisaniemi Park, Helsinki.

 

2.     Tari Barong Bali pada WVF 2013 ditampilkan oleh ”Banyu Petak”, kelompok tari dan gamelan yang baru terbentuk di KBRI Helsinki pada bulan Oktober 2012. Para penari dan pemain gamelan yang tergabung dalam ”Banyu Petak” adalah anggota masyarakat Indonesia yang ada di Helsinki yang terdiri dari berbagai macam kalangan, serta diasuh oleh seniman tari Bali I Ketut Suda Negara. Tari Barong yang ditampilkan oleh ”Banyu Petak” ini merupakan yang pertamakalinya ditampilkan di Finlandia. Dengan latihan yang cukup intens sejak Oktober 2012, penampilan tari Barong yang dinamis dan diiringi tabuhan gamelan yang rancak mengundang kekaguman ratusan penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut di Monsoon stage, WVF 2013. 

 

3.   Sementara di Tenava-Timbuktu Stage WVF 2013 ditampilkan pertunjukan budaya Indonesia lainnya yakni tari Topeng Bali oleh I Wayan Sutisna dan tari/tarian tradisional Indonesia yang terdiri dari tari Saman, Gaba-gaba, Poco-poco dan Lenggang Nyai yang dimainkan oleh kelompok tari Bhinneka. Penampilan di Tenava-Timbuktu stage membidik segmen anak-anak dan remaja oleh karena itu pertunjukan budaya Indonesia di panggung ini ditampilkan secara interaktif. Bhinneka sendiri merupakan kelompok tari yang anggotanya sebagian besar merupakan anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Finlandia. Penampilan tari Topeng dan tarian tradisional Indonesia di Tenava-Timbuktu stage telah berhasil menarik antusiasme para penonton untuk menari dan bergoyang poco-poco bersama.

 

4.   Berbeda dengan pertunjukan budaya Indonesia yang ditampilkan di dua panggung sebelumnya yang berupa tarian tradisional Indonesia, pertunjukan budaya di Savanna stage yang merupakan panggung musik utama di WVF 2013 menampilkan budaya populer Indonesia saat ini melalui grup band indie, ”White Shoes and the Couples Company” (WSATCC), yang khusus didatangkan dari Jakarta. Sembilan personel anggota WSATCC menghibur ribuan penonton WVF 2013 yang berdiri di depan Savanna stage dengan hentakan lagu-lagu apik yang diambil dari album-album mereka sebelumnya antara lain dari album ”vakansi” (2010). 

 

5.       World Village Festival (WVF) merupakan event budaya tahunan terbesar di Helsinki yang diselengarakan sejak tahun 1995. Tema dari WVF 2013 kali ini adalah Hak Asasi Manusia dengan fokus kebudayaan dari kawasan East and South East Asia. Pada tahun 2012 lalu, WVF dilaporkan dihadiri oleh sebanyak 80.000 orang pengunjung, dan pada tahun ini jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 100.000 orang.

 

6.       Melalui partisipasi pertunjukan budaya Indonesia secara masif di berbagai panggung di event budaya terbesar di Helsinki tersebut, KBRI Helsinki berharap masyarakat Finlandia semakin mengenal Indonesia, terutama akan keanekaragaman budaya Indonesia yang tidak hanya adi luhung dan indah untuk ditonton tetapi juga kaya akan jenis dan ragamnya. Penampilan budaya Indonesia ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Finlandia untuk berwisata ke Indonesia yang saat ini jumlahnya terus menunjukkan peningkatan. 

 Helsinki, 25 Mei 2013