Forum TTI di Ho Chi Minh City Dorong Peluang Kerjasama Pengusaha RI-Vietnam

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Forum Promosi Terpadu Perdagangan, Pariwisata dan Investasi (Trade, Tourism and Investment – TTI) Indonesia – Vietnam di Ho Chi Minh City telah berlangsung selama 2 hari  pada tanggal 13-14 Juni 2013, terlaksana atas kerjasama KBRI Hanoi, KJRI HCMC dan Vietnam Chamber of Commerce and Industry (VCCI/KADIN Vietnam).

 

Dihadiri lebih dari 150 pengusaha Vietnam yang bergerak di berbagai bidang usaha, seperti perbankan, konstruksi, pertanian, perdagangan, dan industri, dan 60 perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata (travel agents). Sebanyak lebih dari 25 perusahaan Indonesia yang bergerak di berbagai bidang seperti perumahan, pertambangan, perminyakan, telekomunikasi, batik dan kerajinan, farmasi, transportasi dan pariwisata. 

 

Tidak ketinggalan forum juga dihadiri oleh para pejabat dari Kementerian Perdagangan dan Industri kedua negara serta pejabat di bidang investasi, Ketua Kamar Dagang dan Industri Vietnam, KADIN  Indonesia, dan 25 wartawan dari kedua negara (23 orang wartawan Vietnam dan 2 orang wartawan Indonesia).

 

Upaya Perwakilan RI untuk memfasilitasi peningkatan kerjasama antara pengusaha kedua Negara, forum telah memberikan wawasan baru bagi para pengusaha dan pembuat kebijakan di Vietnam tentang perkembangan terkini Indonesia, khusus di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata dan investasi. 

 

Selain itu, Forum juga telah menghasilkan prospek baru bagi perusahaan-perusahaan asal Indonesia untuk ditindaklanjuti. “Kami tinggal menindaklanjuti berbagai kontak bisnis yang telah terjalin selama Forum TTI berlangsung dan kami melihat peluang bisnis ke depan cukup prospektif,” tegas wakil-wakil perusahaan Indonesia saat dilakukan evaluasi hasil akhir.

 

Dalam sambutannya Dubes RI untuk Vietnam, Mayerfas  antara lain mengemukakan, “Forum TTI ini merupakan kesempatan yang baik bagi pengusaha Indonesia dan Vietnam untuk mempelajari potensi masing-masing pihak dan untuk saling berdialog dan bertukar kontak. Pengusaha Vietnam juga dapat lebih lagi mengenal mengenai peluang investasi di Indonesia dan sebaliknya pengusaha Indonesia dapat melihat peluang kerjasama  bisnis di Vietnam.  Forum ini diharapkan benar-benar menjadi forum bisnis yang bermanfaat bagi pengusaha kedua negara yang ingin memanfaatkan potensi pasar Vietnam dan Indonesia demi kemakmuran bersama kedua negara.

 

Ketua Kamar Dagang dan Industri Vietnam, Vu Tien Loc menyambut baik upaya yang dilakukan oleh KBRI dan menyampaikan bahwa kerjasama perdagangan kedua negara masih harus ditingkatkan secara optimal mengingat potensi perdagangan kedua negara sangat besar. “Sudah waktunya pengusaha kedua negara untuk lebih memusatkan perhatian mereka untuk mengisi peluang bisnis yang mengemuka di kedua negara khususnya kerjasama antara usaha kecil dan menengah, serta merupakan media yang sangat baik untuk dimanfaatkan oleh para pengusaha kedua negara,” tegasnya.

 

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama Forum TTI berlangsung, yakni Diskusi Panel antara pejabat pemerintah dan pengusaha, Breakout Session, One-on-One Business Meeting, dan Klinik Investasi serta pagelaran Seni dan Budaya Indonesia. Selama Forum berlangsung, juga telah diselenggarakan Pameran Dagang yang diikuti oleh 18 perusahaan Indonesia.

 

Pada forum ini beberapa pengusaha telah berhasil menjalin kerjasama dengan mitra masing-masing.

 

Pagelaran Malam Seni dan Budaya Indonesia diisi oleh Kelompok Citra Nusantara binaan Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan Angklung Daeng Ujo, kamis (13/06). Pagelaran ini berhasil merebut perhatian 200 pengusaha Vietnam yang hadir. Para tamu yang datang menyatakan kekagumannya atas tarian, lagu dan penampilan angklung dari Daeng Ujo yang memukau. Bahkan tamu Vietnam yang datang menyatakan bahwa malam tersebut terasa seperti  malam persaudaraan antara Indonesia dan Vietnam. "Pertunjukan yang berlangsung selama 2 jam tidak cukup untuk menggambarkan kekayaan khasanah budaya Indonesia, namun saya cukup beruntung dapat melihat sebagian dari wajah Indonesia". (Sumber : KBRI Hanoi)