RESEPSI DIPLOMATIK DENGAN KEHADIRAN MENLU VIETNAM MENUTUP

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Pada tanggal 20 Agustus 2013, sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-68, KBRI Hanoi telah menggelar resepsi diplomatik di Hotel Sheraton, Hanoi. Telah hadir kurang lebih 400 orang undangan yang terdiri dari pejabat perwakilan asing di Hanoi, pejabat Vietnam dari berbagai kementerian, lembaga, kalangan pengusaha, jurnalis dan friends of Indonesia di Vietnam serta masyarakat Indonesia di Hanoi dan sekitarnya. Ruangan tempat resepsi terasa bernuansa Indonesia, dengan hiasan ornamen produk Indonesia dan kain batik, serta hidangan khas Indonesia dengan menu buffet dan jajanan pasar.

 
Resepsi diplomatik yang diselenggaran KBRI Hanoi juga mencerminkan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Vietnam, ditandai dengan kehadiran Menlu Vietnam, H.E. Mr. Pham Binh Minh, sebagai Guest of Honour dalam acara tersebut. Hal ini juga menandai kedekatan dan semakin eratnya hubungan kedua negara, terutama setelah pemimpin kedua negara menyepakati peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis, dalam kunjungan Presiden Vietnam pada bulan Juni yang lalu ke Indonesia.
 
Dalam sambutannya pada resepsi diplomatik tersebut, Dubes RI untuk Vietnam, Mayerfas menyampaikan bagaimana eratnya hubungan kedua negara sejak awalnya, mulai dari perjuangan melawan kolonialisme, hubungan persahabatan Presiden Sukarno dan Presiden Ho Chi Minh, yang berlanjut oleh pemimpin kedua negara sampai masa kini. Kunjungan Presiden Truong Tan Sang ke Indonesia baru-baru ini telah membawa energi baru dalam hubungan kedua negara. Kemitraan strategis antara Indonesia dan Vietnam tidak hanya menunjukkan hubungan yang semakin matang antara kedua negara, namun juga telah menandai babak baru dalam hubungan kedua negara. Menjadi tugas pemerintah kedua negara untuk menerjemahkan hubungan yang baik selama ini menjadi hubungan yang saling menguntungkan untuk memenuhi harapan dan kesejahteraan penduduk kedua negara yang hampir mencapai 330 juta orang.
 
Selanjutnya Menlu Vietnam, menyampaikan ucapan selamat atas hari ulang tahun ke-68 Republik Indonesia serta menyampaikan kebanggaan Vietnam untuk memiliki tetangga seperti Indonesia, yang sudah menjadi saudara.Kedua negara juga memiliki kesamaan dalam sejarah dan budaya yang semakin mempererat hubungan kedua negara. Menlu Vietnam juga mengakui bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan dalam ekonomi, stabilitas politik, serta peran yang semakin mencuat dalam fora internasional. Dengan upaya pemimpin kedua negara, Menlu Vietnam percaya hubungan tradisional dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Vietnam akan semakin kuat baik baik di kancah bilateral maupun multilateral.
 
Acara resepsi diplomatik semakin meriah dan memukau tamu undangan dengan penampilan tarian Melati Putih dan Sparkling Surabaya oleh 3 orang WN Vietnam yang pernah mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia.
 
Sebelumnya, pada tanggal 17 Agustus 2013 di KBRI Hanoi telah dilaksanakan upacara detik-detik proklamasi, yang ditandai dengan prosesi pengibaran bendera kebangsaan yang telah berjalan dengan lancar dan khidmat. Upacara dimulai pukul 09.30 waktu setempat dengan inspektur upacara Dubes Mayerfas, dan komandan upacara Kolonel Czi Susilo Adi Purwantoro. Upacara diikuti seluruh staf KBRI dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Hanoi dan sekitarnya. Masyarakat yang hadir dari berbagai kalangan dan profesi, termasuk pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai perusahaan Indonesia di Vietnam, dan pengusaha.
 
Seusai upacara, diadakan acara syukuran dan pemotongan tumpeng oleh Dubes Mayerfas. Acara makan siang bersama masyarakat menambah hangatnya suasana. Menunya adalah  masakan khas Indonesia yang disiapkan oleh Ibu-Ibu Dharma wanita Persatuan KBRI Hanoi.
 
Sementara itu, sejumlah acara digelar beberapa waktu sebelumnya dalam rangka menyambut peringatan HUT RI ke-68. KBRI Hanoi telah mengadakan acara donor darah pada 5 Juni 2013 dan pertandingan olahraga, yaitu bulutangkis, tenis meja dan gaple pada 6-7 Juli 2013.