Peluncuran Buku Angklung Karya Prof. Eugenio Amado Silva Santiago

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ruangan pertunjukan musik di Konservatorium Musik “Jose White” yang terletak di kota Camaguey – kota tertua dan pusat seni budaya di Kuba - di malam tanggal 12 November 2009  bergemuruh dengan tepuk tangan hadirin yang memberikan standing ovation kepada Prof. Eugenio Amado Silva Santiago dan “Orkestra Angklung Jose White” yang menjadi asuhannya.  Lagu-lagu perjuangan dan daerah asal Indonesia serta komposisi musik klasik dalam nada-nada khas angklung meluncur fasih dari tangan para anggota Orkestra Angklung.  Bahkan bagi telinga para staf KBRI Havana yang hadir, alunan nada angklung yang dimainkan oleh Orkestra ini terasa menjadi berbeda dan membuka mata betapa kayanya potensi yang dimiliki oleh instrumen musik tradisonal yang merupakan salah satu karya adiluhung bangsa Indonesia ini apabila dimainkan oleh mereka yang memahami teori bermusik.     

Orkestra Angklung ini dibentuk pada akhir tahun 2006 setelah Konservatorium Musik “Jose White”, yang merupakan salah satu sekolah musik paling bergengsi dan tertua di Kuba menerima hibah satu perangkat alat musik tradisional khas Jawa Barat tersebut dari Pemerintah Indonesia dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Indonesia di Kuba.  Para pimpinan sekolah musik tersebut memercayakan perawatan dan pengajaran alat musik tradisional Indonesia ini kepada Eugenio Silva Santiago, seorang doktor di bidang musik, pakar alat musik perkusi dan salah seorang staf pengajar yang juga merupakan anggota kelompok orkestra simfoni Provinsi Camaguey.  Dibentuknya orkestra angklung yang anggotanya tidak hanya terdiri dari murid tetapi juga pengajar di sekolah tersebut merupakan buah rasa cinta sang profesor kepada instrumen musik asal Indonesia yang terbuat dari bambu ini.  Kecintaannya itu mendorong sang Profesor untuk secara otodidak melakukan eksplorasi nada-nada yang dapat dimainkan oleh angklung, bahkan dirinya menyusun sebuah komposisi musik yang diberinya judul “El Ritmica en el Major” yang memadukan nada-nada angklung dengan unsur musik perkusi dari musik asli Kuba yang lincah menghentak.       

Penampilan Orkestra Angklung “Jose White” pada malam ini menjadi semakin istimewa karena sang Profesor yang ikut tampil sebagai conductor orkestranya, meluncurkan buku karangannya berjudul “El Angklung: Teoria y Practica Musical” yang desain dan penerbitannya di bantú oleh KBRI Havana.  Buku ini berisi cara dan teknik memainkan angklung melalui pendekatan dan perspektif pengajaran musik yang diterapkan di Kuba.  Buku ini menjadi istimewa karena di dalamnya Prof. Silva menjabarkan teknik, pendekatan dan metode bermain angklung yang sedikit berbeda dari yang dikenal di Indonesia, karena Prof. Silva memperlakukan angklung bukan sebagai alat musik tradisional tetapi sebagai alat musik untuk orkestra.  Hal ini tidak mengherankan mengingat pengalaman sang Profesor sebagai seorang pemain orkestra simfoni.     

Acara peluncuran buku ini diliput secara langsung oleh televisi propinsi Camaguey dan media setempat serta dihadiri oleh lebih dari 80 orang undangan dari berbagai kalangan di Propinsi Camaguey, antara lain anggota parlemen setempat, pemerintah daerah, pemerhati kebudayaan, para pakar dan akademisi musik serta para pakar dan praktisi seni.  Dalam acara ini, KBRI Havana memberikan penjelasan mengenai arti penting peningkatan hubungan dan kerjasama di bidang seni budaya bagi kedua negara.

Bagi KBRI Havana, penerbitan buku karya Prof. Silva ini memiliki arti penting, karena buku yang ditulis dalam bahasa Spanyol ini adalah buku pertama dan satu-satunya yang terbit di Kuba dalam kurun waktu 50 tahun terakhir yang secara khusus membahas mengenai cara memainkan angklung yang merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia.  Selain itu, KBRI Havana membantu penerbitan buku ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kuba yang jatuh pada tahun 2010 mendatang.