Cuba

PROFIL REPUBLIK KUBA

 

A.   Keterangan Dasar

 

 Nama Resmi

:

Republik Kuba (Repú​blica de Cuba) 

Ibu Kota Negara

:

Havana (La Habana)

Bentuk Negara

:

Kesatuan 

Bentuk Pemerintahan

:

Sosialis-Komunis 

Kepala Negara

:

Raúl Castro Ruz, merangkap sebagai Ketua Dewan Negara, Ketua Dewan Menteri, Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata (terpilih sejak 24 Februari 2008) 

Menteri Luar Negeri

:

Bruno Rodriquez

Hari Nasional

:

1 Januari (1959 Hari Kemenangan Revolusi).

10 Oktober (Peringatan Awal Perjuangan Kemerdekaan Kuba) 

Letak Geografis

:

Di kawasan Karibia, gugus kepulauan yang terletak antara Laut Karibia dan Samudera Atlantik bagian Utara. 150 Km dari Key West, Florida 

 

Perbatasan:

Utara

:

Amerika Serikat dan Bahamas

Selatan

:

Jamaika

Timur

:

Haiti

Barat

:

Teluk Meksiko

Luas Wilayah

:

109.884 Km2 (Luas Pulau Kuba: 107.464 km2; Luas Pulau Juventud: 2.419 km2; dan sekitar 4200 pulau kecil). Luas wilayah daratan sebesar 106.757 Km (CEPEC, 2014)

Wilayah/Provinsi

:

Terdiri dari 15 provinsi dan 1 daerah khusus, yakni La Habana; Artemisa; Mayabeque, Pinar del Rio; Matanzas; Villa Clara; Cienfuegos; Sancti Spiritus; Ciego de Avila; Camaguey; Las Tunas; Holguín; Granma; Santiago de Cuba; Guantanamo; dan daerah khusus Isla de Juventud 

Iklim

:

Subtropis: suhu terendah sekitar 5oC dan tertinggi 300C. Kelembaban: sekitar 63% pada musim semi-dingin (November-April) dan sekitar 90% pada musim panas (Mei-Oktober)

Jumlah Penduduk

:

11.258.597 (est 2014, World Bank)

 

Distribusi Usia:

Usia 0-14 tahun

:

1.899.602         16.9% (978.003 laki-laki dan 921.599 perempuan)

Usia 15-64 tahun

:

7.795.031 69.5% (3.905.312 laki-laki dan 3.889.719 perempuan)

Usia > 65 tahun

:

1.515.431 13.5% (706.030 laki-laki dan 809.401 perempuan)

Sumber: ONEI

Pertumbuhan Penduduk

:

0% (est 2014, World Bank) 

Bahasa Nasional

:

Spanyol 

Kelompok Etnis

:

Kulit Putih 64,1%; Mulatto 26,6%; Kulit Hitam 9,3% (sensus tahun 2012) 

Agama

:

85% Katholik Roma sebelum Castro berkuasa; Protestan; Jehovah’s Witnesses, Yahudi; Santeria; Islam 

Ekonomi

Mata Uang

:

Cuban Convertible Peso (CUC) (1 USD = 0,864 CUC)

Cuban Peson (CUP) (1 CUC = 25 CUP) (2015) 

GDP (PPP Current International)

:

US$ 234 milyar (est 2013, World Bank)

 

GDP Growth

:

3% (est 2013, World Bank)

GDP Perkapita (PPP Current International)

:

US$ 20,788 (est 2013, World Bank)

 

Komposisi GDP Per Sektor

:

Pertanian: 5% ; Industri : 21% ; Jasa: 74% (est 2011, World Bank)

Produk Industri

:

Gula, petroleum, tembakau, kimia, konstruksi, jasa, nikel, besi, semen, mesin pertanian, bioteknologi/farmasi 

Produk Pertanian

:

Gula, tembakau, jeruk sitrus, kopi, beras, kentang, kacang, ternak 

Nilai Ekspor

:

US$ 5,6 milyar (est 2014, CIA Fact Book)

Nilai Impor

:

US$ 14,7 milyar (est 2014, CIA Fact Book)

-    Komoditi ekspor

:

nikel, produk farmasi, gula, cerutu, perikanan dan minuman keras ‘rum’  (CEPEC, 2014)  

-    Komoditi impor

:

fuel, pelumas, mesin, peralatan, bahan makanan dan produk yang diproduksi

-    Mitra Ekspor

:

Venezuela, Belanda, Kanada, Cina, Spanyol, Panama, Nigeria dan Brasil (2012)

-    Mitra impor

:

Venezuela, Cina, Spanyol, Brasil, Amerika Serikat, Mexico, Italia dan Perancis (2013)

Sumber Daya Alam

:

Cobalt, nickel, iron ore, chromium, copper, salt, timber, silica, petroleum, arable land (CIA Fact Book)

Akses masuk

:

Antilla, Cienfuegos, Guantanamo, Havana, Matanzas, Mariel, Nuevitas Bay, Santiago de Cuba, Tanamo


1 Oficina Nacional de Estadística e información de la República de Cuba

2Centro de Promoción del Comercio Exterior y la Inversión Extranjera de Cuba

 

B.  PERKEMBANGAN POLITIK

  

1.    Situasi politik dalam negeri Kuba umumnya stabil. Pemerintah terus berupaya untuk mempertahankan dan menjamin kesinambungan paham sosialisme. Berbagai langkah dan kebijakan pemerintah serta reformasi kelembagaan diarahkan untuk menegakan sosialisme. Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Raul Castro sebagai Presiden pada tahun 2018, tahun 2013 ditandai dengan proses kaderisasi/regenerasi politik. Langkah regenerasi politik ini ditandai antara lain dari munculnya politisi muda di Parlemen dan Dewan Negara. Mayoritas dari 620 anggota parlemen yakni sekitar 82,68% berusia rata-rata 48 tahun dan lulusan perguruan tinggi. Sementara itu, di Dewan Negara 21 dari 31 anggota adalah politisi baru yang berusia antara 50-60 tahun, termasuk Menlu Kuba Bruno Eduardo Rodriguez Parilla.

 

2.    Pembaharuan ekonomi sesuai dengan Guidelines of the Economic and Social Policy of the Party and the Revolution yang ditetapkan pada kongres ke-6 PKK bulan April 2011 juga diikuti dengan perubahan institusional. Pada akhir tahun 2013 telah dilakukan perubahan struktur Kementerian Luar Negeri.

 

3.    Dalam rangka memberikan kebebasan bagi warga Kuba untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, pada bulan Januari 2013 pemerintah telah memberlakukan undang-undang keimigrasian baru. Berdasarkan undang-undang tersebut warga Kuba diberi kemudahan dalam mengurus paspor dan izin keluar serta dapat menetap di luar negeri selama 2 tahun (sebelumnya hanya 11 bulan), tanpa kehilangan propertinya di Kuba. Kebijakan ini telah meningkatkan jumlah kunjungan warga Kuba ke luar negeri selama tahun 2013.  

  

4. Setelah perundingan rahasia selama setahun dan mediasi Paus Francis, pada tanggal 17 Desember 2014  Pemerintah Kuba dan AS mengumumkan bahwa kedua negara akan memulai untuk merestorasi hubungan diplomatik yang putus selama 5 dekade. Sebanyak beberapa kali negosiasi dan pembicaraan mengenai Hak-hak Asasi Manusia telah diselenggarakan dalam rangka pembukaan kembali Kedutaan Besar Kedua Negara di masing-masing ibukota. Sampai dengan bulan Juni 2015, perudingan masih berjalan.

 

 

C.   PERKEMBANGANEKONOMI

 

1.    Kebijakan ekonomi yang dilaksanakan Pemerintah Kuba difokuskan kepada proses economic update yang mempunyai semangat untuk menjadikan perekonomian Kuba lebih baik, terbuka dan responsif terhadap perubahan ekonomi global. Namun demikian, proses economic update ini masih sangat tergantung kepada keputusan bersama dari Dewan Negara yang cenderung tidak terlalu terbuka mengenai mekanisme ataupun tahapan perubahan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kuba.

 

2.   Terlepas dari masih mengalami sanksi/embargo ekonomi dari Amerika Serikat, Pemerintah Kuba secara konsisten dapat meningkatkan jumlah cadangan devisa (international reserve) sebesar US$ 300 juta per tahun semenjak pelaksanaan economic update yaitu sebesar US$ 4,39 miliar (2011), US$ 4,69 miliar (2012) dan sebesar US$ 4,99 miliar pada tahun 2013. Pemerintah Kuba juga berhasil menjaga peningkatan nilai GDP secara konsisten sekitar dari sebesar US$ 60,08 miliar pada tahun 2011 menjadi US$ 62,97 miliar pada tahun 2012 dan mencapai US$ 65,72 miliar pada tahun 2013. Meskipun demikian, persentase pertumbuhan GDP masih mengalami distorsi dimana laju pertumbuhan pada tahun 2013 hanya sebesar 2,7%, lebih rendah dibandingkan laju pada tahun 2012 sebesar 3,0% dan tahun 2011 sebesar 2,8%.

 

3.   Laju pertumbuhan GDP tahun 2013 per sektor diperkirakan sebesar 5,2% (sektor industri), 4,4% (sektor pertanian) dan 2% (sektor jasa). Meskipun mengalami laju pertumbuhan terkecil, namun sektor jasa merupakan sektor paling penting bagi perekonomian Kuba karena menyumbang hampir 75% dari GDP, diikuti oleh sektor industri sebesar 22% dan sektor pertanian sebesar 3%.

 

4.    Pendapatan di sektor jasa pada tahun 2013, mencapai US$ 8,9 miliar yang ditunjang oleh peningkatan remittance dari penduduk Kuba yang tinggal di luar negeri yang diperkirakan mencapai US$ 2,8 miliar dan pendapatan dari sektor pariwisata yang mampu menghasilkan lebih dari US$ 2,6 miliar. Sementara itu, jumlah pendapatan remittance dari sektor in kind seperti pendapatan dari jasa pengiriman dokter-dokter Kuba ke luar negeri diperkirakan mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar.  

 

D.   PERKEMBANGANSOSIAL BUDAYA

 

1.    Kuba merupakan negara yang menerapkan penggunaan soft power dalam mendukung politik luar negeri. Landasan soft power Kuba didasarkan pada pandangan bahwa Kuba menerima begitu banyak dukungan dari berbagai pihak ketika menegakkan revolusi 1959, sehingga pemerintah dan rakyat Kuba memiliki kewajiban untuk membayar “hutang kemanusiaan” (debt to humanity) ini dengan cara membantu negara lain yang kurang beruntung. Diplomasi soft power yang dimiliki Kuba dilaksanakan dalam beberapa bentuk yaitu: (a) diplomasi di bidang pendidikan; (b) diplomasi di bidang kesehatan; (c) diplomasi di bidang seni budaya; (d) kerjasama teknik dan pembangunan antar negara berkembang.

 

2.  Sampai dengan tahun 2014, lebih dari 30.000 mahasiswa asing dari 70  negara tercatat telahmengambil beasiswa pada berbagai disiplinilmu, diantaranya bidang olahraga, seni budaya dan perfilman di Kuba. Beasiswa yang paling diminati adalah di bidang kedokteran melalui Sekolah Kedokteran Amerika Latin (Escuela Latinoamericana de Medicina/ELAM)) -sampai bulan Maret 2015 perdapat 24 486 lulusan mahasiswa asing dari 83 negara, hingga saat ini terdapat mahasiswa asing dari 122 negara-. ELAM menjadi salah satu ujung tombak soft power Kuba karena meminta agar lulusannya kembali ke masyarakatnya untuk mempraktekan ilmu yang diperolehnya. Sejak bulan Agustus 2012, terdapat 5 (lima) mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pemerintah Kuba yang studi di ELAM.

 

3.    Di bidang kesehatan, hingga saat ini terdapat lebih dari 51.568 (April 2015) dokter dan tenaga medis Kuba yang membantu pelayanan kesehatan lebih kurang di 67 (April 2015) negara, khususnya di Amerika Latin,  Afrika dan Asia (2015). Kuba telah menjalankan program “Milagro” (Miracle) sebagai program untuk membantu pencegahan dan pengobatan penyakit mata (kebutaan) bagi masyarakat tidak mampu. Selain itu, guna memberantas buta huruf di negara dunia ketiga, Kuba menjalankan program Yo soy Puedo (Yes, I can).

 

4.    Kuba juga memanfaatkan kerjasama teknik dan pembangunan sebagai wahana soft power. Kuba membantu banyak negara dunia ketiga mengembangkan bioteknologi di bidang farmakologi (pengobatan), khususnya vaksin, diversifikasi tebu dan pengelolaan air minum.

 

 

E.        HUBUNGAN INDONESIA – KUBA

 

I.          BIDANG POLITIK 

 

1.    Hubungan diplomatik RI - Kuba dimulai pada tanggal 22 Januari 1960. Peresmian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Havana dilakukan pada tanggal 14 Agustus 1963. Namun, atas dasar resiprositas dan penghematan keuangan, Pemerintah Indonesia menutup KBRI Havana pada bulan Oktober 1971 yang kemudian dirangkap oleh KBRI Meksiko. KBRI Havana dibuka kembali pada bulan Desember 1995 dan sejak tahun 1999 dipimpin oleh Duta Besar LBBP RI. Saat ini yang menjabat sebagai Dubes LBBP RI adalah Duta Besar Teiseran Foun Cornelis yang menyerahkan credentials pada tanggal 13 Februari 2012. Sementara Duta Besar Kuba di Jakarta dijabat oleh Duta Besar Enna Viant Valdes.

 

2.    Kerjasama bilateral Indonesia - Kuba telah berlangsung baik dan meningkat yang antara lain ditandai oleh kunjungan Menlu Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla ke Indonesia pada tanggal 24 Mei 2013. Dalam pertemuan bilateral dengan Menlu RI, telah dibahas upaya peningkatkan hubungan bilateral, isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian kedua negara. Secara khusus, kedua belah pihak telah sepakat mengenai perlunya meningkatkan kerjasama di bidang kesehatan, olahraga dan kebudayaan.

 

3.    Di tingkat multilateral kerjasama Indonesia – Kuba berlangsung sangat erat. Hal ini ditandai dengan tercapainya sejumlah kesepakatan saling dukung terhadap kepentingan satu sama lain maupun dalam mendapatkan jabatan-jabatan strategis bagi kedua negara di berbagai forum internasional. Selama tahun 2013 Indonesia telah menerima empat dukungan dari Kuba untuk pencalonan sebagai anggota Dewan HAM Periode 2015-2017 (melalui pengaturan saling dukung), Dewan IMO Kategori C periode 2013-2015 (dukungan unilateral), Dewan ICAO Bagian III Periode 2013-2016 (kesepakatan saling dukung), serta dukungan pada putaran pertama terhadap pencalonan wakil Indonesia sebagai Dirjen WTO periode 2013-2017 (unilateral). Di tahun 2014, sampai dengan September, Indonesia telah menerima dua dukungan dari Kuba, yaitu untuk pencalonan sebagai Anggota Dewan International Telecomunication Union (ITU) Periode 2014-2018 dan Anggota Dewan HAM Periode 2015-2017 atas dasar kesepakatan saling dukung.

 

II.        BIDANG EKONOMI

 

      1.    Total nilai perdagangan Indonesia-Kuba pada tahun 2014 sebesar US$ 4,65 juta, menurun sebesar US$ 9,24 juta dibandingkan tahun 2013 yang mencapai US$ 13,89 juta. Penurunan nilai perdagangan kedua negara disebabkan oleh adanya pengurangan pembelian produk kertas, produk sabun, produk tembakau, produk rumah tangga dan produk karet oleh Kuba. Meskipun mengalami penurunan nilai perdagangan, pada tahun 2014 Indonesia tetap mendapatkan surplus perdagangan sebesar US$ 841 ribu.

 

      2.    Untuk periode tahun berjalan, Januari-April 2015, nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 1, 67 juta, atau meningkat 54% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 1,07 juta, atau meningkat 215 % dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar US$ 341 ribu. Sementara nilai impor Indonesia menurun sebesar 19,3% dari sebesar US$ 747 ribu menjadi US$ 602 ribu.

 

      3.    Produk ekspor utama Indonesia ke Kuba pada tahun 2014 adalah produk palm oil, sabun, produk kertas, tekstil, karung polyethylene, bagian dan aksesori untuk non- electrical operated instruments dan  perabotan plastik.

 

      4.    Produk impor utama dari Kuba ke Indonesia pada tahun 2014 adalah produk alkohol (rum), cerutu, obat kanker, butadiene rubber dan kertas karton.

       5.    Produk-produk Indonesia yang potensial untuk dijual di pasar Kuba adalah sepeda, payung, crude palm oil, obat-obatan, ban kendaraan pertanian, kabel listrik dan telekomunikasi serta produk personal hygines.

 

     6.    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono dan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Enna Viant di Kantor Pusat Kementerian Pertanian telah menandatangani MoU Pertanian tanggal 18/3/2015 di Jakarta.

 

NERACA PERDAGANGAN
INDONESIA - KUBA
2010 – 2015

(Dalam Ribu USD)

Uraian

2010

2011

2012

2013

2014

Trend(%) 2010-2014

Jan-Apr

Perub.(%) 2015/2014

2014

2015

TOTAL PERDAGANGAN

10.105,1

16.880,1

13.900,9

13.898,8

4.654,8

-16,01

1.088,6

1.679,9

54,32

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

10.105,1

16.880,1

13.900,9

13.898,8

4.654,8

-16,01

1.088,6

1.679,9

54,32

EKSPOR

9.022,2

15.190,6

12.647,7

13.518,6

2.748,0

-22,08

341,6

1.077,4

215,38

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

9.022,2

15.190,6

12.647,7

13.518,6

2.748,0

-22,08

341,6

1.077,4

215,38

IMPOR

1.082,9

1.689,4

1.253,1

380,2

1.906,8

-3,53

747,0

602,6

-19,33

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

1.082,9

1.689,4

1.253,1

380,2

1.906,8

-3,53

747,0

602,6

-19,33

NERACA PERDAGANGAN

7.939,4

13.501,2

11.394,6

13.138,3

841,1

-36,35

-405,4

474,8

217,13

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

7.939,4

13.501,2

11.394,6

13.138,3

841,1

-36,35

-405,4

474,8

217,13

 

Sumber: Kementerian Perdagangan RI

 

 III.       SOSIAL BUDAYA

 

1.    Di bidang olah raga, kerjasama kedua negara terus mengalami kemajuan terutama pada cabang atletik, tinju, bola voli, gulat dan bulutangkis. Indonesia telah mengirimkan sejumlah atlet untuk mengikuti pelatihan dan latih tanding di Kuba serta pengiriman pelatih bulutangkis untuk membeikan coaching clinic kepada atlet Kuba.

 

Khusus di bidang olahraga tinju, Asosiasi Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) telah bekerja sama dengan  Federasi Tinju Kuba dalam pelatihan Tim Tinju Amatir Indonesia. Kontrak terbaru ditandatangani pada bulan Desember 2013 dan Maret 2015

 

2.    Potensi di bidang kesehatan masih memungkinkan untuk dikembangkan. Kuba memiliki sistem kesehatan yang cukup maju dengan didukung SDM yang berkualitas dan obat-obatan yang efektif untuk menangani berbagai penyakit, terutama kanker dan HIV/AIDS. Beberapa perusahaan obat dari Indonesia telah memulai upaya untuk menjalin kerjasama dengan pihak Kuba dalam dua tahun terakhir.

 

3.    Di bidang pendidikan, masih terdapat kendala kurang diminatinya tawaran beasiswa Darmasiswa dari Indonesia oleh masyarakat Kuba karena kesulitan yang dihadapi pemohon untuk membiayai sendiri tiket perjalanan dari Kuba ke Indonesia. Namun terdapat beberapa mahasiswa Indonesia yang telah menerima beasiswa Pemerintah Kuba, yaitu pada tahun 2003 tercatat 3 (tiga) mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Escuela Internacional de Educación Física y Deporte (EIEFD/Sekolah Internasional untuk Pendidikan Jasmani dan Olahraga) yang telah lulus pada tahun 2008 dan 2009 dengan hasil sangat memuaskan, bahkan salah seorang menerima predikat “Titulo de Oro” (gelar emas) yang dapat disamakan dengan summa atau magna cum laude di Indonesia. Saat ini terdapat 5 (lima) mahasiswa Indonesia penerima beasiswa di bidang kedokteran dari Pemerintah Kuba. Tiga mahasiswa mulai mengikuti perkuliahan pada bulan September 2012 dan dua mahasiswa baru mulai pendidikan pada bulan September 2014. Sebagai catatan, para mahasiswa tersebut membiayai sendiri tiket perjalanan mereka dari Indonesia ke Kuba karena skema beasiswa Kuba tidak menawarkan hal ini.  

 

4.    Pada bulan Maret 2015, Pemerintah Indonesia mengumumkanpembukaanProgram Beasiswa Indonesia “Kemitraan Negara Berkembang (KNB)” untuk akademik tahun 2015/2016. Program ini Beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang ditawarkan ke Kuba untuk dosen dan orang-orang muda yang bekerja di badan pemerintahan, program ini mencakup biaya penerbangan dan biaya akomodasi. 


5.    Di bidang budaya, pada tanggal 4-5 Juni 2015, telah dilaksanakan Angklung Workshop bertempat di Instituto Superior de Arte (ISA), Havana. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa seni ISA dan dilatih oleh Eugenio Amado Silva, Dosen Konservatorium Musik Jose White, Camaguey.

 

 

  F. SUSUNAN KABINET

NEGARA KUBA

I.              PARLEMEN KUBA (ASAMBLEA NACIONAL DEL PODER POPULAR)

Ketua Parlemen

:

Esteban Lazo Hernández

Wakil Ketua Parlamen

:

Ana María Mari Machado

Sekretaris Parlemen

:

Miriam Brito Sarroca

 

 

II.            DEWAN NEGARA (CONSEJO DE ESTADO)

Ketua Dewan Negara (Presiden)

:

Raúl Castro Ruz

Wakil Presiden Pertama

:

Miguel Mario Díaz-Canel Bermúdez

Wakil Presiden

:

José Ramón Machado Ventura

Wakil Presiden

:

Comandante de la Revolución Ramiro Valdés Menéndez

Wakil Presiden

:

Salvador Antonio Valdés Mesa

Wakil Presiden

:

Gladys María Bejerano Portela

Wakil Presiden

:

Mercedes López Arcea

Sekretaris

:

Homero Acosta Álvarez

 

III.           ANGGOTA DEWAN NEGARA

Lester Alain Alemán Hurtado

Excma. Sra. Ileana Amparo Flores Morales

Teresa María Amarelle Boué

Comandante de la Revolución Guillermo García Frías

Yaramis Armenteros Medina

Excmo. Sr. Félix González Vigo

Miguel Ángel Barnet Lanza

Excma. Sra. Tania León Silveira

 Inés María Chapman Waugh

General de Cuerpo de Ejército Álvaro López Miera

General de Cuerpo de Ejército Leopoldo Cintra Frías

Excma. Sra. Carmen Rosa López Rodríguez

General de Cuerpo de Ejército Abelardo Colomé Ibarra

Excma. Sra. Martha del Carmen Mesa Valenciano

Excma. Sra. Yuniasky Crespo Vaquero

Excmo. Sr. Carlos Rafael Miranda Martínez

Marino Alberto Murillo Jorge

Míriam Nicado García

Miladys Orraca Castillo

Sergio Juan Rodríguez Morales

Bruno Eduardo Rodríguez Parrilla

Liz Belkis Rosabal Ponce

Excmo. Sr. Adel Onofre Yzquierdo Rodríguez

 

 

IV.          DEWAN MENTERI (CONSEJO DE MINISTROS)

 

Ketua Dewan Menteri (presiden)

Raúl Castro Ruz

 

Wakil Ketua Pertama

Miguel Mario Díaz-Canel Bermúdez

 

Wakil Ketua

Ramiro Valdés Menéndez

 

 

Wakil Ketua dan Menteri Perekonomian dan Perencanaan

Marino Alberto Murillo Jorge

 

Wakil Ketua

Ulises Rosales del Toro

 

Wakil Ketua

Ricardo Cabrisas Ruiz

 

 

Wakil Ketua

Antonio Enrique Lussón Batlle

 

Sekretaris Dewan Menteri

José Amado Ricardo Guerra

 

Menteri Angkatan Bersenjata

Jenderal Leopoldo Cintra Frías

 

Menteri Dalam Negeri

Jenderal Abelardo Colomé Ibarra

 

Menteri Pertanian

Gustavo Rodríguez Rollero

 

 

Menteri Sains, Teknologi dan Lingkungan

Ministra de Ciencia, Tecnología y Medio Ambiente

Elba Rosa Pérez Montoya

 

Menteri Perdagangan luar negeri dan Investasi

Ministro de Comercio Exterior e Inversión Extranjera

Rodrigo Malmierca Díaz

 

Menteri Perdagangan Internal

Ministra del Comercio Interior

Mary Blanca Ortega Barredo

 

Menteri Konstruksi

René Mesa Villafaña

 

Menteri Kebudayaan

Julián González Toledo

 

Menteri Pendidikan Umum

Ena Elsa Velázquez Cobiella

 

Menteri Pendidikan Tinggi

Rodolfo Alarcón Ortiz

 

Menteri Keuangan dan Harga

Lina Olinda Pedraza Rodríguez

 

Menteri Industri Pangan

María del Carmen Concepción González

 

Menteri Industri

 

Salvador Pardo Cruz

 

Menteri Komunikasi dan Informatika

Ministro de la Informática y las Comunicaciones

Maimir Mesa Ramos

 

 

Menteri Kehakiman

María Esther Reus González

 

Menteri Luar Negeri

Bruno Eduardo Rodríguez Parrilla

 

Menteri Kesehatan Umum

Roberto Morales Ojeda

 

Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial

Margarita Marlene González Fernández

 

Menteri Transportasi

Cesar Ignacio Arocha Masid

 

Menteri Pariwisata

Manuel Marrero Cruz

 

Menteri Energi dan Pertambangan

Ministro de Energía y Minas

 

Alfredo López Valdés

 

 

V.           PEJABAT SETRINGKAT MENTERI

 

 

 

-Ketua Radio & Televisi : Danilo Sirio López

 

 

-Ketua Badan Olahraga Nasional, Pendidikan Phisik dan Rekreas: Julio Christian Jiménez Molina

 

 

 

-Direktur Bank Central: Ernesto Medina Villaveirán

 

 

-Ketua Badan Pengawas Keuangan: Gladys María Bejerano Portela

 

 

-Ketua Mahkamah Agung: Lic. Rubén Remigio Ferro

 

-Jaksa Agung: Dr. Darío Delgado Cura

 

 

-Lembaga Nasional Sumber Daya Hidrolik: Inés María Chapman Waugh

 

 

 As of 7 Juli 2015