Menlu RI: ASEAN sedang berada dalam momen yang kritis

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

ASEAN saat ini berada dalam momen yang kritis dan oleh karena itu saya (Indonesia) berada di sini (Hanoi-red) untuk berdiskusi dengan Menlu Minh berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi oleh ASEAN. Indonesia dan Vietnam sependapat mengenai perlunya menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam berbagai isu regional.


Kami berhasil mendiskusikan beberapa ide berkaitan dengan hal-hal yang mempersatukan ASEAN. Kami mengidentifikasikan terdapat enam prinsip utama seperti mengenai perlunya menghormati hukum-hukum internasional serta Konvensi PBB mengenai Hukum Laut, dan tanpa menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.


Demikian dikemukakan oleh Menlu Marty Natalegawa saat mengawali keterangan pers seusai bertemu dengan Menlu Vietnam Pham Binh Minh pers di Hanoi, 18 Juli 2012.


Menlu Natalegawa seperti yang dikutip oleh media setempat mengatakan, "We were able to compare some ideas, some notes on what are the basic principles that unite ASEAN. We identified six main principles. The six principles included the need to reaffirm the Declaration on the Conduct (DOC) of Parties involved in the East Sea, the need to reaffirm the guidelines, the need to reaffirm the need for a Code of Conduct (COC) in the East Sea, the need to respect international laws and the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), the non-use of force and the solution of the conflict on the basis of UNCLOS.”


Menlu RI tiba di Hanoi sore hari pada 18 Juli 2012 dari Manila dan bertolak menuju Kamboja malam hari pada hari yang sama. Dalam pertemuan dengan Menlu Vietnam tersebut Menlu RI didampingi antara lain oleh Dubes RI untuk Vietnam Maryerfas dan Plt. Kepala Biro Administrasi Menteri Michael Tene.