Kunjungan kepada masyarakat Indonesia di Kazungula dan livingstone, zambia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

    Pada tanggal 23-27 Maret 2013 Pelaksana Fungsi Pensosbud & Konsuler beserta 2 (dua) staf KBRI dan melakukan perjalanan dinas ke wilayah rangkapan KBRI yaitu Zambia, adapun kota yang di kunjungi adalah Livingstone dan Kashunggula, karena menurut data yang terhimpun terdapat masyarakat Indonesia yang bermukim di daerah-daerah tersebut.Adapun maksud dan tujuan mengunjungi kota-kota tersebut sesuai dan sejalan dengan himbauan dan amanat Pemerintah RI, agar Perwakilan RI senantiasa menjaga, mengayomi dan memberikan pembinaan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di wilayah akreditasi.

edit2.jpg

   Sebagaian besar WNI yang berada di Livingstone adalah kaum rohaniawan/ Evangelist, mereka mengabdikan hidup dibidang kemanusiaan seperti mengurus dan mengelola panti asuhan setempat selain mengurus dan aktif di Gereja, juga mengajarkan keterampilan diberbagai bidang kepada kaum wanita maupun pria sedangkan sebagian lagi mengurus bidang kepemudaan/ pemberdayaan pemuda setempat yang mungkin tidak terurus  ataupun terabaikan oleh negaranya.
   Kunjungan pertama adalah Khasunggula. Suatu tempat di pedalaman Zambia ( berbatasan langsung dengan Botswana), kedatangan ini disambut dengan hangat oleh para Pastur dan Suster biara suatu tempat di pedalaman Zambia ( berbatasan langsung dengan Botswana), terdapat 2 (dua) suster biara asal Indonesia yang bekerja di sana, mereka mengabdikan diri untuk mengurus anak-anak Afrika yang tidak mampu dari segi finansial, juga memberikan pelatihan  keterampilan menjahit kepada para kaum wanita serta mengajarkan cara berkebun yang benar kepada masyarakat disana.  
   Tempat pendidikan dimana para suster mengabdikan diri bernama ”Holy Spirit Pre School” Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak Afrika yang tinggal di daerah sekitar, Pre School ini didirikan kurang lebih 5 (lima) bulan yang lalu dengan jumlah siswa sekitar 20 murid. Karena tidak adanya tempat untuk proses belajar mengajar maka garasi /lahan parkir rumah para suster dijadikan tempat para siswa untuk belajar. Walaupun dengan ruangan yang seadanya bahkan boleh dikata cukup memprihatinkan, para siswa tetap terlihat sangat antusias mengikuti pelajaran. Perlu disampaikan juga, walaupun dengan segala kesederhanaan  dan keterbatasan baik dari segi fasilitas maupun ruangan, namun Pre School ini telah terdaftar secara resmi dan telah dikunjungi oleh Menteri Pendidikan Zambia secara langsung beberapa saat yang lalu.
 
edit 1.jpg
   Hal yang cukup menarik, bahwa pada waktu kaum wanita telah mempunyai keterampilan yang cukup baik dalam menjahit, maka mereka diberikan materiil berupa kain dll serta diperkenankan memakai peralatan menjahit yang telah disediakan dari pihak gereja. Hasil keterampilan yang mereka buat kemudian dijual ke pasar dengan keuntungan yang cukup, kemudian modalnya dikembalikan lagi ke pihak gereja, dengan demikian mereka  juga mendapatkan ilmu dalam berdagang. Sehingga lambat laun diharapkan mereka akan memiliki sense or entrepreneurship di kemudian hari.
Tersirat kebahagiaan dan sukacita tersendiri bagi warga kita yang tinggal di negara rangkapan mendapat kunjungan dari KBRI Harare, mengingat jarak yang cukup jauh dari Harare dan Livingstone. Dengan adanya citizen service semacam itu kami (KBRI Harare) akan tetap berusaha sebaik mungkin untuk tetap mengayomi dan menjaga tali silaturahmi dengan para WNI yang berada di luar negeri khususnya yang berada negara akreditasi.
 
Sumber : LAKSI Pensosbud & Konsuler


?