Bulu Tangkis Sebagai Alat Diplomasi Pererat Kerjasama RI- Kuba

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Para atlit bulutangkis junior Indonesia berhasil menunjukkan kemampuannya dengan menyapu bersih medali emas di Kejuaraan Bulutangkis “Giraldilla” ke-11 di Havana, Kuba yang berlangsung pada 25-28 Maret 2010. Kehadiran tim bulutangkis Indonesia di Kuba merupakan sebuah upaya diplomasi untuk mempererat kerjasama bilateral di bidang olahraga dengan negara pulau di Karibia ini. 

Dalam kerangka kerjasama bilateral, KBRI Havana, Kemenpora dan  PBSI melalui mantan atlit kawakan bulutangkis nasional yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Lius Pongoh, kembali mengadakan coaching clinic bagi tim bulutangkis nasional Kuba. Diharapkan melalui kegiatan ini Indonesia dapat membantu Kuba untuk terus mengembangkan dan meningkatkan olahraga ini.  Selain itu, salah satu nilai tambah bagi Indonesia melalui keikutsertaan dalam Kejuaraan ini adalah tumbuhnya minat dari peserta negara-negara Amerika Selatan lainnya untuk menimba ilmu bulutangkis di Indonesia

Kejuaraan Bulutangkis “Giraldilla” yang berada di sirkuit federasi bulutangkis “Pan America” ini diikuti oleh lima negara di lingkungan Amerika Selatan dan Karibia.  Selain Indonesia, wilayah Asia juga diwakili oleh keikutsertaan Filipina. 
 
Medali emas Tim Indonesia diraih oleh Siti Anida Lestari Quryatin (tunggal Putri), Muhammad Ulinuha dan Berry Anggriawan (ganda putra), Aurien Hudiono dan Ni Made Claudia (ganda putri) serta Muhammad Ulinuha dan Aurien Hudiono (ganda campuran). Selain meraih emas, para atlit Indonesia juga dinobatkan sebagai peserta terbaik, yaitu Ni Made Claudia  sebagai atlit putri terbaik dan Berry Anggriawan sebagai atlit putra terbaik.

 

Duta Besar RI Banua Radja Manik mendapat kehormatan untuk mengalungkan langsung medali emas di leher para atlit Indonesia. Dengan kemenangan ini Indonesia mendulang sukses untuk kedua kalinya setelah mengikuti kejuaraan Giraldilla ini untuk pertama kali pada tahun 2009 lalu. 

 

Bagi para atlit junior Indonesia, keikutsertaan mereka di Kejuaraan ini tidak hanya ditujukan untuk pembinaan prestasi tetapi juga membentuk karakter dengan menyaksikan dan menghadapi langsung perjuangan para atlit Kuba. Selain Lius Pongoh, tim bulutangkis Indonesia juga didampingi oleh Edi Nurinda Susila dari Kemenpora sebagai manajer tim.  (sumber: KBRI Havana)