Estonia

REPUBLIK ESTONIA

 


 

I.     KETERANGAN DASAR

 

1.

Nama Resmi

:

Republik Estonia

2.

Bentuk Negara

:

Republik

3.

4.

Ibu Kota

Lagu Kebangsaan

:

:

Tallinn

Mu Isamaa, mu onn ja room

 

 

5.

Kepala Negara

:

Presiden Toomas Hendrik Ilves

6.

Kepala Pemerintahan

7. Menteri Luar Negeri

 

:

:

 

Perdana Menteri Andrus Ansip

Urmas Paet

8.

Letak

:

Estonia terletak di bagian Barat Laut Eropa Timur pada garis Lintang Utara 590 00” dan Bujur Timur 260 00”, dengan ketinggian rata-rata sekitar 50 m dari permukaan laut.

10.

Perbatasan

:

Estonia berbatasan dengan Laut Baltik, Teluk Finlandia, di antara Rusia dan Latvia.

11.

Wilayah

:

Luas wilayah Estonia 45.226 km2. Wilayah Estonia terdiri dari daratan seluas 43.211 km2 dan danau 2.015 km2. 1/10 wilayahnya terdiri dari pulau-pulau, yang berjumlah 1.520 pulau di Laut Baltik. Selain itu, 20% dari wilayah Estonia terdiri dari rawa-rawa.

12.

Iklim

:

Iklim di Estonia ditentukan oleh lokasinya yang terletak di barat laut kontinen Euroasia. Bagian terdekat dengan Laut Baltik sangat dipengaruhi oleh perbedaan iklim setempat, terutama di daerah pantai. Temperatur tahunan di titik terbarat adalah 6.0oC dan di bagian tertimur adalah sekitar 4.2oC - 4.3oC.

13.

Pembagian Wilayah

:

Terbagi atas 15 wilayah administratif propinsi atau maakond.

14.

Penduduk

:

1, 342.4 juta jiwa (2007)

15.

Hari Nasional

:

24 Februari (Hari Kemerdekaan)

16.

A g a m a

:

Evangelical Lutheran, Methodist, Advent Hari ke-7, Katolik Roma, Pantekosta, Yahudi, dan Baptist.

17.

Bahasa Nasional

:

Estonia

18.

Ekonomi

:

-  Mata uang        : Euro (€)

-  GDP perkapita :  USD 21,000 (est. 2008)

19.

Angkatan Bersenjata

:

Terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dengan jumlah kekuatan sekitar 291.696 orang (2005).

20.

Sistem Pemerintahan

:

Demokrasi Parlementer.   

21.

Sistem Peradilan

:

Didasarkan pada sistem hukum sipil. 

22.

Konstitusi

:

Konstitusi 1938 yang disahkan pada tanggal 28 Juni 1992.

           

 

 

           

II.    KERJASAMA BILATERAL

 

a.    Sejarah singkat hubungan bilateral

 

Indonesia memberikan pengakuan terhadap pemulihan kembali kemerdekaan dan kedaulatan Republik Estonia pada 16 September 1991. Pada tanggal 1 Februari 1993 Pemerintah Estonia menyetujui pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Estonia pada tingkat Duta Besar. Pembukaan hubungan diplomatik tersebut ditandatangani pada tanggal 5 Juli 1993. Pelaksanaan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Estonia dirangkap oleh Duta Besar Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia.

 

b.    Kerjasama dan hubungan politik

 

Hubungan bilateral Indonesia dan Estonia secara umum berjalan dengan baik. Hubungan diplomatik RI-Estonia yang telah terjalin sejak tahun 1993 membawa dampak positif dengan semakin meningkatnya kerjasama kedua negara di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Salah satunya adalah meningkatnya jumlah permohonan visa kunjungan warga negara Estonia ke Indonesia baik untuk kunjungan wisata maupun kunjungan usaha, bahkan untuk kunjungan jurnalistik.

 

c.    Kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi

 

Perdagangan Indonesia dan Estonia pada periode 2004-2009 mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun dengan total perdagangan antara 2 juta euro - 10 juta euro. Nilai perdagangan yang cukup mengesankan adalah pada tahun 2008, dengan total volume perdagangan 10,67 juta euro, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 6 juta euro atau tertinggi selama 4 tahun terakhir.

 

Pada periode Januari - Juni 2009, total perdagangan luar negeri Estonia dengan Indonesia mencapai 4.593.354 euro dengan nilai ekspor Estonia ke Indonesia mencapai 2.706.711 euro, dan import Estonia dari Indonesia sebesar 1.886.643 euro.  Dengan demikian, pada periode tersebut, Indonesia mengalami surplus perdagangan hingga 820.068 euro atau jauh menyusut dibandingkan tahun 2008 yang mencapai surplus sebesar 3.772.662 euro. Penurunan surplus ini disebabkan antara lain, situasi ekonomi di Estonia yang tidak menentu akibat krisis ekonomi dunia dan permintaan dalam negeri yang terus merosot. Selain itu, meningkatnya pengangguran mengakibatkan turunnya daya beli. Hal ini merupakan dampak langsung penutupan banyak pabrik dan perusahaan di Estonia akibat krisis ekonomi dunia.

 

Sepuluh komoditi utama yang mendominasi ekspor komoditi Indonesia ke Estonia dalam perdagangan bilateral kedua negara periode Januari-Juni 2009 adalah, animal or vegetable fats and oil; woods and articles of woods, paper and paperboard, furniture, bedding, mattrasses, organic chemical, articles of stone, plaster, cement, footwear, dan gaitters, manmade filaments, other made-up textile articles, manmade stapple fibres.

 

Berdasarkan data spesifik Bank of Estonia 2006, investasi langsung Indonesia ke Estonia sejumlah USD 1.980.000, sedangkan sebaliknya, tidak ada investasi Estonia di Indonesia. Investasi Indonesia tahun 2005 senilai USD 2.790.000.

 

d.    Kerjasama Sosial budaya dan pariwisata

 

Dalam upaya meningkatkan hubungan baik RI-Estonia di bidang sosial budaya, pada tahun 2002 telah ditandatangani persetujuan kerjasama kebudayaan antara Indonesia dan Estonia di Tallinn, Estonia oleh Dubes RI untuk Finlandia merangkap Estonia dan Menteri Kebudayaan Estonia. Persetujuan tersebut diratifikasi pada bulan Desember 2002. Selanjutnya sebagai tindak lanjut persetujuan kebudayaan tersebut, yang merupakan landasan dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara kedua negara di bidang kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, maka KBRI Helsinki telah melaksanakan pagelaran kebudayaan Indonesia di Tallinn, Estonia pada bulan Agustus 2002 dan Mei 2003.

 

Yayasan "Selamat Indonesia"

 

Konsul kehormatan RI di Estonia, Mr. Ain Lindre, pada awal 2006 menginformasikan bahwa dirinya dan beberapa pengusaha Estonia telah mendirikan organisasi non profit (non profit organisation) atau yayasan yang bernama "Selamat Indonesia". Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kerjasama kebudayaan, bisnis, turisme dan perdagangan antara Indonesia dan Estonia.

 

"Selamat Indonesia" didirikan melalui penandatanganan Charter of the Foundation oleh 18 (delapan belas) orang Estonia di kota Narva, Estonia, pada tanggal 26 Januari 2006. Anggota Yayasan "Selamat Indonesia" pada umumnya adalah para pengusaha dan politisi yang tertarik untuk memajukan kerjasama ekonomi dan kebudayaan antara kedua negara. Salah satu penandatangan yayasan tersebut adalah Walikota Narva.