Zambia

​ 

I.        KETERANGAN DASAR MENGENAI REPUBLIK ZAMBIA
 
A.   UMUM
 
Nama Negara                                       : Republik Zambia (Republic of Zambia)

Ibukota                                                  : Lusaka

Hari Nasional                                        : 24 Oktober (merdeka dari Inggris tahun 1964)

Bentuk Negara                                     : Republik

Sistem Pemerintahan                           : Presidensiil

Lagu Kebangsaan                                : Stand and Sing of Zambia, Proud and Free
                                                                (Lumbanyeni Zambia)

Bendera                                                : warna hijau dengan panel tiga warna (merah, hitam dan
oranye) dengan burung elang warna oranye. Warna hijau melambangkan sumber daya alam dan vegetasi Zambia, merah melambangkan perjuangan meraih kebebasan, hitam melambangkan rakyat Zambia dan oranye melambangkan kekayaan mineral. Sedangkan elang melambangkan kemampuan rakyat Zambia untuk bangkit dari permasalahan

Bahasa                                                : 11 bahasa Bantu yang resmi diakui negara (Bemba,
Nyanja, Tonga, Lozi, Chewa, Nsenga, Tumbuka, Lunda, Kaonde, Lala, Luvale), Inggris (resmi)

Jumlah Penduduk                               : 15,5 juta jiwa (2016, World Factbook)

Pertumbuhan Penduduk                     : 2,94% (2016, World Factbook)

Etnis/ Suku                                         : Bemba 21%, Tonga 13.6%, Chewa 7.4%, Lozi 5.7%,
                                                              Nsenga 5.3%, Tumbuka 4.4%, Ngoni 4%, Lala 3.1%, Kaonde 2.9%, Namwanga 2.8%, Lunda (north Western) 2.6%, Mambwe 2.5%, Luvale 2.2%, Lamba 2.1%, Ushi 1.9%, Lenje 1.6%, Bisa 1.6%, Mbunda 1.2%, lainnya 14%, (2010)

Agama                                                : Protestant 75.3%, Katolik 20.2%, lainnya 2.7% (termasuk
Islam, Buddha, Hindu, dan Baha'i), kepercayaan 1.8%

Kepala Negara/ Pemerintahan           : Edgar Lungu (Jan 2015)

Wakil Kepala Negara/Pemerintah      : Inonge Wina (Jan 2015)

Menteri Luar Negeri                            : Harry Kalaba

Duta Besar Indonesia untuk Zambia  : H.E. Stephanus Yuwono

Duta Besar Zambia untuk Indonesia  : H.E. Walubita Imakando (non resident)

Mata Uang                                          : Zambian Kwacha (1 US$ = 9,8 ZMW – per Okt 2016)

Sistem Parlemen                                : Unicameral National Assembly

Sistem Kepartaian                              : Multi Partai

Sistem Hukum                                    : English Common Law

Luas Wilayah                                      : 752.618 km2

Luas Daratan                                      : 743.398 km2

Luas Perairan                                     : 9220 km2

Iklim                                                    : Tropis cenderung kering

Perbatasan                                          : Utara             : Tanzania dan RD Kongo
Selatan          : Zimbabwe dan Botswana
Barat              : Angola
Timur             : Malawi dan Mozambik

Pembagian Administrasi                     : Zambia terdiri dari 10 propinsi (Central, Copperbelt,
Eastern, Luapula, Lusaka, Muchinga, Northern, North-Western, Southern, Western)

Keanggotaan di Organisasi Int'l         : ACP, AfDB, AU, C, FAO, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICCt,
ICFTU, ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, Interpol, IOC, IOM, ISO (correspondent), ITU, MIGA, MONUC, NAM, ONUB, OPCW, PCA, SADC, UN, UNAMSIL, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, UNIDO, UNMEE, UNMIK, UNMIL, UNOCI, UPU, WCL, WCO, WHO, WIPO, WMO, WToO, WTO.

B.   POLITIK

Pada bulan Desember 2001, telah diadakan Pemilu yang dimenangkan oleh Levy Patrick Mwanawasa, sementara itu mantan Presiden Frederick Chiluba dituntut oleh rakyat karena telah melakukan korupsi pada masa jabatannya sebagai presiden Zambia dari tahun 1991 hingga 2001 yang dituntut oleh Oposisi akan diajukan ke pengadilan. Presiden terpilih masih melindunginya, mantan presiden Chiluba belum dapat diajukan ke pengadilan hanya dicekal tidak boleh meninggalkan Zambia. Pada Juli 2002, Presiden Mwanawasa telah melakukan perombakan kabinetnya dan menunjuk Dr. Kalombo T. Mwanawasa sebagai Menteri Luar Negeri.  Presiden Mwanamasa kemudian memenangkan Pemilu tanggal 28 September 2006 dan dilantik pada tanggal 3 Oktober 2008.

Presiden Mwanamasa meninggal dunia pada tanggal 29 Agustus 2008 dan Wakil Presiden Rupiah Banda diangkat menjadi Acting Presiden Zambia sampai dengan Pemilu yang diadakan pada bulan Agustus 2008. Hasil pemilu menunjukkan bahwa Rupiah Banda memenangkan Pemilu dan diangkat menjadi Presiden Zambia ke-4. Pemilu berikutnya diadakan pada bulan September 2011 dan Michael Chilufya Sata terpilih menjadi Presiden Zambia berikutnya. Karena meninggalnya Presiden Sata pada bulan Oktober 2014, maka Wapres Guy L. Scott menjadi Presiden sementara hingga dilaksanakannya pemilu tambahan yang dimenangkan oleh Partai Patriotic Front (partai berkuasa) yang mengangkat Edgar Lungu sebagai Presiden. Sedangkan Wakil Presiden adalah Inonge Wina. Pada 11 Agustus 2016, telah dilaksanakan Pemilu Presiden yang dimenangkan kembali oleh Edgar C. Lungu dari Partai Patriotic Front. Lungu tetap memilih Inonge Wina menjadi Wakil Presiden. Pemilu berikutnya akan dilakukan pada tahun 2021.
 
Politik Luar Negeri

Meskipun Zambia merupakan salah satu anggota negara‑negara Persemakmuran namun gigih memperjuangkan politik luar negeri NonBlok. Hubungan luar negeri Zambia dengan negara‑negara tetangga pada umumnya berjalan baik. Zambia sebelumnya merupakan salah satu negara yang tergabung dalam Front-Line States yang gigih menentang politik apartheid di Afrika Selatan, juga ikut serta dalam penyelesaian perang saudara di Mozambique, Angola dan Republik Demokratik Kongo (RDK).

Sengketa Perbatasan

Zambia memiliki masalah perbatasan yang menjadi pending dengan beberapa negara tetangganya yaitu Angola, Botswana, Namibia, dan Zimbabwe. utamanya terkait daerah titik pertemuan (konvergensi) perbatasan 5 (lima) negara tersebut.  

C.   EKONOMI DAN PERDAGANGAN

Perekonomian Zambia mengalami pertumbuhan yang kuat dalam 10 tahun terakhir, dengan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 6,7%. Privatisasi dari tambang-tambang tembaga pemerintah di tahun 1990an sangat membantu memotong kerugian pemerintah yang dihasilkan oleh industri tersebut dan sangat meningkatkan hasil produksi dan profitabilitas tambang yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2005, Zambia layak mendapatkan penghapusan hutang di bahwa skema Highly Indebted Poor Country, yang berjumlah US$ 6 milyar. Kemiskinan masih menjadi problem besar di Zambia, meskipun terjadi penguatan perekonomian negara. Ketergantungan Zambia kepada tembaga membuatnya rentan terhadap perubahan harga-harga komoditas, namun harga tembaga yang tinggi dan panen jagung tahun 2010 membantu Zambia bangkit dari kelesuan ekonomi dunia yang dimulai tahun 2008. Zambia telah melakukan langkah-langkah meningkatkan kemudahan berbisnis. Pada tahun 2014, mata uang Kwacha adalah mata uang terburuk di kawasan. Sedangkan pada 1 Januari 2015, Pemerintah Zambia memperkenalkan pajak pertambangan yang mendapatkan tentangan dari pengusaha tambang

Pendapatan                                         : US$ 3,661 milyar (2015, World Factbook)

Pengeluaran                                        : US$ 5,387 milyar (2015, World Factbook)

GDP (purchasing power parity)          : US$ 62,71 milyar (2015, World Factbook)

Pertumbuhan GDP                             : 3,6 % (2015, World Factbook)

GDP Perkapita                                    : US$ 3,900 (2015, World Factbook)

Komposisi GDP Persektor                 : Pertanian: (8,9%)
  Industri: (30%)
  Jasa: (61,1%) (2015, World Factbook)

Produk Industri                                    : Copper mining and processing, construction, foodstuffs,
beverages, chemicals, textiles, fertilizer, horticulture

Produk Pertanian                                : Corn, sorghum, rice, peanuts, sunflower seed,
vegetables, flowers, tobacco, cotton, sugarcane, cassava (tapioca), coffee

Produk Peternakan                             : cattle, goats, pigs, poultry, milk, eggs, hides
 
Komoditi Ekspor                                 : Tembaga, cobalt, tenaga listrik, tembakau, bunga dan
  Kapas

Komoditi Impor                                   : Mesin-mesin, alat transportasi, pupuk, listrik, produk
bahan bakar, pakaian dan makanan

Mitra Ekspor                                       : China 25,5%, DR Kongo 13%, Afrika Selatan 6,4%,
Korea Selatan 4,9%, India 4,3% (2015, World Factbook)

Mitra Impor                                         : Afrika Selatan 34,5%, DR Kongo 18,2%, Kenya 9,7%,
China 7,3%, India 4,4% (2015, World Factbook)

Inflasi                                                   : 10,1% (2015, World Factbook)

Sumber Daya Alam                            : Tembaga, kobalt, seng, batubara, batu zamrud, emas,
                                                              perak, uranium, hydropower

 
II.        HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-ZAMBIA

A.   POLITIK
 
Hubungan baik kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Frederick Chiluba ke Indonesia tanggal 21-24 Agustus 1997. Dalam kunjungan tersebut dinyatakan bahwa Zambia aktif mengikuti perkembangan Gerakan Non-Blok dan memuji kepemimpinan Indonesia dalam gerakan tersebut. Kedua negara juga sepakat bahwa untuk memperkokoh hubungan bilateral sudah saatnya diletakkan dasar-dasar hukum agar memperkuat kepercayaan sektor swasta yang akan menjadi pemain utama bagi peningkatan kerjasama.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Zambia dimulai sejak ditandatanganinya komunike bersama pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1976. KBRI Harare, Zimbabwe ditugaskan untuk merangkap Zambia, sedangkan Zambia menugaskan perwakilannya di Kuala Lumpur merangkap sebagai perwakilan Zambia untuk Republik Indonesia.  
 
Masalah Dukungan
 
·         Pada pemilihan anggota ECOSOC untuk 4 komisi fungsional periode 2000-2002/3, Zambia telah mendukung pencalonan Indonesia. Di lain pihak, Indonesia mendukung pencalonan Zambia untuk keanggotaan pada Advisory Committee on Administrative and Budgetary Questioned (ACABQ), melalui pengaturan saling saling dukung atas pencalonan Ibu Syamsiah Ahmad pada CEDAW (Committee on the Elimination of Discrimination Against Women).
·         Zambia juga mendukung pencalonan RI sebagai Executive Board WHO (2007-2010)
·         Pencalonan kembali Duta Besar Nugroho Wisnumurti sebagai anggota International Law Commission (ILC) periode 2017 – 2021.
·         Pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2015 – 2017.
·         Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 – 2020.
·         Pencalonan Prof. Aldrian untuk posisi Wakil Ketua Working Group I Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) periode 2015 – 2021.
 
B.   EKONOMI DAN PERDAGANGAN

Di bidang ekonomi secara umum, kedua negara telah menandatangani kerjasama di bidang Ekonomi dan Perdagangan pada saat kunjungan Presiden Zambia ke Indonesia bulan Agustus 1997. Dalam kesempatan tersebut, kedua negara juga menyepakati peningkatan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi yang meliputi sektor-sektor pertambangan, pertanian, manufaktur, energi, infrastruktur, pariwisata dan perbankan.

Di bidang perdagangan, kedua negara sependapat bahwa volume perdagangan relatif kecil yang banyak dilakukan melalui Tanzania. Karena itu perlu diusahakan dengan perdagangan langsung. Pihak Zambia mengharapkan pengusaha-pengusaha Indonesia mau menanamkan modal di Zambia karena akan memperoleh kesempatan memasuki pasaran Zambia dan negara-negara sekitarnya.
 
 

NERACA PERDAGANGAN
INDONESIA dengan ZAMBIA
Periode: 2011 - 2016

(Nilai : Ribu US$)

Uraian20112012201320142015Trend(%) 2011-2015Jan-JulPerub.(%) 2016/2015
20152016
TOTAL PERDAGANGAN4.154,913.714,317.468,413.207,811.035,221,12960,411.508,01.098,28
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS4.154,913.714,317.468,413.207,811.035,221,12960,411.508,01.098,28
EKSPOR2.464,61.931,4935,11.347,61.808,3-9,33937,11.212,829,42
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS2.464,61.931,4935,11.347,61.808,3-9,33937,11.212,829,42
IMPOR1.690,211.782,916.533,311.860,29.226,940,5123,310.295,244.151,88
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS1.690,211.782,916.533,311.860,29.226,940,5123,310.295,244.151,88
NERACA PERDAGANGAN774,4-9.851,5-15.598,2-10.512,6-7.418,60,00913,9-9.082,4-1.093,86
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS774,4-9.851,5-15.598,2-10.512,6-7.418,60,00913,9-9.082,4-1.093,86

SumberBPS, Processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade
 
Hambatan Dalam Bidang Perdagangan:

Nampaknya ada persepsi yang agak kurang tepat dari pelaku bisnis Indonesia yang mungkin  beranggapan bahwa melakukan hubungan bisnis dengan Wilayah Afrika masih kurang menguntungkan.

Di sektor investasi, Pihak Zambia pada setiap kesempatan selalu mengharapkan pengusaha-pengusaha Indonesia berminat untuk menanamkan modal di Zambia karena akan memperoleh kesempatan memasuki pasaran Zambia dan negara-negara sekitarnya. Zambia adalah anggota COMESA (The Common Market for Eastern and Southern Africa) dan SADC (Southern Africa Development Community) yang melibatkan negara-negara di bagian Timur dan Selatan benua Afrika dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa. Sektor-sektor yang ditawarkan bagi penanam modal dari Indonesia adalah pertambangan, pertanian, perikanan, manufaktur, energi, infrastruktur, pariwisata, dan perbankan.

C.   KERJA SAMA TEKNIK DAN SOSIAL BUDAYA

Sebanyak 4 orang  pernah mengikuti  kerjasama pelatihan capacity building diantaranya adalah pelatihan TV Documentary program yang dilaksanakan bulan Agustus 2015. Selain itu 1 WN Zambia mendapatkan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang tingkat Master untuk studi S2 Manajemen Bisnis di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Hingga tahun 2016, sebanyak 21 WN Zambia mendapatkan beasiswa untuk pelatihan singkat maupun pendidikan bergelar.

D.   PERJANJIAN KERJASAMA
 
·         Telah ditandatangani Persetujuan Kerjasama Ekonomi dan Teknik (KSET) di Jakarta pada tanggal 22 Agustus 1997. (Belum diratifikasi oleh RI)​

 

peta zambia 1.png 

peta zambia 2.png