Kunjungan Ke Kemlu Dan Kemendag dan Perindustrian Zambia

4/16/2012

Pada tanggal 12 dan 13 April 2012, Eddy Poerwana, Dubes RI Harare didampingi oleh Konsul Kehormatan RI di Lusaka Mr. Levi Zulu dan Tubagus M. Nafia, Fungsi Politik dan Protokol KBRI Harare, melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia, Hon. Robert Sichinga dan para Pejabat Kementerian Luar Negeri Zambia di Lusaka, Zambia.
Tanggal 12 April 2011, dilaksanakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia, Hon. Robert Sichinga, dalam kesempatan tersebut Dubes RI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia atas kesediannya untuk bertemu dengan Dubes RI. Serta disampaikan bahwa saat ini Pemerintah RI sedang bergiat untuk meningkatkan hubungan kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara di wilayah Afrika, salah satunya adalah dengan Zambia yang merupakan negara rangkapan KBRI Harare.

Dari kiri-kekanan : Mr. Levi Zulu, Konhor Indonesia, Eddy Poerwana, Dubes RI Harare, Hon. Robert Sichinga, Mendag & Perindustrian serta Tubagus M. Nafia, Plf Politik & Protokol.
 
 
Volume perdagangan RI-Zambia saat ini masih kurang berimbang dimana Zambia lebih banyak menikmati keuntungan dari hasil eksport serat katun dan gandum ke Indonesia, sementara Zambia mengimport textile dan pakaian jadi dari Indonesia yang jumlahnya masih relatif kecil.

Diharapkan dengan adanya peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Zambia dimasa yang datang, dapat meningkatkan jumlah volume perdagangan kedua negara dan tidak terbatas hanya pada jenis perdagangan tertentu saja.

Menanggapi permintaan Dubes RI, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Pemerintah Indonesia terhadap Zambia dan mengharapkan kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Zambia dapat ditingkatkan dikemudian hari. Untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia mempersilahkan para pengusaha Indonesia untuk melakukan investasi di Zambia diberbagai bidang, dan mengharapkan adanya kerjasama dengan pengusaha lokal di Zambia. Prinsip kerjasama timbal balik (reciprocal) dan saling menguntungkan merupakan landasan utama dalam mengembangkan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia juga mengharapkan dikemudian hari untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan kiranya pemerintah Indonesia dapat membuka Kantor Kedutaan Besarnya di Lusaka, Zambia. Namun dalam waktu dekat Menteri Perdagangan dan Perindustrian Zambia sepakat dengan Dubes RI bahwa untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan kiranya dapat dibuat Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjembatani kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Zambia dalam mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dimasa depan.

Tanggal 13 April 2012, dilaksanakan pertemuan dengan para pejabat dilingkungan Kementerian Luar Negeri Zambia yang diwakili oleh Acting Direktur Jenderal Politik, Mr. Chalwe Lombe; Direktur Asia dan Pasifik, Mrs. Winnie Chibesakunda; dan  Direktur Pengembangan Kerjasama Luar Negeri, Mr. Sylvester Mundanda. Adapun hasil pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

Dubes RI menyampaikan bahwa kunjungannya ke Zambia adalah untuk memperkenalkan diri kepada Menteri Luar Negeri Zambia yang baru Hon. Given Lubinda yang telah diangkat sebagai Menteri Luar Negeri dibawah Kepemimpinan Presiden Michel Sata. Walaupun telah dijadwalkan, pertemuan tersebut tertunda karena beliau harus menghadiri kegiatan kenegaraan lain yang mendesak. Namun Dubes RI mengucapkan terimakasih karena masih dapat bertemu dengan jajaran pejabat di Kementerian Luar Negeri Zambia lainnya.

Dalam Kesempatan tersebut Dubes RI menyampaikan bahwa kunjungannya ke Zambia adalah untuk meningkatkan kerjasama disegala bidang dengan Pemerintah Zambia, baik yang bersifat multilateral maupun bilateral. Dalam bidang multilateral, Indonesia dan Zambia telah cukup banyak bekerjasama baik di forum PBB, dan Non-Blok, terakhir Indonesia meminta dukungan Zambia untuk meratifikasi konvensi Bassel yang diprakasai oleh Indonesia dan Swiss beberapa waktu lalu, hal tersebut mendapat dukungan positif dari Kementerian Lingkungan Hidup Zambia. Dalam hal kerjasama bilateral, Indonesia telah mengangkat Mr. Levi Zulu, seorang pengusaha Zambia sebagai Konsul Kehormatan RI di Lusaka Zambia yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kerjasama dalam bidang perdagangan dan kekonsuleran. Dubes RI juga menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 200 orang WNI yang bekerja di Zambia mereka antara lain para pekerja di pertambangan tembaga di Solwezi, para pastur di Lusaka dan Livingstone, serta beberapa orang yang bekerja di sektor perhotelan dan perusahan Elektronik di Lusaka, Zambia.

Menanggapi hal tersebut, mewakili Kementerian Luar Negeri Zambia, Mr. Chalwe Lombe menyampaikan permohonan maafnya atas berhalangannya Menteri Luar Negeri Zambia untuk bertemu dengan Dubes RI, diharapkan pertemuan tersebut dapat dijadwalkan kembali dilain waktu.

Menanggapi penjelasan Dubes RI, Mr. Lombe menyatakah bahwa pemerintahnya melalui Kementerian Luar Negeri Zambia mempunyai kebijakan untuk menjalin hubungan baik dengan berbagai negara di dunia berlandaskan kesetaraan dan saling menguntungkan. Pemerintah Zambia akan mendukung semua kerjasama baik multilateral dan bilateral sejauh hal tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Zambia dan instansi terkait di Zambia terhadap perkembangan isu-isu politik dan ekonomi yang muncul di forum internasional.

Kementerian Luar Negeri Zambia, menurut Lombe sejauh ini telah berperan aktif mendukung berbagai kebijakan internasional dan mengharapkan dimasa depan untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Zambia agar dilaksankannya kegiatan saling kunjungan antara pejabat Indonesia dan pejabat Zambia guna peningkatan pemahaman terhadap isu-isu yang muncul baik diantara kedua negara maupun yang bersifat internasional sehingga hubungan kedua negara akan lebih meningkat baik dalam bidang politik maupun ekonomi dan perdagangan.
 
Sumber : Sie Politik & Protokol