Bahama

 Keterangan Dasar

 

Nama Resmi

:

Persemakmuran Bahama (The Commonwealth of the Bahamas)

Ibu Kota Negara

:

Nassau

Bentuk Negara

:

Persemakmuran Inggris

Kepala Negara

:

Ratu Elizabeth II

Wakil Kepala Negara

:

Gubernur Jenderal Dame Marguerita Pindling

Kepala Pemerintahan

:

Perdana Menteri Perry Christie (sejak 8 Mei 2012)

Wakil Kepala Pemerintahan

:

Philip Davis (Merangkap Menteri Pekerjaan Umum dan Pembangunan Kota)

Menteri Luar Negeri 

:

Frederick Mitchell

Hari Nasional

:

10 Juli (1973, kemerdekaan dari Inggris)

Letak Geografis

:

Kawasan Karibia, kepulauan di Samudera Atlantik Utara. Terletak 80 km di sebelah tenggara Florida, AS; di utara Kuba.

Luas Wilayah

:

13.940 Km2

Wilayah/Propinsi

:

31 districts; Acklins Islands, Berry Islands, Bimini, Black Point, Cat Island, Central Abaco, Central Andros, Central Eleuthera, City of Freeport, Crooked Island and Long Cay, East Grand Bahama, Exuma, Grand Cay, Harbour Island, Hope Town, Inagua, Long Island, Mangrove Cay, Mayaguana, Moore's Island, North Abaco, North Andros, North Eleuthera, Ragged Island, Rum Cay, San Salvador, South Abaco, South Andros, South Eleuthera, Spanish Wells, West Grand Bahama

Iklim

:

Subtropis – tropis.

Jumlah Penduduk

:

382.571 (est 2014, World Bank)

Usia 0-14 tahun

:

25.5%

Usia 15-64 tahun

:

68.0%

Usia > 65 tahun

:

6.5%

Pertumbuhan Penduduk

:

1% (est 2014, World Bank)

Bahasa Nasional

:

Inggris

Kelompok Etnis

:

Kulit Hitam 90.6%, Kulit Putih 4.7%, Campuran Hitam dan Putih 2.1%, lain-lain 2,6% (est 2010, CIA Fact Book)

Agama

:

Baptis, Anglikan, Protestan dan Katolik Roma

Ekonomi

 

 

Mata Uang

:

Dollar Bahama (USD 1 = BMD 1)

GDP (PPP Current International)

:

USD 8,99 milyar (est. 2014, World Bank)

Pertumbuhan GDP

:

1% (est. 2014, World Bank)

GDP Perkapita (PPP Current International)

:

USD 23.520 (est. 2014, World Bank)

Komposisi GDP Per Sektor

:

Pertanian : 2% ; Industri : 21% ; Jasa: 77% (est. 2014, World Bank)

Produk Industri

:

tourism, banking, cement, oil transshipment, salt, rum, aragonite, pharmaceuticals, spiral-welded steel pipe

Produk Pertanian

:

Citrus; vegetables; poultry

Nilai Ekspor

:

US $960 juta (est 2014, CIA Fact Book)

Nilai Impor

:

US$3,05 miliar (est 2014, CIA Fact Book)

Komoditi Ekspor

:

mineral products and salt, animal products, rum, chemicals, fruit and vegetables

Komoditi Impor

:

machinery and transport equipment, manufactures, chemicals, mineral fuels; food and live animals

Mitra Ekspor

:

Cote dIvoire 25.6%, US 21.5%, Dominican Republic 18%, Turkey 4.8%, Ecuador 4.2% (est 2013, CIA Fact Book)

Mitra Impor

:

US 36.6%, South Korea 10%, Singapore 9.7%, India 8%, Colombia 5.8%, Japan 5.7% (est 2013, CIA Fact Book)

Sumber Daya Alam

:

salt, aragonite, timber, arable land

Akses Masuk

:

Freeport, Nassau, South Riding Point (CIA Fact Book)

 

B.   Perkembangan Politik

 

1.     Pemilu terakhir yang berlangsung pada bulan Mei 2012 telah mengantarkan Pemimpin Oposisi dari Partai Partai Progresive Liberal (PLP), Perry Christie, menjadi PM Bahama untuk periode 2012 – 2017. Perry Christie yang telah dilantik pada tanggal 8 Mei 2012 menggantikan Hubert Ingraham dari Partai Gerakan Kebebasan Nasional (FNM). Hasil Pemilu tahun 2012 juga menggambarkan bahwa PM Perry Christie mendapat dukungan yang luas masyarakat Bahama. Hal tersebut tercermin dari komposisi anggota Parlemen Bahama dimana PLP mendapatkan 29 dari 38 kursi di lembaga legislatif tersebut. PM Christie telah menunjuk Frederick A. Mitchell, yang juga anggota Parlemen Bahama, sebagai Menteri Luar Negeri dan Imigrasi.

 

2.     Kebijakan utama PM Christie adalah memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri dengan menekan angka pengangguran, membuka lapangan pekerjaan khususnya bagi generasi muda dan menjalankan program sosial untuk mengurangi angka kriminalitas. PM Christie berupaya menjalankan pemerintahan yang pro-bisnis, terutama untuk lebih menarik investasi dari luar negeri. Pemerintah Bahama dibawah pimpinan PM Perry Christie juga memberikan perhatian yang serius terhadap pemberantasan kejahatan lintas batas (transnational organized crime), terutama dalam penyelundupan obat bius. Sebagai negara kepulauan, Bahama juga menjadi daerah asal, transit dan tujuan bagi penyelundupan manusia dari kawasan Karibia.

 

3.     Dalam tataran regional, Bahama memiliki kepentingan untuk memperkuat integrasi kawasan Karibia. Saat ini Bahama menjadi anggota pada beberapa organisasi internasional kawasan seperti Caribbean Community (CARICOM), Community of Latin American and Caribbean States (CELAC), Association of Caribbean States (ACS), Forum of the Caribbean Group of AfricaCaribbean and Pacific States (CARIFORUM), Latin America and Caribbean Economic System (SELA) dan Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC).

 

4.      Dalam konteks multilateral, Bahama merupakan anggota dari Gerakan Non-Blok (GNB) dan Kelompok 77 + Cina. Bahama juga telah memanfaatkan kerangka Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) khususnya di bidang pariwisata, energi, pendidikan dan transportasi

 

 

C.  Perkembangan Ekonomi

 

1.    Bahama merupakan salah satu perekonomian termakmur di kawasan Karibia. Perekonomian Bahama sangat tergantung kepada sektor jasa khususnya pariwisata, perbankan internasional, manajemen investasi dan jasa keuangan. Sektor pariwisata, termasuk konstruksi dan manufaktur bidang pariwisata, menyumbang 60% pendapatan Gross Domectic Products (GDP) serta secara langsung dan tidak langsung mempekerjakan setengah dari angkatan kerja di Bahama yang mencapai kurang lebih 200 ribu orang.

 

2.    Angka pertumbuhan ekonomi Bahama dalam 3 tahun terakhir cenderung menurun yaitu sebesar 1,8% (2012), 2% (2013) dan 1,2% (2014). Adapun rencana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah  sebesar 2,1%.

 

3.    Jumlah kunjungan wisatawan dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan dari sebanyak 5, 94 juta orang pada tahun 2012 menjadi 6,15 juta orang (2013) dan pada tahun 2014 sebanyak 6,32 juta orang. Pemerintah Bahama mempunyai harapan positif beroperasinya resort terbesar Baha Mar, dengan nilai investasi sebesar USD 3,5 miliar,  pada tanggal 27 Maret 2015 akan semakin menarik kunjungan wisatawan stop over ke Bahama. Selain itu, resort yang dilengkapi oleh kasino, kompleks olah raga, dan pertokoan akan mampu meningkatkan kunjungan turis secara nasional sebanyak 30% dan mampu meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata sebesar USD 1 miliar per tahun.

 

4.    Sektor keuangan merupakan sektor terpenting kedua bagi Bahama. Pemerintah Bahama tidak menerapkan pajak bagi perorangan maupun kepada perusahaan korporasi dan hanya menerapkan sedikit pajak. Pendapatan pemerintah Bahama berasal dari pengenaan tarif dengan besaran rata-rata 18,9%, asuransi nasional, property dan stamp taxes.

 

5.    Pemerintah Bahama juga berkeinginan untuk menjadi anggota World Trade Organization (WTO) namun demikian ide Pemerintah Bahama ini masih menjadi perdebatan secara internal mengenai keuntungan yang akan didapat Bahama dengan menjadi anggota WTO.

 

D. Hubungan Indonesia – Bahama

 

I.    Bidang Politik 

 

1.    Hubungan diplomatik RI - Bahama dibuka secara resmi tanggal 5 Mei 1977. Berdasarkan KepMenlu No. SK.06/A/OT/VI/2004/01 tanggal 01 Juni 2004 dan Surat Edaran Sekjen No. SE.01/C/OT/VIII/2004/02 tanggal 20 Juli 2004, hubungan diplomatik kedua negara dilakukan melalui KBRI Havana, Kuba. Sementara Kedubes Bahama di Beijing merangkap Indonesia. Berdasarkan Keppres No. 181/M Tahun 2000, Pemerintah RI mengangkat Dr. Davidson L. Hepburn sebagai Konsul Kehormatan RI di Bahama mulai tanggal 5 Juli 2000.

 

2.    Hubungan diplomatik kedua negara telah ditandai oleh kesepakatan saling mendukung dalam Kelompok 77, International Conference on Financing for Development, World Summit on Sustainable Development (WSSD) dan UN Convention of the Law of the Sea. Saling dukung lewat pencalonan Bahama di Commission on Sustainable Development (CSD) periode 2010-2013 dengan pencalonan Indonesia di Internationa Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) dan  sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) kategori C untuk periode 2011-2013.

 

II.  Bidang Ekonomi

 

1.    Nilai total perdagangan pada tahun 2014 sebesar US$ 925 ribu, atau mengalami penurunan dibandingkan nilai perdagangan tahun 2013 sebesar US$ 7,43 juta. Meskipun demikian, Indonesia masih mendapatkan surplus perdagangan sebesar US$ 896 ribu.

 

2.    Untuk tahun berjalan periode Januari-April 2015, total nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 327 ribu, atau meningkat 67,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar US$ 195 ribu.  Nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 325 ribu, sementara nilai impor sebesar US$ 2400, atau surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar US$ 322 ribu.

 

3.    Salah satu faktor utama dari fluktuasi neraca perdagangan Indonesia-Bahama yang besar dalam 5 tahun terakhir adalah pembelian/impor kapal oleh Indonesia. Sekiranya tidak terjadi impor/pembelian kapal oleh Indonesia, neraca perdagangan bilateral kedua Negara akan berkisar sekitar USD 900 ribu – USD 1,3 juta dengan posisi surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 800 ribu – USD 1,1 juta.

 

4.    Produk ekspor utama Indonesia ke Bahama pada periode 2012-2014, antara lain adalah, produk sabun, produk obat-obatan, produk peralatan, produk furniture. Sementara itu produk impor utama Indonesia dari Bahama, antara lain adalah, produk kapal, produk minuman beralkohol, dan prdouk limbah besi dan aluminium.

 

5.    Pada tanggal 25 Juni 2015 telah ditandatangani Tax Information Exchange Agreement (TIEA) oleh Duta Besar RI untuk Kuba, Persemakmuran Bahama dan Jamaika, Teiseran Foun Cornelis dan Menteri Negara Bidang Keuangan, Michael B. Halkitis di Nassau, Bahama.

 

6.    Untuk meningkatkan kerjasama perdagangan kedua negara dan untuk mengundang partisipasi pengusaha Bahama pada Pameran Perdagangan Indonesia (TEI) bulan Oktober 2015, pada tanggal 25 Juni 2015, KBRI Havana telah menyelenggarakan Business Dinner di Nassau yang dihadiri oleh sekitar 17 pengusaha Bahama.

 

 ? 

Neraca Perdagangan

Indonesia – Bahama

Periode 2010-2015

 

(dalam ribu USD)

Uraian

2010

2011

2012

2013

2014

Trend

(%) 2010-2014

Jan-Apr

Perub

(%) 2015/2014

2014

2015

TOTAL PERDAGANGAN

18.280,5

1.965,0

1.339,4

7.430,9

925,4

-37,10

195,6

327,4

67,37

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

18.280,5

1.965,0

1.339,4

7.430,9

925,4

-37,10

195,6

327,4

67,37

EKSPOR

1.152,4

1.154,7

1.234,3

957,8

911,0

-6,36

195,6

325,0

66,15

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

1.152,4

1.154,7

1.234,3

957,8

911,0

-6,36

195,6

325,0

66,15

IMPOR

17.128,2

810,2

105,1

6.473,2

14,4

-70,15

0,0

2,4

0,00

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

17.128,2

810,2

105,1

6.473,2

14,4

-70,15

0,0

2,4

0,00

NERACA PERDAGANGAN

-15.975,8

344,5

1.129,3

-5.515,4

896,7

0,00

195,6

322,6

64,92

MIGAS

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

NON MIGAS

-15.975,8

344,5

1.129,3

-5.515,4

896,7

0,00

195,6

322,6

64,92

 

      



















Sumber: Kementerian Perdagangan RI

 

           III.  Bidang Sosial Budaya

 

 Hubungan bilateral di bidang penerangan, sosial dan budaya antara Indonesia dengan Bahama belum dilandasi oleh suatu Persetujuan Kebudayaan. Indonesia telah tiga kali berpartisipasi pada Festival Budaya Internasional di Bahama masing-masing pada tahun 2002, 2009 dan 2012 serta Food Festival di Bahama pada tahun 2006. Partisipasi Indonesia tersebut terutama untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat setempat dan asing di Bahama. Pada kesempatan tersebut Indonesia telah mempromosikan barang-barang kerajinan bermotifkan batik (a.l selendang, kemeja, kipas, tas koin dan topeng) serta beberapa macam makanan khas seperti sosis solo, pastel, mi goring, sate, nastar, kastangel dan kerupuk. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman tentang Indonesia dan juga menggali potensi produk batik Indonesia di pasar Bahama. Hal ini dapat dilihat dari adanya keinginan pelaku bisnis setempat untuk mengimpor batik dari Indonesia.

 

 

 E.  SUSUNAN KABINET

     NEGARA PERSEMAKMURAN BAHAMA

 

Menteri

Perdana Menteri dan Menteri Keuangan

:

Perry Christie

Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pekerjaan Umum dan Pembangunan Kota

:

Philip Davis

Menteri Pertanian, Sumber Daya Laut dan Pemerintah Daerah

:

Alfred Gray

Jaksa Agung dan Menteri Hukum

:

Allyson Maynard Gibson

Menteri Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

:

Jerome Fitzgerald

Menteri Lingkungan Hidup dan Perumahan

:

Kendred Dorsett

Menteri Kesehatan

:

Perry Gomez

Menteri Pelayanan Finansial

:

Hope Strachan

Menteri Tenaga Kerja dan Asuransi Nasional

:

Shane Gibson

Menteri Keamanan Nasional

:

Bernard Nottage

Menteri Jaminan Sosial

:

Melanie Griffin

Menteri Pariwisata

:

Obediah Wilchcombe

Menteri Transportasi dan Penerbangan

:

Glenys Hanna Martin

Menteri Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan

:

Daniel Johnson

 

Menteri Negara

Menteri Negara Bidang Keuangan

:

Michael Halkitis

Menteri Negara Bidang Luar Negeri dan Imigrasi

:

Frederick Mitchell

Menteri Negara Bidang Investasi

:

Khaalis Rolle

Menteri Negara Bidang Hukum

:

Damian Gomez

Menteri Negara Bidang Keamanan Nasional

:

Keith Bell

 

Gubernur Bank Sentral

:

Wendy Craigg

 

  As of 8 Juli, 2015