Republik Sosialis Vietnam

​Nama Resmi
:
Republik Sosialis Vietnam
Ibu Kota Negara
:
Hanoi
Hari Kemerdekaan
:
2 September 1945
Luas Wilayah
:
Total : 331.210 km2
Daratan : 310,070 km2
Perairan : 21,140  km2
Bahasa Nasional           
:
Bahasa Vietnam
Lagu Kebangsaan         
:
Tien Quan Ca (The Song of the Marching Troops)
Mata Uang
:
Vietnam Dong (VND)
Kurs Bank                     
:
USD 1 = VND 22.291.57 (Mei 2016)
   
Kepala Negara
:
Presiden Tran Dai Quang 
(sejak 2 April 2016, periode 2016-2021)
Kepala Pemerintahan
:
Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc
(sejak 7 April 2016)
Ketua Majelis Nasional
:
Nguyen Sinh​ Hung
Menteri Luar Negeri  (Wakil Perdana Menteri)
 
:
Pham Binh Minh
Jumlah Penduduk
:
94.348.835 juta jiwa (Juli 2015)

Komoditi Ekspor
:
Tekstil dan produk tekstil, telepon dan komponennya, alas kaki, produk hasil perikanan, minyak mentah, produk dari kayu, beras, mesin-mesin dan peralatan industri, karet, kopi, batu bara, otomotif dan suku cadang, petroleum/BBM, kabel listrik, baja, produk plastik, lada dan produk kaca.
Komoditi Impor
 
:
Mesin-mesin dan peralatan industri, baja, petroleum/BBM, pakaian, komputer dan elektronik serta komponennya, bahan plastik, bahan pembuatan tekstil dan produk tekstil serta kulit, logam, bahan pakan ternak, bahan kimia, otomotif dan suku cadang, produk plastik, produk farmasi, pupuk, kayu dan serat tekstil.
 
 
 Sekilas Hubungan Bilateral Indonesia-Vietnam
Hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam diawali dengan pembukaan Konsulat RI di Hanoi pada tanggal 30 Desember 1955, yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar RI tanggal 10 Agustus 1964. Pada tahun 1973, kedua negara menormlisasi hubungan dengan menempatkan kembali Duta Besar masing-masing di Jakarta dan Hanoi. Pada bulan Mei 1993 Pemerintah Indonesia membuka Konsulat Jenderal di Ho Chi Minh City.
Pada tahun 2003, kedua negara menandatangani Deklarasi Kemitraan Komprehensif Memasuki Abad ke-21. Sejak saat itu, hubungan Indonesia dan Vietnam terus meningkat baik dalam kerangka bilateral, regional maupun multilateral. 
Pada bulan Juni 2013, Presiden RI dan Presiden Vietnam sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara dari kerjasama komprehensif menjadi kemitraan strategis.  Untuk mengimplementasikan kemitraan strategis tersebut, kedua negara juga telah menandatangani Plan of Action (PoA) periode 2014 – 2018, yang memuat rencana aksi berbagai bidang kerjasama yakni politik dan pertahanan keamanan, anti-korupsi, ekonomi dan pembangunan, investasi, pertanian, kehutanan, perikanan, pariwisata, transportasi, energi, informasi dan komunikasi, IPTEK, pendidkan dan kebudayaan, kesehatan, pengembangan SDM dan kesejahteraan sosial,  kerjasama teknis dan kerjasama kekonsuleran serta memperkuat kerjasama, koordinasi dan saling dukung di fora regional dan internasional. Kedua negara juga telah sepakat untuk meningkatkan target nilai perdagangan Indonesia - Vietnam dari US$ 5 milyar pada tahun 2015 menjadi US$ 10 milyar pada tahun 2018. 
Hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara meningkat pada tahun-tahun terakhir. Pada tahun 2008 total nilai perdagangan sebesar US$ 2,522 miliar, meningkat US$ 62,76 juta dibanding tahun 2007 dan tahun 2009 tercatat US$ 2,184 miliar, turun sebesar US$ 338 juta akibat dampak krisis ekonomi global. Pada tahun 2010 total nilai perdagangan mencapai US$ 3,342 miliar, pada tahun 2011 menjadi US$ 4,605 miliar, dan tahun 2012 meningkat hingga US$ 4,86 dimana ekspor Indonesia mencapai US$ 2,27 miliar. Sementara pada tahun 2013 volume perdagangan kedua negara mencapai US$ 4,828 miliar. Di bidang investasi, Indonesia menduduki urutan ke-26 pada daftar negara investor di Vietnam dengan 38 proyek senilai US$ 320,52 juta (nilai investasi yang telah terealisasi mencapai US$ 144,07 juta).  
Komoditi ekspor utama Indonesia ke Vietnam antara lain: kertas, bahan-bahan kimia, mesin, suku cadang, serat (fiber), komponen listrik, komponen motor, pakan hewan. Sedangkan komoditi impor utama Indonesia dari Vietnam antara lain: beras, tekstil, kopi, alas kaki (footwear), sayuran, karet.