Pameran Perangko dan Kebudayaan Indonesia di Kota Tua Havana

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Peoples are only united by ties of fraternity and love" (Masyarakat hanya bersatu apabila dilandasi oleh persaudaraan dan kasih)

 

demikian kata-kata Jose Marti, pahlawan kebangkitan nasional Kuba yang dikutip Duta Besar RI Banua Radja Manik dalam sambutan acara pembukaan Pameran Perangko dan Kebudayaan Indonesia pada tanggal 28 Januari 2010 yang bertempat di Casa de Asia (Rumah Asia).  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kuba  yang akan berlangsung selama satu minggu (28 Januari - 3 Februari 2010) dan terbuka untuk umum.

 

Hadir pada acara pembukaan tersebut berbagai kalangan yang terdiri dari anggota parlemen, pemerintah, organisasi masyarakat, media massa dan kepala perwakilan asing di Havana.  Pameran ini merupakan kerjasama antara KBRI Havana, Museo Casa de Asia (Museum Asia) dan Museum Pos Kuba. 

Pada pameran ini ditampilkan beberapa benda yang memiliki nilai penting dalam hubungan bilateral kedua negara, yaitu antara lain koleksi foto-foto kunjungan Presiden RI Sukarno pada tahun 1960 yang merupakan kunjungan kepala negara asing pertama ke Kuba pasca revolusi 1959.  Selain itu juga ditampilkan perangko peringatan 50 tahun hubungan bilateral yang pada tanggal 22 Januari lalu diluncurkan oleh Pemerintah Kuba. 

 

Disamping itu, pada pameran ini juga ditampilkan koleksi perangko Indonesia yang dimiliki oleh Museum Pos Kuba yang menampilkan perangko Indonesia dari jaman kolonial Belanda hingga tahun 2005.  Sementara itu, KBRI Havana menampilkan benda-benda seni dan kerajinan tradisional, seperti wayang kulit, wayang golek, angklung, alat musik sasando, patung ukir Bali, lukisan, kain ulos dan batik serta berbagai benda kebudayaan lain termasuk koleksi boneka berpakaian daerah dari 33 propinsi Indonesia. 

 

Sambil menikmati keindahan benda-benda pameran, para tamu  disajikan makanan kecil khas Indonesia. Beberapa undangan yang menghadiri acara pembukaan ini menyampaikan bahwa secara historis masyarakat Kuba memiliki kedekatan batin dengan Indonesia yang dianggap sebagai negara yang senantiasa mendukung perjuangan rakyat di dunia ketiga sebagaimana tercermin dari Konperensi Asia Afrika di Bandung.

 

Casa de Asia berada di lokasi strategis pusat kota tua Havana (Havana Vieja) yang  merupakan kawasan wisata utama bagi masyarakat Kuba dan wisatawan mancanegara, sehingga diharapkan pameran di Museum ini dapat menjangkau publik secara luas dan dapat lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kuba.(sumber: KBRI Havana)