75 murid SD Hamburg Menyaksikan Pertunjukan Wayang Kulit ”Si Togok”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Keceriaan dan rasa ingin tahu nampak terlihat pada wajah 75 murid yang datang untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang digelar secara reguler oleh KJRI Hamburg dalam rangka pengenalan budaya Indonesia (Indonesiens Kulter Kennenlernen) kepada masyarakat, khususnya kalangan murid sekolah / pelajar di Hamburg. Program pengenalan budaya ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang kembali dilaksanakan pada tahun 2012 untuk memenuhi permintaan sejumlah sekolah di Hamburg yang tertarik untuk mengetahui seni dan budaya Indonesia, khususnya gamelan, batik, angklung, dan wayang kulit. Acara berlangsung selama 2 jam, didahului dengan pemaparan singkat tentang Indonesia serta penjelasan singkat mengenai Indonesia, khusunya daerah darimana wayang berasal, jenis wayang, dan fungsinya sebagai sarana diseminasi informasi kepada masyarakat. Usai presentasi dilanjutkan dengan pertunjukan wayang oleh Sdr. Maharsi, dalang binaan KJRI Hamburg. Pertunjukan Wayang tersebut mengangkat cerita tentang kehidupan di hutan yang disampaikan dalam bahasa Jerman dan dikemas secara sederhana dengan durasi 30 menit. Seluruh murid termasuk guru yang hadir menyaksikan dengan seksama gerakan wayang yang dimainkan secara lincah diselingi dialog jenaka. Sesekali terdengar tawa lepas dari para murid dan guru saat menyaksikan lakon dan dialog yang lucu. Setelah pertunjukan wayang, para murid diberi kesempatan mewarnai gambar tokoh wayang ”Togok” yang menjadi pemeran utama dalam cerita yang dipentaskan. Di bawah cerahnya sinar matahari dan udara yang segar, mereka dengan antusias melakukan kegiatan mewarnai gambar tersebut. Acara diakhiri dengan sajian masakan khas Indonesia serta pemberian cenderamata berupa pajangan wayang kepada pihak sekolah, guru dan murid. Kegiatan pengenalan budaya Indonesia kepada para pelajar di wilayah Hamburg dan sekitarnya ini telah mendapatkan sambutan dan apresiasi dari seluruh sekolah yang diundang. Di penghujung acara saat mereka berpamitan pulang, semua guru menyampaikan penghargaan dan meminta agar sekolahnya dapat diundang kembali pada program lainnya. Salah seorang guru yang hadir bahkan menyampaikan kesan bahwa acara pertunjukan wayang kulit ini telah membuat semua muridnya senang dan menjadikan musim semi mereka menjadi semakin semarak.