Grup Persahabatan Parlemen Kuba-Indonesia Siap Dorong Peningkatan Hubungan Bilateral

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Grupo Amistad Cuba-Indonesia (Grup Persahabatan Kuba-Indonesia) yang terdiri dari enam anggota Asamblea Nacional de Poder Popular (Majelis Kekuasaan Rakyat Nasional/Parlemen Kuba) menyatakan kesiapan mereka untuk mendorong peningkatan hubungan diplomatik RI-Kuba yang akan memasuki usia setengah abad pada 22 Januari 2010 mendatang. Pernyataan itu disampaikan pada kesempatan sarasehan dengan KBRI Havana, Jumat (18/12), dua hari menjelang berlangsungnya Sidang Paripurna Reguler ke-4 Parlemen Kuba pada 20 Desember 2009.

 

Grup Persahabatan Kuba-Indonesia di Parlemen ini dibentuk awal tahun 2008, menyusul terbentuknya Parlemen Kuba hasil Pemilu Legislatif, 20 Januari 2008. Grup ini diketuai oleh Luis Manuel Castanedo Smith, seorang insinyur perindustrian dan anggota Sekretariat Serikat Buruh Kuba, dari daerah pemilihan Pinar del Rio, kota di wilayah barat Kuba yang berjarak sekitar 120 km dari Havana.

 

Para anggota Perlemen yang tergabung dalam Grup Persahabatan Kuba-Indonesia ini, berasal dari daerah pemilihan yang beragam dan memiliki latar belakang pendidikan serta profesi berbeda. Mulai dari Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba (Partido Comunista de Cuba) tingkat provinsi, dokter, wartawan, dosen hingga direktur Badan Usaha Milik Negara. Kesamaan mendasar yang mengikat mereka dalam Grup Persahabatan Kuba-Indonesia di Parlemen ini, adalah rasa ketertarikan dan minat yang besar untuk mengenal lebih dalam tentang Indonesia serta memperkuat persahabatn antara kedua bangsa.

 

Pada sarasehan itu, hadir pula Ketua Komisi Hubungan Internasional Parlemen Kuba, Ramon Pez Ferro dan staf Komisi Hubungan Internasional, Omar Torres Olivares.

 

Duta Besar RI Havana, Banua Radja Manik, mengawali diskusi memaparkan informasi dasar mengenai Indonesia dan perkembangan terakhir di tanah air, antara lain mengenai pelaksanaan pemilu April dan Juli lalu serta upaya-upaya Pemerintah dalam mengatasi dampak krisis ekonomi global.

 

Selanjutnya, disampaikan Dubes perkembangan hubungan RI-Kuba. Diawali kunjungan Presiden Soekarno ke Havana pada Januari 1960 hingga saat ini yang telah berjalan dengan sangat baik. Hal itu ditandai dengan saling dukung pada berbagai forum internasional, saling kunjung pejabat tinggi dan pakar kedua negara guna meningkatkan hubungan di bidang kesehatan, olahraga dan kebudayaan serta saling bantu ketika terjadi bencana alam.

 

Dalam diskusi dibahas pula isu-isu aktual global, antara lain mengenai perubahan iklim, perdagangan global dan lingkungan hidup. Selain itu, dibahas prospek peningkatan hubungan bilateral RI-Kuba dan kesediaan Grup Persahabatan Kuba-Indonesia untuk membantu peningkatan hubungan tersebut, terutama menjelang dilaksanakannya peringatan 50 tahun hubungan RI-Kuba pada 2010.

 

Menjelang berakhirnya diskusi, para anggota parlemen mengundang Dubes RI untuk berkunjung ke masing-masing provinsi mereka, sementara Dubes RI mengundang mereka ke Indonesia sebagai kunjungan balasan 4 anggota Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia-Kuba dari DPR-RI yang melawat ke Havana Mei 2008 (Sumber: KBRI Havana).