6th IWG World Conference on Women and Sport dan Workshop Jaipong

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Indonesia yang diwakili oleh Delegasi Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) telah berpartisipasi pada the 6th International Working Group World Conference on Women and Sport (IWG) yang diselenggarakan di Helsinki pada tanggal 12 – 15 Juni 2014. Pada Konferensi tersebut Delegasi Indonesia terdiri dari Ketua Umum Perwosi, Ibu Devi Pandjaitan beserta 2 (dua) orang Pengurus Pusat Perwosi, dan dengan membawa serta seorang penari Jaipong profesional.


The 6th IWG 2014 di Helsinki diikuti oleh 500 (lima ratus) peserta dari 60 (enam puluh) negara dari seluruh dunia, dan untuk tahun ini mengambil tema ”Lead the Change - Be the Change”. IWG yang merupakan tindaklanjut dari Brighton Declaration di Inggris tahun 1994, dimana Indonesia merupakan salah satu pesertanya, merupakan wadah untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan memajukan olahraga, serta memiliki tujuan untuk menjamin partisipasi wanita dalam setiap aspek olahraga dan aktifitas fisik lainnya. 

Selaras dengan tema besar tersebut, dengan membawa subtema ”Initiatives in the Encouragement of Physical Exercise in Women Through the Use of Culture” Delegasi Indonesia pada presentasi di the 6th IWG Conference tanggal 13 Juni 2014, mencoba memperkenalkan Tari Jaipong kepada seluruh peserta Konferensi. Hal ini untuk menunjukkan bahwa di Indonesia sejak jaman dahulu telah terdapat hubungan yang sangat erat antara peran wanita, budaya dan olahraga. Tari Jaipong yang merupakan salah satu tari-tarian tradisional dari Jawa Barat dan banyak ditarikan oleh wanita, terbukti memilki dampak yang baik untuk kesehatan. Gerakan tari Jaipong tidak saja indah, namun juga dapat dipadankan dengan gerakan-gerakan olahraga aerobik yang dapat membakar kalori yang cukup banyak. Melalui Tari Jaipong, Delegasi Indonesia ingin menunjukkan dan mengajak para peserta konferensi untuk dapat mempromosikan olahraga kepada wanita melalui seni dan budaya.

Selain memperkenalkan tari Jaipong, dalam presentasinya, Delegasi Indonesia juga menjelaskan mengenai peran serta program-program Perwosi, yang merupakan organisasi Wanita Olahraga di Indonesia, dalam membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita Indonesia. Dijelaskan pula bahwa Perwosi telah terlibat dalam berbagai program mengatasi masalah sosial dan kesehatan di masyarakat Indonesia, seperti penanggulangan masalah obesitas pada wanita dan anak-anak di Indonesia. 

Presentasi Perwosi dalam the 6th IWG Conference selama kurang lebih 20 (dua puluh) menit mendapatkan sambutan yang baik dari para peserta konferensi. Penampilan Tari Jaipong oleh Delegasi Indonesia dipandang merupakan suatu terobosan yang sangat mengena dengan tema the 6th IWG Conference terkait kesinambungan olahraga dan peningkatan patisipasi wanita dalam bidang olahraga dan budaya. Sementara organisasi dan negara lain peserta the 6th IWG Conference pada umumnya mencoba menawarkan olahraga yang belum terlalu populer di kalangan wanita seperti netball dan rugby. 

Memanfaatkan keberadaan penari Jaipong profesional yang dibawa oleh Delegasi Perwosi di Helsinki, KBRI Helsinki menyelenggarakan workshop/pelatihan tari Jaipong selama 2 (dua) hari dari tanggal 14 – 15 Juni 2014, bertempat di KBRI Helsinki. Workshop tersebut diikuti oleh ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Helsinki, anggota sanggar tari Bhinneka Indonesia di Helsinki dan masyarakat Indonesia yang berada di Finlandia dan Estonia. Selain untuk menyempurnakan gerakan Tari Jaipong yang telah dipelajari oleh anggota sanggar Tari Bhinneka Indonesia di Helsinki, Workshop Tari Jaipong juga dimaksudkan untuk mengajak para wanita Indonesia yang ada di Finlandia dan Estonia untuk mengenal kebudayaan Indonesia sekaligus berolahraga. 

Pelaksanaan workshop selama dua hari tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dari warga masyarakat Indonesia yang ada di Finlandia dan Estonia, serta akan ditindaklanjuti dengan kegiatan menarikan tari Jaipong aerobik secara rutin di KBRI Helsinki