Lomba Pidato Dalam Bahasa Indonesia Di Kjri Hamburg Dipadati Penonton

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 27 April 2012, dalam rangka perayaan 60 tahun hubungan dilomatik RI-RFJ, KJRI Hamburg melaksanakan kegiatan lomba pidato dalam bahasa Indonesia yang diikuti oleh 8 peserta terdiri dari mahasiswa dan karyawan perusahaan swasta di wilayah kerja, yaitu Sean Nino Lotze (Bremen), Dominik Besier (Hamburg), Anna Kruse (Göttingen), Jan Budweg (Hamburg), Henry Jurgens (Bönningstedt), Thorsten Kiriwinus (Hamburg), Annika Ostrowsky (Hamburg), dan Lola Gut (Rotenburg).Pada tanggal 27 April 2012, dalam rangka perayaan 60 tahun hubungan dilomatik RI-RFJ, KJRI Hamburg melaksanakan kegiatan lomba pidato dalam bahasa Indonesia yang diikuti oleh 8 peserta terdiri dari mahasiswa dan karyawan perusahaan swasta di wilayah kerja, yaitu Sean Nino Lotze (Bremen), Dominik Besier (Hamburg), Anna Kruse (Göttingen), Jan Budweg (Hamburg), Henry Jurgens (Bönningstedt), Thorsten Kiriwinus (Hamburg), Annika Ostrowsky (Hamburg), dan Lola Gut (Rotenburg). Peserta termuda berusia 23 tahun yang baru 6 bulan belajar bahasa Indonesia di KJRI Hamburg.

 

Tampil sebagai juri, yaitu Ibu Kiki Sudarbo, Alumni Sastra Indonesia – UI; Adam Padma, Ketua Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI); dan Andi D. Yudyachandra, Koordinator Fungsi Pensosbud – KJRI Hamburg.

Tujuan pelaksanaan lomba pidato ini adalah untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui penggunaan Bahasa Indonesia secara luas di kalangan masyarakat Jerman, sekaligus sebagai evaluasi pelaksanaan kursus bahasa Indonesia yang dilaksanakan KJRI dua kali seminggu sejak tahun lalu.

 

Kriteria lomba adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, isi / materi pidato, alur pidato, ekspresi, teknik penyampaian dan pemahaman isi pidato. Seluruh peserta menunjukkan penampilannya yang baik dan menarik dengan substansi pidato yang beragam mengenai  Indonesia sesuai perspektif masing-masing, khususnya dari sudut pandang budaya, agama dan bahasa.  Pada umumnya, para peserta mengakui akan keramahtamahan masyarakat Indonesia, dan kekagumannya atas keragaman budaya Indonesia serta semboyan negara “Bhineka Tunggal Ika“. Namun ada juga yang menyinggung mengenai kebebasan beragama di Indonesia yang masih perlu disempurnakan.

 

Dalam sambutannya, Konjen RI Hamburg M. Estella Anwar Bey menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir untuk berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan lomba pidato ini.  “Saya merasa senang sekali karena lomba pidato ini mendapatkan perhatian dan tanggapan positif terlihat dari banyaknya tamu yang hadir pada acara malam ini. Lomba pidato ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh KJRI Hamburg dan dilaksanakan dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik RI – RFJ. Diharapkan pada tahun berikutnya lomba pidato ini akan tetap dilaksanakan dengan  peserta yang lebih banyak”, ujar Konjen RI.

 

Tampil sebagai juara I adalah Jan Budweg, mahasiswa S3 di Universitas Hamburg Jurusan Ilmu Budaya Indonesia dengan judul pidato ”Peningkatan Posisi Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi  Penutur Asing: Peluang dan Harapan”. Juara II diraih oleh Dominiek Besier mahasiswa di Universitas Hamburg dengan judul pidato ”Kesatuan dalam Keanekaragaman” yang dalam satu kalimatnya menyatakan bahwa keragaman Indonesia tidak dapat dituangkan dalam satu perpustakaan. Juara III diraih oleh Henry Jurgens dengan judul pidato “Politik Agama di Indonesia” yang antara lain menegaskan bahwa agama merupakan masalah pribadi seseorang yang tidak boleh dipaksakan atau dijadikan sebagai isu politik.  Sementara itu, Anna Kruse dari Göttingen tampil sebagai juara favorit dengan judul pidato ”Budaya Indonesia dibandingkan dengan Budaya Jerman” yang isinya menekankan mengenai budaya tradisional Bali.

 

Lomba pidato ini merupakan babak penyisihan memilih 2 peserta terbaik untuk mengikuti babak final yang akan diselenggarakan di KBRI Berlin pada akhir bulan Mei 2012.  Sebagai apresiasi kepada para peserta, KJRI Hamburg memberikan sertifikat penghargaan dan sejumlah hadiah hiburan khas Indonesia. Kegiatan lomba pidato dihadiri oleh sekitar 70 penonton masyarakat Indonesia dan masyarakat Jerman yang mengharapkan agar kedepan lomba dalam bahasa Indonesia untuk masyarakat Jerman tetap dilaksanakan. (*and*)