Gema Nama Indonesia di Kota Cienfuegos, Kota Warisan Budaya Dunia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Havana bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Propinsi Cienfuegos menyelenggarakan Pameran Foto dan Film Indonesia pada  11 hingga 15 November 2010 bertempat di gedung Centro de Arte Provincial dan Bioskop “Luisa” di kota Cienfuegos yang dijuluki sebagai kota terindah di Kuba dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota warisan budaya dunia.  Pameran foto dan film Indonesia ini menampilkan foto karya sepuluh orang fotografer profesional maupun amatir serta film karya beberapa sutradara Indonesia.  Pameran juga menampilkan wayang golek dan beberapa karya ukir kayu tradisonal yang berasal dari tanah air.

Kegiatan Pameran Foto dan Film Indonesia ini merupakan penutup dari berbagai kegiatan untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kuba yang telah dilaksanakan oleh KBRI Havana sepanjang tahun 2010 ini.  Selain memperingati setengah abad hubungan diplomatik, pameran foto dan film ini dimaksudkan sebagai sebuah upaya untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kuba yang berada di luar ibukota Havana.  

Pameran foto dan film Indonesia dibuka oleh Dubes RI Banua Radja Manik dan Wakil Gubernur Cienfuegos Mr. Alexandre Corona Quintero dengan disaksikan secara langsung oleh Gubernur Mr. Rolando Diaz Gonzalez dalam sebuah acara pembukaan yang menampilkan tarian tradisional Jaipong asal Jawa Barat dan suguhan makanan kecil khas Indonesia.  Para hadirin yang terdiri dari berbagai kalangan di Propinsi Cienfuegos, antara lain pejabat pemerintah, anggota parlemen Provinsi Cienfuegos, fotografer, praktisi budaya, seniman, sineas, dan para wartawan terlihat sangat menikmati gerak gemulai tari Jaipong yang dibawakan oleh Ibu Neneng T. Yulianto, anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Havana.  Para hadirin juga terlihat antusias mencicipi makanan kecil yang disajikan, khususnya martabak telur, karena mereka baru pertama kali merasakan kelezatan penganan khas Indonesia ini.       

Sambutan hadirin pada malam pembukaan sangat positif, beberapa orang meminta kepada KBRI Havana agar kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan di kota Cienfuegos karena dapat memperkaya khazanah pengetahuan mereka tentang kehidupan masyarakat Indonesia serta pencapaian bangsa Indonesia di bidang seni budaya.  Selama ini masyarakat di kota dan Propinsi Cienfuegos hanya terpapar oleh kebudayaan Asia yang berasal dari India, China dan Iran melalui film-film asal negara-negara tersebut yang diputar di televisi dan bioskop setempat.  Direktur Perfilman di Propinsi Cienfuegos bahkan mengacungkan dua jempol jarinya kepada KBRI Havana untuk menggambarkan kualitas film Indonesia dibandingkan film-film negara Asia lainnya tersebut.  Sementara kurator di Museum Kebudayaan kota Cienfuegos selain memuji kualitas foto yang dipamerkan juga mengundang fotografer Indonesia yang berkeinginan berpartisipasi dalam pameran foto kota Cienfuegos pada tahun 2011 mendatang.

Kota Cienfuegos yang berarti “kota seratus lidah api” ini menjadi saksi bahwa diplomasi, khususnya dalam memperkenalkan nama baik bangsa dan negara merupakan upaya yang memerlukan peran aktif semua komponen masyarakat.   Perwakilan RI hanyalah pembangun jembatan yang menjalankan fungsi sebagai fasilitator dalam upaya besar memperkenalkan nama harum putra putri Indonesia di kancah persaingan mancanegara. (Sumber : KBRI Havana)