"Garuda di Dadaku" membuka Film Festival Anak-anak dan Remaja Hamburg (Michel Kinder und Jungen Filmfest Hamburg)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Garuda di dadaku,,Garuda kebanggaanku.. Kobarkan semangatmu,,tunjukkan sportifitasmu... Sebagian cuplikan lagu pada Film Garuda di dadaku tersebut membahana di cinemax Damtor yang dipandu oleh presenter terkenal Jerman, Nina Moghadam dan Florian Ambrosius, pada pembukaan „8 Michel Kinder und Jungen Filmfest Hamburg“ atau Festival Film Anak dan Remaja Hamburg ke-8, tanggal 1 Oktober 2010.

Festival Film Anak dan Remaja Hamburg untuk pertama kalinya dilaksanakan di bioskop terbesar kota Hamburg, bioskop Cinemaxx Damtor. Festival Film akan berlangsung tanggal 1 s/d 9 Oktober 2010 dengan menampilkan sembilan nominasi film (termasuk film animasi) dari tujuh negara, yaitu Das Abenteur der Kleinen Ritter (Cekoslovakia), Mein Freund Knerten (Norwegia), 1981 (Canada), Belka und Strelka (Rusia), Geburstagschaos Untermdach (Cekoslovakia), Spork (USA), Mythos Amazonas (Jerman), Kinder und Krimis (Jerman) dan Garuda di dadaku (Indonesia) yang diterjemahkan menjadi Bayus Grosser Traum. Juri pada pelaksanaan festival film terdiri atas tujuh orang anak dan remaja Jerman.

Film yang terpilih sebagai pemenang pada saat festival berakhir akan menerima hadiah sebesar 5000 Euro. Film Garuda di dadaku karya sutradara Ifa Isfansyah terpilih sebagai film pembuka pada peresmian kegiatan festival yang diresmikan oleh Wakil Walikota, Mrs. Christa Goetch dan dihadiri oleh lebih dari 300 undangan dan penonton yang berasal dari kalangan pemerintah setempat, korps konsuler, media massa, pemerhati film, presenter TV, artis, anak-anak dan remaja serta masyarakat Hamburg.

KJRI Hamburg yang diwakili oleh Konsul Fungsi Pensosbud, Pinkan Ovanita Tulung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Festival yang telah menetapkan film Indonesia sebagai film untuk membuka rangkaian acara Festival Film Anak dan Remaja Hamburg ke-8 tersebut dimana pelaksanaanya bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2010.

Disampaikan bahwa lambang Garuda mempunyai makna yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia dan melambangkan kegagahan, kekuatan dan keperkasaan. Konsul Fungsi Pensosbud juga menjelaskan secara singkat mengenai keanekaragaman budaya dan alam Indonesia yang tidak dapat dinikmati seluruhnya hanya melalui pemutaran film dan untuk itu, penonton di undang untuk berkunjung ke Indonesia agar dapat menikmati berbagai budaya, alam dan potensi Indonesia secara langsung.

Film Indonesia, „Garuda di dadaku“ mendapat sambutan dan apresiasi dari penyelenggara festival, pemerhati film, artis setempat dan penonton. Hal ini disampaikan langsung setelah film berakhir yang menilai dari segi artistik pengambilan gambar, alur cerita dan pesan moral yang ditanamkan. Pemutaran film Garuda di dadaku menggunakan bahasa Indonesia yang diterjemahkan langsung oleh pembawa acara.

Namun dinilai sukses karena pada saat dialog dan adegan lucu dapat dimengerti dan mengundang gelak tawa penonton. Dalam kaitan ini, nominasi dan pengiriman film „Garuda di dadaku“ disponsori oleh Yayasan Beckmann yang dipimpin oleh Mr. Reinhold Beckmann, seorang moderator dan komentator sepak bola terkenal di Jerman. (Sumber: KJRI Hamburg)