Seminar “Prospek Peningkatan Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Kuba”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia dan Kuba sepakat mengenai besarnya potensi kedua negara untuk dikembangkan dalam suatu kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor, antara lain sektor kesehatan, bioteknologi, pertanian, industri gula, pendidikan, energi dan sumber daya mineral,  pemuda dan olah raga serta kebudayaan dan pariwisata. Pemahaman tersebut terungkap dalam Seminar sehari yang dilanjutkan dengan working table mengenai “Prospek Peningkatan Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Kuba” yang diselenggarakan oleh KBRI Havana bekerja sama dengan Parlemen Kuba (National Assembly of People’s Power).

 

Seminar secara resmi dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kuba, Banua Radja Manik dan Ketua Komisi Lingkungan Hidup Parlemen Kuba, Mr. Hector Eligio Amigo Carcaces. Hadir sebagai nara sumber adalah Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kuba, Daryatmo Mardiyanto; Wakil dari Kementerian Kesehatan RI, drg. Muhammad Kamaruzzaman;  Direktur Urusan Asia Oseania Kementerian Luar Negeri Kuba, Alberto Blanco; dan Wakil Presiden Cuban Institute for Friendship with the People  (ICAP), Alicia Corredera Morales.

Kegiatan seminar dan working table ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2010 dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan Indonesia – Kuba dengan melibatkan partisipasi delegasi GKSB DPR RI – Parlemen Kuba yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kuba didampingi wakil-wakil dari beberapa instansi terkait  RI, yaitu Direktur Jenderal Minerbapum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Setiawan; para pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri dan PT Aneka Tambang.

Kegiatan seminar dihadiri oleh  sekitar 90 orang yang terdiri dari berbagai kalangan di Kuba antara lain anggota parlemen, termasuk Ketua Komisi Industri dan Konstruksi serta Ketua Komisi Energi dan Lingkungan Hidup; kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan,  Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Investasi asing, Kementerian Industri Dasar, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Gula, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, kalangan akademisi, peneliti dan pers setempat di samping seluruh anggota delegasi GKSB DPR RI – Parlemen Kuba.

Seminar dipandu oleh specialist Asia Oseania pada Parlemen Kuba, Omar Torres Olivares.Seminar dilanjutkan dengan sesi working table yang tidak saja menjadi forum pertemuan berbagai kalangan dari kedua negara, tetapi juga untuk bertukar informasi dan gagasan kerja sama di berbagai sektor. Working table dibagi menjadi empat bidang, yaitu bidang energi dan sumber daya mineral; bidang kesehatan; bidang olahraga, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata serta  bidang gula dan pertanian.

Masing-masing bidang terdiri dari unsur-unsur parlemen dan kementerian terkait kedua negara.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya seminar.
Pada sesi tanya jawab, kedua pihak saling melontarkan berbagai pertanyaan dan masukan yang pada intinya mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara. (Sumber : KBRI Havana)