Kunjungan ke Panti Asuhan Children's home asuhan First Lady Zimbabwe, Lady Amay Grace Mugabe

12/23/2011

 
 
Pada tanggal 21 Desember 2011, Kami telah diundang secara khusus oleh First Lady Zimbabwe, Lady Amay Grace Mugabe untuk mengunjungi Panti Asuhan ybs, yang dinamakan Children's home, dibawah naungan Grace Mugabe Foundation. 

Kami beserta istri, Istri Duta Besar India, Istri Duta Besar Palestina, Istri Duta Besar Pakistan, Istri KUAI Kedutaan Malaysia, Staf Pensosbud, beserta DWP KBRI Harare mengunjungi Children's Home yang belokasi di Masowe (di luar kota Harare), kami disambut secara langsung oleh First Lady pada saat kami tiba di Children's Home dengan suasana yang begitu hangat dan akrab.
 
Dari kiri ke kanan : Mrs.  Jeitendra Kumar Tripathie (istri Dubes India), Yang Mulia Lady Amay Grace Mugabe, Mrs. Hashem Dajani (Istri Dubes Palestina) & Ibu Ine Poerwana 
  
 
 
 
 
 
First Lady memaparkan dan memberikan penjelasan mengenai kronologis terbentuknya  Children's home tersebut, bahawa pada awalnya inisiatif tersebut di usung oleh beberapa Biksu Budha yang menaruh perhatian pada anak-anak terlantar ataupun yang tidak mempunyai keluarga, kemudian inisiatif tersebut disampaikan pada pada First Lady, alhasil First Lady menanggapi hal tersebut sebagai ide yang luar biasa khususnya untuk kegiatan kemanusiaan.
 
 

Bapak Duta Besar Eddy Poerwana dan Ibu-ibu Asian Diplomatic  Ladies Group tampak sedang menyimak arahan dari Yang Mulia Lady Amay Grace Mugabe
 
Dengan disetujuinya ide tersebut maka di atas lahan seluas 1200 hektar, pada saat ini rencananya akan dibangun sekitar 75 rumah, sampai saat ini telah dibangun 11 rumah yang telah siap untuk dihuni (Children's homes) yang tentunya diperuntukkan bagi anak-anak terlantar atapun yang sudah tak mempunyai sanak saudara sama sekali, setiap rumah memiliki 5 kamar tidur lengkap dengan setiap ruangan dan fungsinya masing-masing. Setiap rumah memiliki luas kurang lebih 412m2  yang setiap rumahnya akan dihuni sekitar 20 anak.

Sebagian besar anak-anak terlantar tersebut diambil dari rumah-rumah sakit yang ada di Zimbabwe dan pada umunya masih berusia batita (bayi berumur di bwah 3 tahun), First Lady sendiri yang mengunjungi rumah-rumh sakit tersebut dan menentukan bayi mana yang akan diadopsi dan dibesarkan di Childrean's home.

Di sekitar area panti, akan dibangun sarana pendukung bagi anak-anak tersebut berupa: computer center, rumah sakit, sebagai sarana kesehatan, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, pertokoan-pertokoan sederhana serta kurang lebih 100 tempat tinggal sederhana untuk para para staf pengajar di sekolah itu kelak.
 

 
 
Disamping sarana pendukung yang rencananya akan dibangun disekitar panti asuhan, juga direncanakan akan ditanam berbagai macam tumbuhan yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan keseharian para anak tsb, baik berupa sayuran, buah dll, dengan harapan jika hasil dari tumbuhan tersebut masih berlebih dapat dijual ke pasaran dan hasilnya dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan anak-anak panti asuhan.

Perlu kami sampaikan bahwa Masowe merupakan daerah yang sangat subur dan memang merupakan salah salah daerah agriculture di Zimbabwe, sehingga direncankan pula untuk membangun suatu system irigasi yang diproyeksikan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan lahan pertanian serta perkebunan disekitarnya.

First Lady juga menginformasikan bahwa proses pembangunan panti asuhan dimaksud beserta seluruh sarana pendukungnya, hampir semuanya merupakan bantuan dari Pemerintah Cina yang dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan di Harare.

Di penghujung pertemuan kami, First Lady menyampaikan rasa kekagumannya pada orang-orang asia dengan pola kerja mereka yang sangat keras dan telaten, ybs juga memuji tangan-tangan terampil orang Indonesia yang sangat pandai dan kreatif membuat berbagai macam kerajinan tangan untuk didagangkan dan tentununya hal tsb sangat berperan penting dalam kemajuan perkembangan ekonomi Indonesia. Kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas undangan First Lady untuk mengunjungi Children's home dan tentunya tugas mulia yang diembannya untuk memelihara dan membesarkan anak-anak bayi terlantar tersebut.

Dengan dilakukannya kunjungan ke panti asuhan tersebut, kami memandang perlu jika Pemri juga dapat memberikan sumbangsih dengan tujuan peningkatan kegiatan kemanusiaan dan tentunya hubungan baik yang telah terjalin diantara kedua negara.

Demikian kami sampaikan atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

+++++
Sumber : Laksi Pensosbud KBRI Harare