Pameran Foto 50 Tahun Persahabatan RI-Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Las Puertas de la Amistad: Imágenes de la Vida Cotidiana en Indonesia” (Gerbang Persahabatan: Foto Kehidupan Sehari-hari di Indonesia) resmi dibuka (24/6). Pembukaan pameran foto tersebut ditandai dengan pengguntingan pita di pintu masuk Gedung Basílica Menor San Francisco de Asís yang dilakukan Duta Besar RI di Havana Banua Radja Manik. Sejumlah kalangan Kuba yang hadir menyaksikan diantaranya anggota parlemen, pemerintah, praktisi dan pemerhati budaya, organisasi masyarakat, media massa serta para kepala perwakilan asing di Havana. 

 

Pameran foto tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kuba.  Pameran ini merupakan kerjasama antara KBRI Havana dengan La Oficina del Historiador de la Ciudad de la Habana (Kantor Sejarawan Kota Havana) dan akan berlangsung selama dua bulan mulai 24 Juni hingga 24 Agustus  2010. Demikian penjelasan Dubes Banua dalam siaran pers KBRI Havana (26/6).

 

Dubes Banua menambahkan, foto-foto yang ditampilkan adalah yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di Indonesia yang dikemas dalam estetika seni fotografi.  Salah satu foto yang dipamerkan terdapat rangkaian foto yang menggambarkan hubungan bilateral RI dan Kuba antara lain Kunjungan Presiden Sukarno ke Kuba (1960), kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid (2000) dan kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (2006). Dipamerkan pula kunjungan Menlu alm. Ali Alatas (1997) dan Menlu Hassan Wirayuda (2008).

 

Total foto-foto yang dipamerkan berjumlah 60 buah dan merupakan karya dua belas fotografer, baik profesional maupun amatir. Mereka yang turut memamerkan karyanya adalah fotografer dari Jakarta, Bandung, Bekasi, Yogyakarta dan Denpasar yaitu Ahmad Nugraha, Sudarmanto Edris, Rifan Mulyawan, Zet Zaini, Dewan Irawan, Fajar Ekasaputra, Gede Lila, M. Soleh, Reza Wiratama, Bambang Susanto dan Widigdya Nalendra.   

 

Pameran juga menampilkan patung-patung keramik, ukiran kayu dan kain-kain tradisional Indonesia, antara lain berbagai motif kain batik, kain songket asal Makassar dan baju pengantin dari Minangkabau. 

 

Menurut Dubes Banua, selain untuk memperingati Setengah Abad Hubungan Diplomatik Indonesia-Kuba, pameran ini juga dimaksudkan sebagai wahana dalam mempromosikan seniman Indonesia yang dalam kualitas karyanya tidak kalah dengan seniman dari negara lain.    

 

Penyelenggaraan pameran di Basílica Menor San Francisco de Asís yang adalah salah satu landmark di kota Havana diharapkan dapat menyedot perhatian publik. Hal dikarenakan gereja tua di abad ke-15 tersebut, saat ini telah berubah fungsi sebagai tempat pertunjukan seni budaya. Gedung tersebut juga memiliki arsitektur yang indah dan merupakan salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Havana.

 

Pelaksanaan pameran juga bertepatan dengan liburan musim panas di Kuba (Juli dan Agustus) serta musim kunjungan wisatawan mancanegara. (sumber: KBRI Havana)