Pelayanan Kekonsuleran Ke Lusaka Dan Livingstone, Zambia

2/8/2012

 
Pada hari Kamis 1-6 Maret 2012 pihak KBRI melakukan perjalanan dinas ke wilayah rangkapan KBRI Harare yaitu Zambia, adapun kota yang hendak dikunjungi adalah Lusaka dan Solwezi, karena menurut data kami terdapat masyarakat yang bermukim di kota-kota tersebut.

Adapun maksud dan tujuan mengunjungi kota-kota tersebut sesuai dengan himbauan dan amanat dari Bapak Presiden RI, agar Perwakilan RI senantiasa menjaga, mengayomi dan memberikan pembinaan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di wilayah akreditasi.
 
 
Ibu Rita Sambolinggi, Laksi Konsuler & Pensosbud berdiskusi dengan Mr. Levi Zulu, Konhor Indonesia di Zambia, bahas isu keimigrasian, kekonsuleran dan pembinaan masyarakat Indonesia
 
 
Disamping itu kami juga mengunjungi Mr. Levi Zulu, Konsul Kehormatan Untuk Indonesia yang berada di Zambia untuk berkoordinasi dan berdiskusi terkait dengan hal-hal yang perlu ditindak lanjuti.

Terdapat kurang lebih sebelas (11)  WNI yang berada di Lusaka, bekerja pada perusahaa asing, NGO, rohaniawan, mereka yang bermukim disana pun sangat beragam mulai dari 10 (sepuluh) tahun sampai dengan yang baru 1 (satu) tahun.
 
 
Pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Lusaka berlangsung secara kekeluargaan
 
 
Pertemuan kami dengan mereka berjalan dalam suasana kekeluargaan, disamping itu untuk lebih menertibkan dan mendata para WNI yang belum pernah melakukan wajib lapor pada KBRI, maka kami membagikan formulir wajib lapor untuk selanjutnya diisi dan dikirimkan kembali kepada KBRI guna mengupdate data WNI pada KBRI Harare.

Pada pelayanan kekonsuleran dan pembinaan masyarakat berikutnya yang telah kami jadwalkan untuk dilaksanakan di Kota Solwezi ternyata tidak dapat berjalan sesuai rencana dikarenakan adanya demonstrasi yang cukup besar dari para pekerja lokal dengan pihak managemen perusahaan yang menuntut kenaikan gaji mereka. Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini terdapat jurang lebih 63 WNI yang bekerja pada Kansanshi Site ( Lokasi pertambangan emas dan tembaga di Zambia).

Setelah kami melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan via telepon, mereka menyarankan agar kunjungan kami untuk pelayanan kekonsuleran dan pembinaan WNI yang berada di Kota Solwezi sebaiknya ditunda karena menurut pihak perusahaan demonstrasi tersebut cukup berbahaya, sehingga kami memutuskan untuk mengalihkan pelayanan Kekonsuleran dan Pembinaan WNI di Kota Livingstone, sekaligus memantau keadaan dari Kota Solwezi melalui media cetak dan elektronik serta tetap berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan, sampai sejauh ini kami mendapat update informasi bahwa keadaan WNI yang bekerja di wilayah pertambangan tersebut semuanya dalam keadaan aman. Namun demikian kami terus menghimbau agar para WNI yang berada disana untuk senantiasa waspada dan tetap berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada tanggal 4 Maret 2011 kami mengadakan Citizen Services ke Kota Livingstone berkenaan dengan pelayanan Kekonsuleran dan Pembinaan masyarakat di Kota tersebut. Sebagaian besar WNI yang berada di Livingstone adalah kaum rohaniawan, mereka mengabdikan hidup dibidang kemanusiaan seperti mengurus dan mengelola panti asuhan setempat selain mengurus dan aktif di Gereja, sedangkan sebagian lagi mengurus bidang kepemudaan / pemberdayaan generasi muda di Livingstone, Zambia.

 
Wajah-wajah ceria dari Pastur Klemmens, bruder Joseph serta para suster Indonesia saat menyambut rombongan KBRI Harare di Livingstone
 
 
Kedatangan kami disana disambut dengan hangat oleh para Pastur dan Suster biara, satu persatu mereka menceriterakan pengalaman mereka selama mengabdi dan melayani di bidang keagamaan dan kemanusiaan di Zambia. Terdapat seorang Pastur yang  tinggal di daerah Mwanda 100 km dari Kota Livingstone serta 2 ( dua) orang Suster yang berada di Khasunggula kurang lebih berjarak 50 km dari Kota Livingstone, mereka juga datang menemui kami untuk beragabung bersama dalam pelayanan kekonsuleran tsb. Di Livingstone sendiri terdapat 5 (lima) rohaniawan yang melakukan misi kemanuasiaan disana.

Para pastur dan suster pun merasa sangat gembira dan diliputi rasa suka cita yang luar biasa, mereka mengungkapkan bahwa kunjungan kami memberikan kebahagiaan dan kesan yang begitu mendalam, dimana mereka merasa diperhatikan dan dipantau walaupun berada cukup jauh dari Harare, Zimbabwe.

+++++
Catatan KBRI

Kami mengamati bahwa ada kebahagiaan dan sukacita tersendiri bagi warga kita yang tinggal di negara rangkapan mendapat kunjungan dari KBRI Harare, mengingat jarak yang cukup jauh dari Harare, Zimbabwe ke Lusaka dan Livingstone di Zambia. Dengan adanya citizen service semacam itu kami akan tetap berusaha sebaik mungkin agar tetap mengayomi dan menjaga tali silaturahmi dengan para WNI yang berada di luar negeri khususnya yang berada di negara akreditasi.
Selain itu KBRI Harare juga terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di Solwezi, dan sampai saat ini keadaan mereka dalam keadaan baik.

Sumber: Pensosbud