Merayakan Hari Anak Nasional Bersama Anak-Anak di Pedesaan Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hii, raksasanya seram!” teriak murid-murid “Escuela Primeria Republica de Indonesia” di desa Marti, Propinsi Mantanzas yang berjarak lebih kurang 250 km dari ibukota Havana, ketika anak-anak Indonesia mementaskan dongeng “Timun Emas”.

Sekolah Dasar di tengah pedesaan yang memiliki murid berjumlah sekitar 40 orang ini adalah salah satu dari tiga sekolah dasar di Kuba yang menyandang nama “Republica de Indonesia” untuk memperingati kunjungan Presiden Soekarno ke Kuba pada tahun 1960. Kunjungan Presiden Soekarno tersebut merupakan kunjungan kepala negara/pemerintahan asing pertama setelah Revolusi Kuba pada tahun 1959.
 
Selain dongeng “Timun Emas”, anak-anak Indonesia juga menyuguhkan berbagai pertunjukan lain yaitu koor lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Bayamo” (lagu kebangsaan Kuba), pembacaan puisi tentang Indonesia dalam bahasa Spanyol, serta lagu-lagu anak-anak Indonesia.

Murid-murid Kuba membalas suguhan tersebut dengan menampilkan kebolehan memainkan angklung dengan lagu-lagu “Halo-Halo Bandung”, “Guantanamera” dan “Besame Mucho”. mereka juga menyuguhkan pertunjukan drama komedi anak-anak yang membuat suasana meriah dengan tawa dan canda.  Saat makan siang, Dharma Wanita Persatuan telah mempersiapkan ayam goreng khas Indonesia yang gurih berbumbu, “Ayam goreng Indonesia lezat sekali!”  ujar anak-anak Kuba dalam bahasa Spanyol.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan perlombaan anak-anak khas Indonesia, berupa jalan membawa kelereng, balap karung dan memasukkan pensil ke dalam botol. Anak-anak Kuba dan Indonesia terlihat menyatu dalam kegembiraan perlombaan.

Kegiatan ini adalah bagian dari perayaan Hari Anak Nasional Indonesia pada tanggal 22 Juli 2009 yang diselenggarakan oleh KBRI Havana, dibantu oleh Dharma Wanita Persatuan Havana. Selain pementasan dongeng, acara ini diselenggarakan berbagai kegiatan pertunjukan dan perlombaan anak-anak serta suguhan kuliner khas Indonesia. Acara perayaan Hari Anak Nasional Indonesia ini tidak terpaut jauh dari Hari Anak di Kuba yang dirayakan pada minggu ketiga bulan Juli setiap tahun. Untuk tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 19 Juli.

Semua murid-murid Kuba menyatakan senang dan gembira atas perayaan ini karena dapat mengenal cerita anak-anak Indonesia dan berbagai permainan anak-anak Indonesia yang merupakan hal-hal baru bagi mereka. Namun yang membuat mereka paling bahagia adalah dapat berkenalan dengan anak-anak Indonesia yang ternyata tidak jauh berbeda meskipun berasal dari negara yang sangat jauh dari Kuba.

Feliz Día de los Niños!  Selamat Hari Anak!