Batik Indonesia Pikat Masyarakat Bahamas dalam Festival Budaya Internasional ke-14 di Nassau

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak hanya memikat masyarakat Bahamas, batik juga mengudang decak kagum Menteri Luar Negeri Bahamas, Brent Symonette, sampai ia sendiri menyerukan kepada seluruh pengunjung Festival Budaya Internasional ke-14 di Nassau untuk berkunjung ke stand Indonesia untuk menyaksikan sendiri indahnya seni batik Indonesia.
 
“Silahkan datang ke anjungan batik Indonesia untuk mencoba membatik dan menyaksikan keindahan seni batik Indonesia!”.  Ajakan yang berbau promosi ini bukan disampaikan oleh petugas anjungan Indonesia, tetapi oleh Brent Symonette, Menteri Luar Negeri Bahamas dalam pidatonya membuka Festival Budaya Internasional ke-14 di Nassau, Bahamas.
 
Festival budaya internasional paling bergengsi di Bahamas ini berlangsung pada tanggal 17-18 Oktober 2009 di Nassau, diadakan setiap tahun dan dihadiri oleh lebih dari 30.000 pengunjung serta diorganisir oleh panitia yang diketuai langsung oleh Menlu Bahamas. Selain mengajak pengunjung melihat stand Indonesia, Menlu Bahamas dalam pidatonya juga menyampaikan simpati rakyat Bahamas terhadap bencana alam yang terjadi di Indonesia.
 
Pada Festival Budaya Internasional yang baru pertama kali diikuti oleh KBRI Havana ini, Indonesia memperoleh penghargaan “the Best in Show” sebagai peserta negara asing terbaik pada tahun ini, menyisihkan sekitar 25 peserta yang berasal dari berbagai negara di kawasan Amerika Selatan dan Karibia, Asia, Amerika Utara, dan Eropa.
 
Panitia penyelenggara memberikan penghargaan “the Best in Show” kepada anjungan Indonesia karena tidak hanya menampilkan seni budaya yang unik dan jarang dilihat oleh masyarakat Bahamas, namun juga karena keikutsertaan Indonesia dianggap mendorong minat pengunjung untuk menghadiri festival seni budaya ini.
 
Penghargaan “the Best in Show” diserahkan secara langsung oleh Menlu Bahamas kepada Duta Besar RI Banua Radja Manik dalam upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan terbuka dengan disaksikan oleh Menteri Kebudayaan Bahamas, para Duta Besar dan korps diplomatik di Bahamas serta sekitar tiga ribu orang pengunjung pada pagi hari pertama festival.
 
Dalam kesempatan kunjungan ke anjungan Indonesia, Menteri Luar Negeri dan Menteri Kebudayaan Bahamas mencoba membatik dan mendengarkan penjelasan mengenai teknik serta sejarah batik Indonesia.
 
Selain mengusung tema batik dengan menghadirkan workshop dan demonstrasi membatik serta pameran kain-kain batik, KBRI Havana yang didukung oleh Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri juga menghadirkan tarian tradisional Indonesia, peragaan busana batik, dan gerai yang menjual makanan khas Indonesia.
    
KBRI Havana membawa tema Batik ke festival internasional di Bahamas, tidak hanya sebagai sebuah upaya promosi kekayaan budaya Indonesia terkait pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya dunia, namun juga untuk menjajagi potensi pasar bagi tekstil Indonesia di negara Karibia ini. Beberapa orang pengusaha Bahamas telah menyatakan minat untuk membeli batik Indonesia yang mereka akui tidak hanya memiliki desain dan motif menarik tetapi juga kualitas bahan yang prima. Upaya KBRI Havana juga diharapkan dapat lebih mempopulerkan batik Indonesia di kawasan Amerika Selatan dan Karibia.