Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Selamat datang di website KBRI     |       Kunjungi Website Portal Deplu     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Cuba

                                                                                        as of November 2012 
 
A.   Keterangan Dasar
 
Nama Negara
:
Republik Kuba (Republica de Cuba)
 
Bentuk Negara
:
Kesatuan
 
Bentuk Pemerintahan
:
Sosialis-Komunis
 
Kepala Negara
:
Raúl Castro Ruz, merangkap sebagai Ketua Dewan Negara, Ketua Dewan Menteri, Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata (terpilih sejak 24 Februari 2008)
 
Luas Wilayah
:
110.860 Km2, dengan luas daratan sebesar 109.820 Km2 dan luas lautan sebesar 1.040 Km2
 
 
Letak
:
Di kawasan Karibia, gugus kepulauan yang terletak antara Laut Karibia dan Samudera Atlantik bagian Utara. 150 Km dari Key West, Florida
 
Perbatasan
:
Utara
:
Amerika Serikat dan Bahamas
Selatan
:
Jamaika
Timur
:
Haiti
Barat
:
Teluk Meksiko
 
 
Ibukota
:
Havana (La Habana)
 
Jumlah Penduduk
:
11.075.244 (Juli 2012 est)
Usia 0-14 tahun
:
17.3% (984.607 laki-laki dan 931.167 perempuan)
Usia 15-64 tahun
:
71.1% (3.947.047 laki-laki dan 3.932.128 perempuan)
Usia > 65 tahun
:
11.7% (583.757 laki-laki dan 708.624 perempuan)
 
 
Pertumbuhan Penduduk
:
-0,115% (est 2012)
 
Bahasa
:
Spanyol
 
Kelompok Etnis
:
Kulit Putih 65,1%; Mulatto dan Mestizo 24,8%; Kulit Hitam 10,1% (sensus tahun 2002)
 
Agama
:
85% Katholik Roma sebelum Castro berkuasa; Protestan; Jehovah’s Witnesses, Yahudi; Santeria
 
Hari Nasional
:
1 Januari (1959 Hari Kemenangan Revolusi).
10 Desember (Kuba mendapatkan kemerdekaan dari Spanyol pada tanggal 10 Desember 1898 namun kemudian berada di bawah pemerintahan AS dari tahun 1898-1902)
 
Wilayah/Provinsi
:
Terdiri dari 15 provinsi dan 1 daerah khusus, yakni La Habana; Artemisa; Mayabeque, Pinar del Rio; Matanzas; Villa Clara; Cienfuegos; Sancti Spiritus; Ciego de Avila; Camagűey; Las Tunas; Holguín; Granma; Santiago de Cuba; Guantanamo; dan daerah khusus Isla de Juventud
 
Iklim
:
Subtropis: suhu terendah sekitar 5oC dan tertinggi 300C. Kelembaban: sekitar 63% pada musim semi-dingin (November-April) dan sekitar 90% pada musim panas (Mei-Oktober)
 
Mata Uang
:
Cuban Peson (CUP) (1 USD = 19,2 CUP)
Cuban Convertible Peso (CUC) (1 USD = 0,8 CUC)
 
PDB
:
US$ 60.43 milyar (perkiraan thn. 2011)
 
PDB per kapita
:
US$ 11.266 (perkiraan thn. 2012)
 
Pertumbuhan ekonomi
:
3,3% (perkiraan thn. 2012)
 
Industri
:
Gula, petroleum, tembakau, kimia, konstruksi, jasa, nikel, besi, semen, mesin pertanian, bioteknologi/farmasi
 
Produk Pertanian
:
Gula, tembakau, jeruk sitrus, kopi, beras, kentang, kacang, ternak
 
Ekspor
:
US$ 4.679 milyar (est 2011)
-          Produk ekspor
:
Nikel, obat-obatan, tembakau/cerutu, gula, kopi, produk perikanan, buah segar (a.l. jeruk dan mangga dalam bentuk jus dan konsentrat)
-          Mitra Ekspor
:
Venezuela, China, Spanyol, Kanada, Belanda, Brazil, Mexico dan Italia (2011)
 
Impor
:
US$ 12.97 milyar (2011)
-          Produk impor
:
Bahan bakar dan pelumas, makanan, peralatan mesin dan produk kimia
-          Mitra impor
:
Venezuela, Cina, Spanyol, Brazil, Kanada (2011)
 
Akses masuk
:
Antilla, Cienfuegos, Guantanamo, Havana, Matanzas, Mariel, Nuevitas Bay, Santiago de Cuba, Tanamo
 
 
 A.   Perkembangan Politik
 
1.     Sejak tahun 2008, Kuba memasuki babak baru saat terjadinya pergantian pucuk pimpinan Kuba, dengan diangkatnya Raul Castro Ruz sebagai Presiden Kuba dalam Sidang Parlemen (Asamblea Nacional del Poder Popular) tanggal 24 Februari 2008, menggantikan Fidel Castro Ruz. Masa transisi pemindahan pucuk pimpinan nasional Kuba berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak politik di Kuba.
 
2.     Hingga saat ini Kuba merupakan satu-satunya negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia yang menggunakan sistem Sosialis-Komunis (Soskom). Presiden Raul Castro, tetap menerapkan model pembangunan Soskom sesuai dengan ciri dan karakter masyarakatnya. Namun demikian Presiden Raul Castro menerapkan kebijakan yang lebih terbuka dan pragmatis dibanding pendahulunya, Fidel Castro.
 
3.       Pada bulan April 2010, Pemerintah Kuba menyusun konsep Guidelines for the Economic and Social Policy of the Party and the Revolution (Pedoman Kebijakan Ekonomi dan Sosial Negara) yang mencakup langkah-langkah perubahan di bidang ekonomi. Pedomen tersebut selanjutnya mendapat persetujuan pada pelaksanaan Kongres ke-6 Partai Komunis Kuba pada bulan April 2011 di Havana. Selain hal tersebut juga dihasilkan Resolusi mengenai Central Report Presiden Raul Castro dan Resolusi mengenai Perbaikan Badan-badan Perwakilan Rakyat (People´s Power), Sistem Pemilu dan Pembagian Administrasi Pemerintahan.
 
4.       Pada sisi kebijakan luar negeri isu pencabutan blokade ekonomi, perdagangan dan keuangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba masih menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Kuba. Hampir di setiap kesempatan di berbagai forum bilateral maupun multilateral, Pemerintah Kuba selalu mengangkat isu tersebut.
 
B.   Perkembangan Ekonomi
 
1.    Kebijakan di bidang ekonomi Kuba saat ini menitikberatkan pada peningkatan industri pertanian, pariwisata dan ketahanan energi dalam negeri, perdagangan luar negeri, hutang dan kredit, investasi asing, kerjasama dan intergrasi ekonomi di kawasan Amerika Latin dan Karibia,. Pada dasarnya, Kuba berusaha untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan pemasukan devisa ekspor barang dan jasa serta mengurangi barang-barang impor dalam jangka pendek. Implementasi Pedoman untuk Reformasi Ekonomi Kuba telah mendorong pertumbuhan PDB Kuba dari sebesar 2,7% pada tahun 2011 menjadi 3,1% pada tahun 2012.
 
2.      Usaha pemerintah Kuba untuk meningkatkan ekspor dan menurunkan impor mencapai surplus perdagangan rata-rata per tahun mencapai US$ 2 milyar sejak tahun 2009. Namun demikian, Kuba belum mengeluarkan data resmi neraca pembayarannya sejak tahun 2008 yang pada saat itu tercatat defisit US$ 1.7 milyar. Catatan terakhir hutang luar negeri Kuba pada tahun 2008 sekitar US$ 20 milyar, dimana lebih dari 50% diantaranya diklasifikasikan sebagai tidak aktif. Mitra dagang utama Kuba dalam 3 tahun terakhir adalah Venezuela, Cina, Spanyol, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Meksiko dan Italia.
 
3.      Ketahanan energi merupakan hal yang vital di Kuba. Kuba memiliki blok minyak potensial di kawasan ZEE Kuba di Teluk Meksiko. Eksplorasi telah dilakukan oleh Repsol (Spanyol), Petronas (Malaysia), Gazprom Neft (Rusia), Petróleos de Venezuela S.A (PDVSA – Venezuela) dan Sonagol (Angola). Lebih lanjut, untuk mengatasi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, Kuba sedang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 1.500 Mw, Pembangkit Listik Tenaga Angin (PLTAg) yang akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 50 Mw dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diharapkan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 100 Mw. 
 
4.     Salah satu penggerak perekonomian Kuba adalah sektor pariwisata. Tahun 2012, Kuba menargetkan kunjungan 3 juta wisatawan mancanegara (wisman). Informasi dari Kementerian Pariwisata Kuba sampai dengan tanggal 26 Agustus 2012 telah tercatat 2 juta wisman mengunjungi Kuba atau mengalami peningkatan sebesar 5,3% dibandingkan dengan periode Agustus 2011. Peningkatan jumlah wisaman tersebut didukung oleh semakin banyaknya wisman non-tradisional yang berasal dari Kanada, Perancis, Argentina, Jerman, Rusia dan Meksiko. Adapun wisman tradisonal Kuba berasal dari Belanda, Kolombia, Cile, Swiss dan Peru. Jumlah kunjungan wisatawan tersebut tercatat sebagai yang terbesar di kawasan Karibia dan menegaskan posisi Kuba sebagai salah satu tujuan wisata wisatawan internasional dengan mengedepankan matahari dan pantainya.
 
5.       Hingga saat ini Kuba masih memberlakukan dua sistem mata uang, yakni Cuban Convertible Peso (CUC) dan Cuban Peso (CUP). Bank Sentral Kuba (Banco Central de Cuba–BCC) pada tanggal 23 Oktober 2004 mengeluarkan Resolusi No. 80 Tahun 2004, yang menetapkan CUC sebagai mata uang yang berlaku di masyarakat menggantikan US Dollar. Monetary Policy Committee of BCC melalui Keputusan No. 13 Tahun 2005 menetapkan bahwa mulai tanggal 18 Maret 2005 nilai tukar Cuban Peso (CUP) adalah beli 1 CUC = 24 CUP dan Jual 1 CUC = 25 CUP. Kuba menerapkan sistem tukar tetap yaitu 1 US$ = 0.84 CUC. Nilai tukar mata uang asing lainnya mengacu pada nilai tukar tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah peredaran US Dollar di Kuba. Akibatnya peredaran US Dollar di Kuba sangat terbatas hanya sekitar 30%.
 
C.   Perkembangan Sosial Budaya
 
1.      Kuba merupakan negara yang menerapkan penggunaan soft power dalam mendukung politik luar negeri. Landasan soft power Kuba didasarkan pada pandangan bahwa Kuba menerima begitu banyak dukungan dari berbagai pihak ketika menegakkan revolusi 1959, sehingga pemerintah dan rakyat Kuba memiliki kewajiban untuk membayar “hutang kemanusiaan” (debt to humanity) ini dengan cara membantu negara lain yang kurang beruntung. Diplomasi soft power yang dimiliki Kuba dilaksanakan dalam beberapa bentuk yaitu: (a) diplomasi di bidang pendidikan; (b) diplomasi di bidang kesehatan; (c) diplomasi di bidang seni budaya; (d) kerjasama teknik dan pembangunan antar negara berkembang.
 
2.      Sampai dengan tahun 2012, lebih dari 30.000 mahasiswa asing dari 70 negara tercatat telah mengambil beasiswa pada berbagai disiplin ilmu, diantaranya bidang olahraga, seni budaya dan perfilman di Kuba. Beasiswa yang paling diminati adalah di bidang kedokteran melalui Sekolah Kedokteran Amerika Latin (Escuela Latinoamericana de Medicina/ELAM). ELAM menjadi salah satu ujung tombak soft power Kuba karena meminta agar lulusannya kembali ke masyarakatnya untuk mempraktekan ilmu yang diperolehnya. Sejak bulan Agustus 2012, terdapat 3 (tiga) mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Pemerintah Kuba yang akan memulai studi di ELAM.
 
3.      Di bidang kesehatan, hingga saat ini terdapat 51.000 dokter dan tenaga medis Kuba yang membantu pelayanan kesehatan di negara dunia ketiga, khususnya di Amerika Latin dan Afrika. Kuba telah menjalankan program “Milagro” (Miracle) sebagai program untuk membantu pencegahan dan pengobatan penyakit mata (kebutaan) bagi masyarakat tidak mampu. Selain itu, guna memberantas buta huruf di negara dunia ketiga, Kuba menjalankan program Yo soy Puedo (Yes, I can). 
 
4.      Kuba juga memanfaatkan kerjasama teknik dan pembangunan sebagai wahana soft power. Kuba membantu banyak negara dunia ketiga mengembangkan bioteknologi di bidang farmakologi (pengobatan), khususnya vaksin, diversifikasi tebu dan pengelolaan air minum.
 
D.       HUBUNGAN INDONESIA – KUBA
 
I.          BIDANG POLITIK 
 
1.             Hubungan diplomatik RI - Kuba dimulai pada tanggal 22 Januari 1960. Peresmian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Havana dilakukan pada tanggal 14 Agustus 1963. Namun, atas dasar resiprositas dan penghematan keuangan, Pemerintah Indonesia menutup KBRI Havana pada bulan Oktober 1971 yang kemudian dirangkap oleh KBRI Meksiko. KBRI Havana dibuka kembali pada bulan Desember 1995 dan sejak tahun 1999 dipimpin oleh Duta Besar LBBP RI. Saat ini yang menjabat sebagai Dubes LBBP adalah Bapak Teiseran Foun Cornelis yang menyerahkan credential pada tanggal 13 Februari 2012. Sementara Dubes Kuba di Jakarta dijabat oleh Ibu Enna Viant Valdes.
 
2.            Hubungan diplomatik kedua negara telah ditandai oleh kesepakatan saling mendukung dalam pemilihan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM periode 2011-2014 dan Kuba sebagai anggota Dewan HAM periode 2013-2016, pencalonan kedua negara sebagai ECOSOC periode 2012-2014 dan sebagai anggota Executive Board UNESCO periode 2012-2015, saling dukung atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2011-2013 dengan pencalonan Kuba pada Governing Body of the International Atomic Energy Agency (IAEA) periode 2011-2013, saling dukung atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan FAO periode 2012-2014 dan pencalonan Kuba dalam pencalonan kembali sebagai Deputy Member dari Governing Body of the International Labour Organization (GB-ILO) periode 2011-2014, dukungan Kuba terhadap pencalonan Dr. Roy Sparingga sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission (CAC) dari Indonesia sebagai wakil President CODEX Alimentary Commission (CAC), dam kesepakatan saling dukung atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Postal Operation Council (POC) – Universal Postal Union (UPU) periode 2013-2016 dan pencalonan Kuba sebagai anggota Postal Operation Council (POC) – Universal Postal Union (UPU) periode yang sama.
 
3.             Kedua negara telah melakukan Sidang Komisi Bersama sebanyak 5 (lima) kali. Sidang ke-1 di Havana tahun 1997; ke-2 di Jakarta tahun 2000; ke-3 di Havana tahun 2003; ke-4 di Jakarta tahun 2005; dan ke-5 di Havana tahun 2008. Sidang ke-6 Komisi Bersama (SKB) RI-Kuba yang semula direncanakan berlangsung  di Indonesia pada tahun 2010 tidak jadi dilaksanakan atas permintaan Pemerintah Kuba karena pertimbangan kesulitan ekonomi  yang dialami Kuba.
 
 II.        BIDANG EKONOMI
 
1.      Perdagangan Indonesia-Kuba mengalami peningkatan dalam waktu tiga tahun terakhir, namun mengalami sedikit penurunan pada tahun 2012. Sampai dengan bulan Oktober 2012, total nilai perdagangan Indonesia-Kuba senilai USD 12.402.000 dengan ekspor Indonesia senilai USD 11.156.200 dan impor Indonesia sebesar USD 1.245.800 sehingga Indonesia mengalami surplus sebesar USD 9.910.400. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 20,95% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 (USD 15.689.700).
 
2.           Perdagangan antara Kuba dan Indonesia pada umumnya masih dilakukan melalui negara ketiga, khususnya Panama, Meksiko dan Spanyol. Produk ekspor utama Indonesia ke Kuba adalah tekstil dan produk tekstil, sepatu, barang pecah belah, furnitur dan barang elektronik. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Kuba adalah cerutu dan obat-obatan khususnya vaksin
 
 Perdagangan Indonesia – Kuba
(dalam USD)
Tahun
Total
Ekspor Indonesia
Impor Indonesia
Neraca Perdagangan
2010
10.105.100
9.022.200
1.082.900
7.939.400
2011
16.880.100
15.190.600
1.689.400
13.501.200
Jan – Okt 2011
15.689.700
14.383.600
1.306.100
13.077.500
Jan – Okt 2012
12.402.000
11.156.200
1.245.800
9.910.400
Sumber: Kementerian Perdagangan
 
III.       SOSIAL BUDAYA
 
1.           Di bidang olah raga, kerjasama kedua negara terus mengalami kemajuan terutama pada cabang atletik, tinju, bola voli, gulat dan bulutangkis. Indonesia telah mengirimkan sejumlah atlet untuk mengikuti pelatihan dan latih tanding di Kuba serta pengiriman pelatih bulutangkis untuk membeikan coaching clinic kepada atlet Kuba.
 
2.            Potensi di bidang kesehatan masih memungkinkan untuk dikembangkan. Kuba memiliki sistem kesehatan yang cukup maju dengan didukung SDM yang berkualitas dan obat-obatan yang efektif untuk menangani berbagai penyakit, terutama kanker dan HIV/AIDS. Beberapa perusahaan obat dari Indonesia telah memulai upaya untuk menjalin kerjasama dengan pihak Kuba dalam dua tahun terakhir.
 
3.          Di bidang pendidikan, masih terdapat kendala kurang diminatinya tawaran beasiswa Darmasiswa dari Indonesia oleh masyarakat Kuba karena kesulitan yang dihadapi pemohon untuk membiayai sendiri tiket perjalanan dari Kuba ke Indonesia.  Namun terdapat beberapa mahasiswa Indonesia yang telah menerima beasiswa Pemerintah Kuba, yaitu pada tahun 2003 tercatat 3 (tiga) mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Escuela Internacional de Educación Física y Deporte (EIEFD/Sekolah Internasional untuk Pendidikan Jasmani dan Olahraga) yang telah lulus pada tahun 2008 dan 2009 dengan hasil sangat memuaskan, bahkan salah seorang menerima predikat “Titulo de Oro” (gelar emas) yang dapat disamakan dengan summa atau magna cum laude di Indonesia. saat ini terdapat 3 (tiga) mahasiswa Indonesia penerima beasiswa di bidang kedokteran dari Pemerintah Kuba. Ketiga mahasiswa mulai mengikuti perkuliahan pada bulan September 2012. Sebagai catatan, ketiga mahasiswa tersebut membiayai sendiri tiket perjalanan mereka dari Indonesia ke Kuba karena skema beasiswa Kuba tidak menawarkan hal ini.  
 
 
SUSUNAN DEWAN MENTERI DAN KABINET
NEGARA REPUBLIK KUBA
 
Dewan Menteri
Presiden/Ketua Dewan Menteri
:
Raul Castro Ruz
Wakil Presiden/Wakil Ketua I
:
Ramon Machado Ventura
1.    Wakil Ketua
:
Ramiro Valdez Menendez
2.    Wakil Ketua
:
Miguel Diaz Canel-Bermudes
3.    Wakil Ketua
:
Ricardo Cabrisas Ruiz
4.    Wakil Ketua
:
Ulises Rosales del Toro
5.    Wakil Ketua
:
Antonio Enrique Lusson Battle
6.    Wakil Ketua
:
Marino Alberto Murillo Jorge
7.    Wakil Ketua
:
Adel Yzquierdo Rodriguez
Sekretaris Dewan Menteri
:
Jose Amado Ricardo Guerra
 
Menteri
Menteri Luar Negeri
:
Bruno Eduardo Rodriguez Parilla
Menteri Dalam Negeri
:
Abelardo Colome Ibarra
Menteri Kehakiman
:
Maria Ester Reus Gonzales
Menteri Pertanian
:
Gustavo Rodriguez Rollero
Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Lingkungan
:
Elba Rosa Perez Montoya
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Luar Negeri
:
Rodrigo Malmierca Diaz
Menteri Perdagangan Dalam Negeri
:
Mary Blanca Ortega Barredo
Menteri Informatika dan Komunikasi
:
Maimir Mesa Ramos
Menteri Konstruksi
:
Rene Mesa Villafana
Menteri Kebudayaan
:
Rafael Bernal Alemany
Menteri Ekonomi dan Perencanaan
:
Adel Yzquierdo Rodriguez
Menteri Pendidikan
:
Ena Elsa Valzquez Cobiella
Menteri Pendidikan Tinggi
:
Rodolfo Alarcon Ortiz
Menteri Kesehatan Masyarakat
:
Roberto Morales Ojeda
Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial
:
Margarita Marlene Gonzalez
Menteri Keuangan
:
Lina Olinda Pedraza Rodriguez
Menteri Angkatan Bersenjata
:
Leopoldo Cintra Frias
Menteri Industri Makanan
:
Maria del Carmen Gonzalez
Menteri Energi dan Pertambangan
:
Alfredo Lopez Valdez
Menteri Perindustrian
:
Salvador Pardo Cruz
Menteri Perhubungan
:
Cesar Ignacio Arocha Masid
Menteri Pariwisata
:
Manuel Morrero Cruz
 
Gubernur Bank Sentral
:
Ernesto Medina Villaveiran
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Gedung KBRI Havana

static1


static2


static3


static4


static5

running1running2running3running4running5
running6running7running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan