Temu Masyarakat dan Diskusi dengan Prof. Dr. Bachtiar Aly tentang Masa Depan Hubungan Indonesia-Jerman

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 27 Agustus 2012, KJRI Hamburg bekerjasama dengan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) melaksanakan acara “Temu Masyarakat dan Diskusi” dengan tema „Masa Depan Hubungan Indonesia-Jerman“ yang disampaikan oleh Prof. Dr. Bachtiar Aly, Guru Besar Komunikasi Politik UI / Mantan Dubes RI untuk Mesir Periode 2002 – 2005). Kegiatan dihadiri oleh sekitar 50 peserta antara lain terdiri dari anggota IASI, masyarakat Indonesia di Hamburg, warga Jerman peserta kursus Bahasa IIndonesia, dan staf KJRI Hamburg, Dalam sambutannya, Konjen RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prof. Dr. Bachtiar Aly yang telah berkenan memenuhi undangan KJRI untuk memberikan pencerahan terkait hubungan Indonesia-Jerman. Konjen RI menjelaskan bahwa KJRI Hamburg senantiasa bekerjasama dengan IASI atau ormas lainnya dalam memanfaatkan prominent person dari Indonesia yang berkunjung ke Hamburg, baik melalui jalur formal maupun informal, dengan tujuan untuk berbagi informasi tentang perkembangan terkini di tanah air atau isu-isu global yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Konjen RI juga menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam acara ini sangat tepat mengingat tahun 2012 merupakan momen istimewa bagi hubungan diplomatik RI-RFJ yang telah genap berusia 60 tahun. Prof. Dr. Bachtiar Aly memulai pemaparannya dengan menjelaskan bahwa hubungan Indonesia-Jerman dimulai pada tahun 1952 ketika Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Deutsche Akademischer Austausch Dients (DAAD) memberikan bea siswa kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Jerman. Di bawah Presiden Soekarno, hubungan Indonesia-Jerman ditandai dengan pengiriman mahasiswa Indonesia ke Jerman untuk teknologi. Sejak tahun 1950-an hingga sekarang ini, Jerman secara kontinyu memberikan bantuan teknik dan pelatihan melalui GIZ guna mempercepat pembangunan di Indonesia. Sementara itu, berbagai perusahaan Jerman dan mitranya di Indonesia mendirikan Perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman (EKONID) di awal tahun 1970-an, dan sampai kini telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan. Sebagai sesama anggota G 20, Jerman saat ini tidak lagi melihat Indonesia sebagai negara yang membutuhkan bantuan, namun justru menantikan peran Indonesia sebagai negara kuat di ASEAN untuk berbagi pengalaman dalam mengatasi krisis ekonomi di kawasan Eropa. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pada saat pertemuan antara Kanselir Angela Merkel sepakat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Juli lalu, kedua pemimpin telah sepakat untuk merealisasikan Deklarasi Jakarta yang meliputi kerjasama di bidang perdagangan dan industri, kesehatan, riset dan teknologi, pendidikan, pertahanan, keamanan pangan, keamanan energi, serta transportasi. Terkait kerjasama di bidang pendidikan, Prof. Bachtiar Aly juga mengemukakan bahwa hubungan erat Indonesia-Jerman juga ditandai dengan telah ditunjuknya Indonesia sebagai host pelaksanaan “Buchmesse” di Frankfurt pada tahun 2015. Pameran buku yang sangat bergengsi ini perlu diimanfaatkan sebaik-baiknya karena ini merupakan kesempatan untuk mengaktualisasikan kembali Studi Indonesia di Jerman. Upaya-upaya untuk menerjemahkan buku dan karya sastra Indonesia ke dalam Bahasa Jerman perlu dilakukan sejak sekarang dengan memanfaatkan, baik WN Jerman maupun WNI yang menguasai bahasa kedua negara Dalam sesi diskusi, pertanyaan yang muncul antara lain mengenai Peran Jerman dalam mengatasi krisis keuangan di Eropa, prospek hubungan RI – RFJ pasca kesepakatan Deklarasi Jakarta, peran Diaspora Indonesia bagi pembangunan nasional, dan revitalisasi Indonesia dalam percaturan internasional. Di akhir pemaparan, Prof. Bachtiar Aly merekomendasikan kiat untuk lebih memperkenalkan potensi Indonesia di wilayah kerja dengan melakukan kegiatan diskusi, mengingat karakter masyarakat Jerman yang gemar berdiskusi. Masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar dan mahasiswa dihimbau untuk memanfaatkan sebaik-baiknya potensi Jerman di bidang ilmu pengetahuan, riset dan teknologi. Disamping itu, seluruh WNI yang berada di Jerman diharapkan untuk memahami sejarah, karakter dan kebiasaan masyarakat setempat. Salah satu hal dari Pemerintah Jerman yang dikagumi oleh Prof Bachtiar Aly adalah perhatiannya terhadap sejarah dan keberaniannya dalam mengungkap sejarah masa lalunya yang kelam. (end)