Cerutu Indonesia di Tanah Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bagi sebagian orang Indonesia, menikmati cerutu Kuba sudah merupakan sesuatu yang lumrah. Tetapi bagaimana bila cerutu Indonesia dinikmati oleh mereka yang tinggal di Kuba? Itulah yang terjadi pada resepsi di Wisma Duta KBRI Havana (24/02) ketika Lydia Tamboto, importir dan pemilik salah satu toko cerutu di Jakarta, memperkenalkan cerutu Indonesia kepada para anggota Klub Penikmat Cerutu Kuba (Club de Fumadores de Cuba) yang terdiri dari para diplomat, pengusaha, wartawan dan seniman, baik dari kalangan ekspatriat maupun masyarakat Kuba sendiri.

 

Lydia datang ke Kuba untuk menghadiri Festival Cerutu Internasional bertajuk XII Festival Habano yang diselenggarakan di Palacio de los Convenciones, Havana, 22-26 Februari 2010. Selain menghadiri festival, pengusaha cerutu tersebut juga membawa sampel berbagai merk cerutu produk asli Indonesia untuk diperkenalkan kepada komunitas penikmat cerutu di Havana serta para penggemar cerutu dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Kuba untuk mengikuti Festival Habano.

 

Cerutu yang diperkenalkan terdiri dari lima merk buatan industri tembakau dalam negeri Indonesia, yaitu Wismilak, Dos Hermanos, Sultan, Tambo dan Gold Seal (cerutu mini). Selama ini, Indonesia lebih dikenal sebagai negara penghasil rokok. Tidak banyak yang mengetahui bahwa industri cerutu Indonesia pun mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

 

Untuk saat ini, cerutu Indonesia mungkin belum dapat menyamai industri cerutu Kuba yang telah berdiri sejak abad ke-16. Namun demikian, dengan kualitas tembakau yang telah diakui dunia dan upaya promosi yang terus menerus, tidak tertutup kemungkinan kelak cerutu Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional. Promosi yang dilakukan KBRI setidaknya telah membuktikan bahwa cerutu Indonesia berani bersaing di “kandang macan” sekalipun.

 

KBRI memanfaatkan kunjungan pengusahan cerutu nasional untuk bertemu dengan Direktur Komersial Habanos, S.A. (BUMN Kuba yang mengelola perniagaan cerutu) serta dengan Presiden Kamar Dagang Kuba guna membahas peluang-peluang bisnis dan investasi. Tidak hanya di bidang bisnis cerutu, tetapi juga bidang-bidang lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan, seperti pariwisata dan bioteknologi. (sumber: KBRI Havana)