Sejuta Warna Film Indonesia pada Sekolah Film di Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ruang pemutaran film Escuela Internacional de Cine y Televisión (EICTV), sekolah perfilman dan televisi di kota San Antonio de Los Baños dipadati oleh sekitar 60 orang penonton yang terdiri dari pimpinan, dosen, dan mahasiswa sekolah ini serta para undangan dari berbagai institusi seni dan budaya di Kuba.  Antusiasme tampak terlihat di wajah para hadirin yang sebagian besar belum pernah menyaksikan film produksi Indonesia.
 
Di malam pembukaan ini, film perdana yang diputar adalah “Laskar Pelangi” arahan sutradara Riri Riza yang diangkat dari novel best seller karya Andrea Hirata. Film-film Indonesia lain yang diputar dalam Pekan Film yang berlangsung dari tanggal 23-27 September 2009 adalah “Denias, Senandung di Atas Awan”, “Berbagi Suami”, “3 Doa 3 Cinta”, dan “The Conductors”.
 
Malam pembukaan Pekan Film Indonesia pada 23 September 2009 menjadi babak baru dalam memperkenalkan film Indonesia di Kuba.  Selama hampir setengah abad hubungan bilateral kedua negara dapat dikatakan pengetahuan masyarakat, khususnya para pekerja film, terhadap film masing-masing sangatlah minim.  Padahal baik Indonesia maupun Kuba memproduksi film-film yang sangat berkualitas, bahkan meraih penghargaan dalam berbagai festival internasional.
 
Sehubungan dengan itu, sebagai upaya mempromosikan film Indonesia, KBRI Havana bersama pimpinan EICTV mencoba menghadirkan Pekan Film Indonesia di sekolah para calon sutradara dan pekerja film masa depan di kawasan Amerika Selatan.  Diharapkan dengan pemutaran film Indonesia ini dapat ditumbuhkan minat untuk melakukan kerjasama di bidang perfilman antar insan perfilman kedua negara dan kawasan.
 
KBRI Havana memilih EICTV sebagai tempat penyelenggaraan Pekan Film Indonesia karena melihat rekam jejak sekolah yang telah memiliki reputasi internasional ini.   Sejak berdiri pada tahun 1985, EICTV telah melahirkan banyak sineas terkenal yang merajai ajang festival film dunia.  Sekolah ini pada tahun 1993 menerima penghargaan “Roberto Rossellini” pada festival film Cannes, Perancis karena dianggap memiliki sumbangan besar terhadap perfilman dunia.  Sekolah film ini didirikan oleh Gabriel Garcia Marquez (pemenang hadiah Nobel bidang Kesusastraan tahun 1982 asal Kolombia), Fernando Birri (seorang penyair dan sineas terkenal asal Argentina), dan Julio Garcia Espinosa (Sutradara film terkenal asal Kuba) yang memiliki cita-cita untuk mengembangkan bakat para sineas muda dari berbagai penjuru dunia, khususnya dari kawasan Amerika Selatan, Afrika dan Asia.
 
Mahasiswa asing yang pernah bersekolah di sini tercatat berasal tak kurang dari 25 negara.  Pada saat ini terdapat 119 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara di kawasan Amerika Selatan dan Eropa, antara lain dari Argentina, Belgia, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia, Costa Rica, Yunani, Spanyol, Perancis, Inggris, Italia, Mexico, Portugal, dan Venezuela.
 
Seusai pemutaran film “Laskar Pelangi”, beberapa dosen dan mahasiswa mengatakan tidak menyangka bahwa kualitas film produksi Indonesia telah berada pada taraf setinggi tersebut, sehingga mereka sangat antusias untuk terus menghadiri pemutaran film Indonesia selama sepekan ini. Beberapa mahasiswa asing di sekolah itu bahkan menyatakan minat untuk dapat menimba ilmu lebih jauh pada sekolah film di Indonesia.  Semoga Pekan Film Indonesia di sekolah ini akan menjadi jembatan baru bagi kerjasama di bidang perfilman antar kedua negara.(sumber: KBRI Havana)