PENGUSAHA ZIMBABWE KAGUMI KEMAJUAN EKONOMI INDONESIA

11/1/2012

KBRI Harare telah berhasil mendatangkan sebanyak 41 orang pengusaha Zimbabwe dari berbagai bidang usaha guna hadiri TEI 2012 yang  diselenggarakan dari tanggal 17 - 21 Oktober 2012 di Kemayoran, Jakarta.

Bidang usaha dan produk-produk yang diminati para buyers Zimbabwe adalah  alat-alat pendukung pertambangan, pertanian, IT, kertas, makanan kaleng (food stuff), kue-kue kering, textile, chemical, bohlam lampu, ban mobil, furniture, produk kecantikan/spa, suku cadang kendaraan bermotor, pharmasi, battery, minyak goreng/cpo, alas kaki serta bahan pembuat kursi/fabrics.
 

 
Pada kesempatan tersebut, di sela-sela acara TEI 2012 KBRI Harare bekerjasama dengan Direktorat Afrika Kemlu dan Ditjen PEN Kemendag telah berhasil menyelengarakan Business Meeting yang berlanjut dengan One on One Meeting, pada tgl 18 Oktober 2012 di Hotel Borobudur, dan berhasil mengakomodir dan mem-fasilitasi sekitar 110 orang pengusaha dari kedua belah pihak (pengusaha Indonesia dan Zimbabwe).
 

 
Duta Besar RI Harare dalam sambutannya pada acara tersebut menggaris-bawahi bahwa TEI adalah  ajang pameran tahunan bertaraf internasional yang tidak saja menyuguhkan barang atau produk-produk unggulan berkualitas dan bertaraf internasional, namun juga sebagai ajang mencari opportunities bagi para pengusaha dan pemangku kepentingan dunia usaha untuk bekerjasama. Selanjutnya Dubes RI Harare juga memaparkan mengenai iklim investasi di Indonesia yang sangat kondusif yang patut dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan.
 

 
Mrs. N. Moyo (Ketua KADINDA) kota Bulawayo dalam sambutan balasannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi serta menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan Indonesia dan tata kelola kota Jakarta yang indah dan menarik. Disampaikan selanjutnya bahwa Zimbabwe sebagai negara 'end user' kagum terhadap produk dan teknologi yang dimiliki Indonesia serta sebaliknya menawarkan kepada para investor Indonesia untuk sekiranya dapat menanamkan modalnya di Zimbabwe, khususnya di bidang pertambangan, pertanian, pendidikan, pariwisata dan infrastruktur yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Zimbabwe.

Dari data yang terkompilasi KBRI Harare tercatat bahwa beberapa buyers telah mengadakan kontak dan negosiasi langsung dengan mitra usaha masing-masing, seperti dengan PT. Petrokimia Gresik, PT. Indofood, PT. Insanpaq, PT. Jaya Smart Technology, PT. Sekar Bumi, PT. Rutan, Relion Computers, PT. Sinar Mas, PT Tjiwikimia, PT. Karya Mitra, PT. Chemindo, PT. Pisma Fabrics, PT. Sumatera Mining, PT. Ayora, PT. Cipta Agro Gemilang, SKN Medical, PT. Sinar Continental, Kacang Garuda, Polytron, PT. Multistrada, PT. Adimulia Sarimas Indonesia dan PT. AIM Food Manufacturing Indonesia dan beberapa perusahaan lain yang masih akan di konfirmasikan kemudian.
 

Selain kunjungan ke TEI 2012 dan One on One Meeting tersebut, rombongan pengusaha Zimbabwe juga telah diundang oleh Walikota Tangerang Selatan, Ibu Airin Rachmi Diany. Acara kunjungan dilakukan tanggal 19 Oktober 2012, dalam acara kunjungan tersebut telah dicapai kesepakatan dengan Walikota Tangsel untuk diupayakan pengiriman delegasi dagang Tangsel ke Zimbabwe International Trade Fair (ZITF) 2013 di Bulawayo yad.
 
 
Kunjungan ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan antara pengusaha Zimbabwe dan Tangsel. Kunjungan ini merupakan inisiatif Duta Besar RI Harare yang mempunyai sejumlah kontak dengan beberapa kalangan Pemda Tangsel.

Pada kesempatan kegiatan TEI, Duta Besar RI Harare telah diundang untuk berbicara di depan Forum Diskusi Pemantapan Promosi ke Pasar Afrika yang diadakan oleh BPPK tanggal 18 Oktober 2012. Dalam paparannya, Duta Besar RI Harare telah menyampaikan 3 (tiga) elemen pokok yang perlu benar-benar diperhatikan untuk masuk ke Pasar Afrika, yaitu :

  1. Mempelajari dan mengenal historical path setiap Negara Afrika, yang dapat berbeda antara satu Negara dengan Negara Afrika lainnya, karena hal ini dapat mempengaruhi pola konsumsi kebutuhan hidup mereka sehari-hari;
  2. Mempelajari dan mengenal product of interest, karena selera konsumsi rakyat Afrika tidak terlalu "variatif", dibandingkan dengan Negara-negara lain;
  3. Mempelajari dan mengenal "economics capacity" Negara Afrika dan pelaku-pelaku bisnisnya, karena tingkat perkembangan ekonomi Afrika yang masih sangat berada pada tahap awal.

Dalam kesempatan lain, pada tanggal 19 Oktober 2012, Duta Besar RI Harare telah diundang oleh Direktur Afrika beserta jajarannya untuk membahas lebih mendalam berbagai aspek yang menyangkut situasi umum, situasi politik dan ekonomi Zimbabwe dan Zambia.

Para buyers Zimbabwe nampaknya sangat puas dengan penyelenggaraan kegiatan TEI 2012 sekaligus mengungkapkan upaya KBRI Harare dan Direktorat Afrika dalam mem-fasilitasi mereka sekalipun ada beberapa produk yang belum memenuhi keinginan (matching) beberapa buyers.

Beberapa buyers  masih pada proses 'negosiasi harga' dan atau 'mencari informasi lebih dalam' engenai berbagai produk, namun demikian ada beberapa perusahaan yang nampaknya siap dan akan mengadakan 'transaksi', seperti dengan PT. Petrokimia Gresik, PT. Indofood, PT. Insanpaq, PT. Jaya Smart Technology, PT. Sekar Bumi, PT. Rutan, Relion Computers dan PT Tjiwikimia, sekalipun belum bisa disebutkan besaran angka transaksi.

Dari pengamatan di lapangan TEI 2012, terlihat bahwa beberapa penjaga di stand-stand pameran belum bisa memberikan jawaban secara langsung mengenai harga dan kualitas produk-produk yang di pamerkan karena mereka nampaknya  bukanlah seseorang yang bisa menjadi 'decission makers' sehingga para buyers harus menunggu kepastian harga yang menurut para penjaga stand akan dikirimkannya melalui email masing-masing buyers. Ke depan kiranya masalah ini dapat diselesaikan dengan menyediakan penjaga-penjaga stand yang didampingi oleh pembuat keputusan dari masing2 perusahaan.

Pada kesempatan berikutnya, KBRI Harare berencana akan mengumpulkan para pengusaha Zimbabwe yang hadiri TEI 2012 untuk mencari dan mencatat kesan dan pesan dari mereka termasuk nilai transaksi yang mereka buat pada kesempatan TEI 2012, hal ini kami rasa cukup penting sebagai input KBRI Harare di masa yad dalam memfasilitasi mereka sekaligus memantau kegiatan perdagangan antara Zimbabwe dan Indonesia.

Sumber: Laksi ekonomi, album foto : www.facebook.com/harare

?