Kunjungan Kehormatan MPR RI Menambah Bobot 50 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Tahukah anda, tanaman tebu yang ditanam di Kuba adalah varietas yang berasal dari Pulau Jawa, yang dibawa pada awal abad ke-19 ke negara kami karena tebu dari Indonesia ini sangat tahan terhadap penyakit dan cocok dengan kondisi tanah dan iklim di negera kami.  Sehingga hubungan antara Kuba dan Indonesia sebenarnya telah terjalin sejak lama”, demikian Ketua Parlemen Kuba (Asemblea Nacional del Poder Popular) Ricardo Alarcon de Quesada membuka pembicaraan ketika menerima delegasi kunjungan kehormatan MPR RI dalam sebuah jamuan makan malam resmi.  

 

Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Farhan Hamid memimpin delegasi yang terdiri dari Drs. Lukman Hakim Saifuddin (Wakil Ketua MPR RI), Drs. Irgan Chairul Mahfiz (Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan MPR RI), Ir. Muhammad Lukman Edy (Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI), dan Martin Hutabarat, SH (Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI) melakukan Kunjungan Kehormatan ke Kuba dari tanggal 19 hingga 21 September 2010.

 

Selain pertemuan dengan Ketua Parlemen Kuba, Delegasi MPR RI juga melakukan pertemuan dengan pimpinan badan legislatif lainnya, yaitu Jaime Crombet (Wakil Ketua Parlemen Kuba) dan Jorge Marti (Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri Partai Komunis Kuba).  Delegasi MPR RI juga mendapat penjelasan secara langsung tentang berbagai aspek politik luar negeri Kuba dari Wakil Menteri Luar Negeri Marcos Rodriguez Costa (mewakili Menteri Luar Negeri Kuba yang tengah menghadiri Sidang Umum PBB di New York). Sebaliknya, Wakil Ketua MPR RI dan delegasi dalam berbagai pertemuan dengan pihak Kuba memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di Indonesia serta mendorong peningkatan hubungan dan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Kuba demi kepentingan rakyat kedua negara.

 

Pada kesempatan kunjungan ini, Delegasi MPR RI diajak oleh Pemerintah Kuba untuk melihat langsung berbagai lembaga dan badan yang memiliki potensi besar untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia, seperti di bidang kesehatan, pengembangan bioteknologi dan biofarmasi (khususnya obat anti kanker). 

 

Pertemuan Delegasi MPR RI dengan berbagai tokoh penting parlemen Kuba ini, tidak hanya menunjukkan penghormatan Kuba tetapi juga rasa kedekatan negara di kawasan Karibia ini kepada Indonesia.  Seperti dikemukakan oleh Wakil Ketua Parlemen Jamie Crombet, masyarakat Kuba tidak pernah melupakan bahwa Presiden Soekarno dari Indonesia adalah Kepala Pemerintahan/Kepala Negara asing yang pertama berkunjung ke Kuba setelah kemenangan Revolusi 1959.  Kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960 ini telah memberikan semangat dan dukungan moral bagi rakyat Kuba yang ketika itu sedang berupaya bangkit membangun masyarakat baru.

 

Delegasi MPR RI juga berkesempatan melakukan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di kota Havana.  Pada pertemuan tersebut, Dubes RI Banua Radja Manik mengemukakan bahwa kunjungan kehormatan Pimpinan MPR RI telah memberi bobot lebih di bidang politik bagi hubungan bilateral Indonesia-Kuba yang pada tahun ini telah genap berusia setengah abad.  Kunjungan ini juga semakin mempererat hubungan kedua bangsa, apalagi seperti yang pernah dikemukakan oleh Che Guevara, tokoh revolusi Kuba yang pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1959, bahwa diantara negara-negara Asia maka Indonesia-lah yang paling mirip dengan Kuba dalam sejarah dan kegigihan menentang ketidakadilan dan penjajahan. Viva Cuba, Viva Indonesia!   (Sumber: KBRI Havana)