Musisi Indonesia tinggalkan penggemar yang meminta untuk main lebih banyak

5/3/2012

 
Kamis, Mei 3, 2012 00:00
Wartawan sesi Hiburan, Koran Herald


Pecinta jazz telah mendapatkan suatu perlakuan yang langka yaitu pagelaran kelas dunia pada hari Selasa oleh musisi dan komposer terkenal Indonesia Peni Candra Rini yang berada di negara Zimbabwe untuk Harare International Festival of Arts edisi tahun ini.  Rini mempertunjukan dua melodi, dan meninggalkan kerumunan yang memintanya main lebih banyak.
 
 

 
Salah satu lagu yang menarik perhatian banyak orang adalah hit "Harmoni Inti Kepulauan Indonesia" di album terbarunya.
Lagu ini juga diatur dengan laras pentatonis dan dibuat lebih manis dengan penggunaan instrumen tradisional Indonesia yang dikenal sebagai gamelan dan gitar akustik.
 
 

 
 
Sebelum tampil di Harare, Rini juga telah memiliki pertunjukan lain yang luar biasa pada Senin malam di Domboshava untuk pesta pra-Hifa.
 
Lulusan universitas dari Institut Seni Indonesia ini, Rini telah berada di industri musik selama 15 tahun terakhir.
Selain sebagai musisi, Rini juga dosen universitas di Institut Seni Indonesia.
 

 
 
Dalam sebuah wawancara, Rini mengatakan dia senang berada di Zimbabwe dan sangat ingin tampil di edisi mendatang Hifa.
 
"Saya ingin kembali ke Zimbabwe. Ini adalah festival yang sangat besar dan terkenal. Ini adalah ketiga kalinya saya tampil di Hifa, "katanya.

Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe Bapak Eddy Poerwana dan penggemar musik lainnya hadir dalam acara itu.
Rini adalah salah satu perempuan komposer musik kontemporer dan beberapa vokalis di Indonesia yang melakukan sindhen, penyanyi solo wanita diiringi dengan orkestra gamelan.

Pada tahun 2008, ia ditetapkan sebagai seorang komposer kontemporer dalam konser bertajuk "Bramara", yang mana untuk menyelesaiakan  program pasca sarjananya di Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta, Jawa Tengah, di mana ia saat ini adalah dosen.

Dia memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan tradisi musik Indonesia --- telah bekerja sama dengan artis besar dari dalam dan luar Indonesia seperti Rahayu Supanggah, (Alm) I Wayan Sadra, Dwiki Darmawan, Al Suwardi, Garin Nugroho, Robert Wilson (New York), Albert Chimedza (Zimbabwe).

Rini telah membuat komposisi musik untuk Gamelan Pacifica di Cornish College of the Arts Seattle (2011) dan telah bergabung dalam pagelaran dengan kelompok gamelan Garasi Seni Benawa di Surakarta, Kusuma Laras New York (2011) dan Venerable Shower of  beauty Gamelan di Portland (2011), diantara lainnya.