Penyelenggaraan the 47th SEAMEO Council Conference, Hanoi, 19 – 21 Maret 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 19 – 21 Maret 2013, Hanoi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara ke-47  dengan pokok bahasan utama yaitu percepatan pendidikan untuk semua, "Lifelong Learning: Visi and Policy"  dan  langkah-langkah dalam membangun sebuah ASEAN learning society pada tahun 2015.

 

Lifelong learning menitik-beratkan pembelajaran yang komprehensif, mencakup pendidikan formal, non-formal dan informal, di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan sarana media, perpustakaan, pendidikan jarak jauh dan pendidikan online, teknologi informasi dan komunikasi dan sarana penunjang lainnya yang berkualitas dan efektif.

 

Sebanyak 200 delegasi dari 18 negara hadir pada konperensi tersebut diantaranya Presiden Truong Tan Sang, Deputi PM Nguyen Thien Nhan, Presiden SEAMEO Pehin Abu Bakar, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Vietnam Pham Hu Luan, dan sejumlah menteri/setingkat menteri pendidikan dari 11 anggota SEAMEO termasuk Timor Leste, 8 SEAMEO Associate Member Countries, 3 affiliate members SEAMEO (International Council for Open and Distance Education (ICDE), Tsukuba University, dan British Council), 20 SEAMEO Regional Centers dan development partner, dan perwakilan dari UNESCO, UNICEF, ADB.

 

Delegasi Indonesia terdiri dari unsur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SEAMEO Center-Indonesia dan KBRI Hanoi, diketuai oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Prof. Dr. Musliar Kasim.

 

Presiden Truong Tan Sang dalam pidato pembukaan pada pokoknya menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan dan pelatihan di semua bidang merupakan prioritas utama di kawasan Asia Tenggara, oleh karena itu kerjasama di semua bidang dengan semangat “one vision, one characteristic, one community” harus diperkuat.

 

Dikatakan Presiden Sang bahwa sejak Vietnam menjadi anggota SEAMEO 1992, Vietnam telah melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, secara aktif kontribusi dibidang pendidikan, ilmu-pengetahuan dan pengembangan budaya di kawasan.

 

Ditegaskan bahwa sebagai ketua SEAMEO Council periode 2013 – 2015, Vietnam akan berusaha untuk melaksanakan kesepakatan dan program-program SEAMEO, bekerjasama dengan anggota SEAMEO untuk pengembangan dan kesejahteraan, perdamaian, stabilitas, dan pembangunan Asia Tenggara dan dunia.

 

Sementara itu, Presiden SEAMEO Pehin Abu Bakar Apong yang juga Menteri Pendidikan Brunei Darussalam mengatakan bahwa KTT para menteri pendidikan dan pejabat tinggi pendidikan bertujuan untuk mendorong kerjasama yang lebih kuat di bidang pendidikan antara negara-negara di Asia Tenggara.

 

Pada agenda Opening Statement, Wakil Menteri Pedidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Indonesia menyampaikan intervensi terkait penguatan kerjasama dan harmonisasi enam SEAMEO Centre di Indonesia dan negara anggota SEAMEO lain untuk mendorong pencapaian ASEAN Community 2015 sebagaimana tertuang dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 1st East Asia Summit Education Ministers Meeting pada 5 Juli 2012 di Yogyakarta, Indonesia.

 

Dalam konferensi tersebut juga telah diberikan penganugerahan untuk staf berprestasi kepada 1 orang dari masing-masing SEAMEO Center. Sedangkan penerima pengahargaan untuk staf yang berprestasi dalam kerangka kerjasama SEAMEO tiga negara yaitu Malaysia-Indonesia-Thailand diberikan kepada salah satu staf Universitas Bina Nusantara di Jakarta, yaitu Ms. Laily Alfa Citra.

 

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam konperensi tersebut diataranya penandatangan legal document SEAMEO Center on Lifelong Learning (SEAMEO CELL),  Launch SEAME College, dan mengukuhkan Inggris menjadi anggota Associate Member Countries SEAMEO. (Sumber : KBRI Hanoi)